Haliadi Haliadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN POLITIK LOKAL: SEJARAH PEMBENTUKAN PROVINSI SULAWESI TENGAH Haliadi Haliadi; Leo Agustino
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Department of Governmental Science FISIP UNPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v1i2.11843

Abstract

Fenomena kemapanan dalam sejarah sebagai wujud integrasi tidak terjadi begitu saja, namun biasanya dimulai dari  sebuah usaha yang disebut persepadudigabung (integrated) untuk menuju penubuhan yang dimaksudkan.  Integrasi sosial tidak pernah dapat dicapai dengan sempurnah, namun secara fundamental sistem sosial selalu cenderung bergerak ke arah equilibrium yang bersifat dinamis: menanggapi perubahan-perubahan yang datang dari luar dengan kecenderungan memelihara agar perubahan-perubahan yang terjadi di dalam sistem sebagai akibatnya hanya akan tercapai derajat yang minimal. Biasanya integrasi terealisasi dalam sejarah kedalam dua perkara yang berbeda, yaitu integrasi secara positif dan integrasi secara negatif.  Artikel ini akan mendedahkan integrasi secara positif yang terlihat dalam bentuk pemikiran politik—delapan Konsepsi Pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah—elite tempatan di Sulawesi Tengah, Indonesia dalam proses terbentuknya Provinsi Sulawesi Tengah setelah mekar dari Provinsi Sulawesi Utara Tengah pada tahun 1964.  Demikian juga integrasi secara negatif biasanya tidak diharapkan oleh masyarakat kerana kecenderungannya ke arah konflik dan terbukti pada perjuangan dalam Gerakan Pemuda Sulawesi Tengah (GPST) dalam mengusir Permesta sejak tahun 1957 dari Sulawesi Tengah. Hujah utama kertas kerja ini adalah pemekaran bukan hanya terkonsepsi dari pusat kekuasaan tetapi juga menurut pemikiran-pemikran politik tempatan daripada peringkat daerah (history of below)
Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Dan Tanggung Jawab Siswa SDN 1 Watiginanda Inang Cahayani; Wa Ode Mareniawati Mustari2; Nengky, Nengky; Riski Andrian Ningsi; Heriawan Rusli Langsang; Haliadi Haliadi
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 11 (2026): Edisi januari 2026
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i11.619

Abstract

This study aims to describe the role of Guidance and Counseling (BK) teachers in improving student discipline and responsibility at SDN 1 Watiginanda. Discipline and responsibility are fundamental character traits that must be instilled from elementary school, as they form the foundation for students' future attitudes and behavior. This study employed a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of BK teachers as primary informants, along with homeroom teachers, principals, and students as supporting informants. Data collection techniques included observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis employed the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity tested through triangulation of sources and techniques. The results indicate that BK teachers play a significant role in improving student discipline and responsibility through classroom guidance services, individual counseling, group counseling, and habituation programs such as class duty, punctuality at school, and adherence to rules. BK teachers also collaborate with homeroom teachers and parents to monitor student behavioral development. The approach used is persuasive, educational, and humanistic, so that students feel comfortable and motivated to improve their behavior. This study concludes that planned, sustainable, and collaborative guidance and counseling services have a positive impact on the development of discipline and responsibility in elementary school students. These findings are expected to serve as a reference for schools in improving the quality of guidance and counseling services as an integral part of character education.