Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sikap penonton terhadap film nasionalisme (Jenderal Soedirman) Bramedia Ridho Satria; Rizky Rinaldy
ProTVF Vol 3, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.755 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v3i2.21613

Abstract

Artikel ini membahas sikap penonton terhadap Film Nasionalisme Jenderal Soedirman. Adapun tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui sikap Mahasiswa Universitas Moestopo mengenai Film Jenderal Soedirman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori sikap, kegunaan dan gratifikasi, dan efek komunikasi massa. Teori efek komunikasi massa terbagi menjadi dua dimensi yakni dimensi kognitif dan dimensi afektif, yang setelahnya dioperasionalisasikan menjadi 18 pernyataan kuisioner penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif untuk mendapatkan gambaran detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner terhadap responden. Angket yang digunakan dalam penelitian ini merupakan angket tertutup yang telah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih satu jawaban yang sesuai dengan pilihan mereka. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang dijadikan responden penelitian. Populasi penelitian ini sebesar 362 orang dan diperoleh sampel sebanyak 78 orang dan teknik yang digunakan adalah teknik nonprobability sampling dan purposive sampling, artinya peneliti mengambil sampel dengan kriteria tertentu yang sudah menonton film Jenderal Soedirman. Dapat disimpulkan, bahwa Hasil dari dimensi kognitif sebesar 3.89 dan dimensi afektif sebesar 3.88 dapat dilihat dari penjelasan deskriptif statistik per dimensi dan dapat di simpulkan bahwa mayoritas responden setuju bahwa film Jenderal Soedirman mampu memberikan informasi, pemahaman baru dan memberikan perasaan emosional tentang sikap nasionalisme.
Semiotics of the ‘A Woman in A Pink Hijab’ photo on Harian Kompas’ Instagram Muhammad Rhomy Dellan; Bramedia Ridho Satria; Satria Sofyan Pramadia
Priviet Social Sciences Journal Vol. 6 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v6i3.1646

Abstract

Instagram is now a highly graphic platform in terms of news flow and can turn a photojournalistic image into a digital icon. This study analyzes a photo series of a woman in a pink hijab that was posted by Harian Kompas on August 28, 2025, during a demonstration in front of the Indonesian House of Representatives (DPR RI). This study poses the question of how visual displays–the pink hijab, riot shields, the Indonesian flag, and bodily gestures–produce meaning regarding gender, civic identity, and symbolic resistance. It employs a descriptive qualitative research design to apply Barthesian signification orders (denotation, connotation, myth) to four photographs in a single carousel post and triangulate the discourse of the mainstream news regarding the concept of ‘pink brave’. The analysis finds that denotatively, the images document a civilian–police confrontation. Connotatively, color contrast and barricade composition foreground an opposition between 'ordinary people' and state power while renegotiating stereotypical femininity into moral courage. At the mythic level, the mother emerges as a symbol of civic motherhood that defines resistance as a form of patriotism when the flag is raised during war. This research discovered that Instagram photojournalism does not merely report on situations but integrates sense into symbols that can be exchanged on the digital open platform.