Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Arsitektur Endapan Vulkaniklastik Berdasarkan Studi Singkapan Formasi Semilir di Daerah Ngoro-Oro, D.I.Yogyakarta Riyan Ranggas Yuditama; Muhammad Irfan Harisulistyo; Muhammad Pramaditya
Dinamika Rekayasa Vol 18, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Februari 2022
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2022.18.1.422

Abstract

Formasi Semilir merupakan produk aktivitas vulkanik dari sistem subduksi antara lempeng benua Indo-Australia yang bergerak di bawah Lempeng Eurasia. Formasi Semilir memiliki umur Miosen Awal sebagai bagian dari Zona Pegunungan Selatan. Aktivitas vulkanik ini menghasilkan batuan vulkanik tebal yang kemudian mengendap di lingkungan laut dalam dan menciptakan berbagai karakteristik stratigrafi batuan. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yang berdekatan yaitu di Desa Gayamharjo dan Desa Ngoro-oro, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratigrafi detil pada singkapan batuan vulkanislastik yang ideal yang didasarkan pada beberapa aspek beserta urutan untuk mengidentifikasi mekanisme transportasi, serta perubahan fasies vertikal dan lateral. Tujuan dari penelitian di daerah penelitian ini adalah untuk merekonstruksi mekanisme sedimentasi, lingkungan pengendapan, dan transportasi endapan massa (MTD), menentukan material asal berdasarkan analisis detil stratigrafi. Berdasarkan identifikasi dua singkapan diperoleh duabelas litofasies yang terbagi menjadi enam litofasies pada singkapan Gayamharjo yang terdiri dari endapan debris flow, batupasir slump, breksi load cast, batupasir graded bedding, batupasir massif, dan perselingan batu pasir dengan batulanau. Litofasies pada singkapan Ngoro-oro terdiri dari perselingan batupasir dengan batu lempung, batu pasir perlapisan, perselingan batu pasir tufan dengan batu lanau, batupasir masif, batulanau laminasi, dan batu pasir konvolut. Data yang diperoleh dari observasi lapangan dan analisis laboratorium dalam penelitian ini dapat diinterpretasikan dengan model dari peneliti sebelumnya. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa daerah penelitian ini berasal dari lingkungan suprafan lobs pada mid fan dan upper fan channel fill deposits