Sarjito Jokosiworo
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Kedalaman Pin (Depth Plunge) Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Pada Sambungan Las Aluminium 6061 Hasil Pengelasan Double Sided Friction Stir Welding Rio Wahyu Prabowo; Sarjito Jokosiworo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.778 KB)

Abstract

Dalam dunia perkapalan, aluminium 6061 banyak digunakan untuk konstruksi kapal. Pengelasan Friction Stir Welding (FSW) menggunakan prinsip gesekan dari benda kerja yang berputar dengan benda kerja lain yang diam sehingga mampu melelehkan benda kerja yang diam dan akhirnya tersambung menjadi satu.  Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kukatan Tarik dan harga Impak dengan feed rate 10 mm/menit dengan variasi kedalaman pin (3 mm, 5 mm, 7 mm, dan 9 mm) terhadap pengelasan Double Sided Friction Stir Welding dengan jenis penyambungan butt joint. Hasil penelitian menunjukkan sambungan las FSW pada kedalaman 3 mm memiliki kekuatan uji tarik 48.28 MPa, regangan 0.0622%, dan kekuatan uji impak 0.12 J.  Pada kedalaman 5 mm memiliki kekuatan uji tarik 59.54 MPa, regangan 0.0872%, dan kekuatan uji impak 0.12 J. Pada kedalaman 7 mm memiliki kekuatan uji tarik 51.51 MPa, regangan 0.0698%, dan kekuatan uji impak 0.18 J. Pada kedalaman 9 mm memiliki kekuatan uji tarik 11.87 MPa, regangan 0.0216%, dan kekuatan uji impak 0.08 J. Nilai kekuatan Tarik rata-rata terbesar dihasilkan dengan pengelasan variasi kedalaman 5 mm yaitu sebesar 59.54 Mpa dan harga impak rata-rata terbesar dihasilkan dengan pengelasan variasi kedalaman 7 mm yaitu sebesar 0.18 J.
Pengaruh Posisi Pengelasan dan Bentuk Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik dan Mikrografi Sambungan Las Metal Inert Gas (MIG) Pada Aluminium 6061 Sebagai Bahan Material Kapal Ian Niko Sihombing; Sarjito Jokosiworo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.563 KB)

Abstract

Aluminium 6061 merupakan paduan antara magnesium (Mg) dan silicon (Si) yang sangat cocok digunakan untuk rangka konstruksi, khususnya konstruksi dibidang perkapalan. Pada proses penyambungan menggunakan pengelasan, variasi posisi pengelasan dan variasi kampuh las menjadi faktor penting dalam menentukan kekuatan tarik dan struktur mikro sambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik, dan perubahan struktur mikro pada material aluminium 6061 setelah dilakukan pengelasan menggunakan pengelasan MIG dengan variasi posisi yang digunakan yaitu 2G (Horizontal) dan 3G (Vertical) serta variasi kampuh yang digunakan yaitu kampuh V dan kampuh U. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis posisi yang digunakan dan pemilihan kampuh yang tepat sangat berpengaruh untuk kualitas sambungan yang ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelasan paling baik adalah pengelasan MIG dengan posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh V yaitu memiliki rata-rata tegangan sebesar 164.49MPa, rata-rata regangan sebesar 0,0020 %, dan modulus elastisitas sebesar 51.94 GPa Untuk perubahan struktur mikro yang dihasilkan dari sambungan las aluminium 6061 menggunakan pengelasan MIG dengan posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh V memiliki tingkat kerapatan permukaan yang lebih halus dan lebih baik dibandingkan sambungan las dengan posisi 2G (Horizontal) menggunakan kampuh V, posisi 2G (Horizontal) menggunakan kampuh U, maupun posisi 3G (Vertical) menggunakan kampuh U. Kesimpulan umum yang dapat diambil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditinjau dari posisi pengelasan, sambungan las menggunakan  posisi 3G (Vertical) menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik dari posisi 2G (Horizontal). Sedangkan ditinjau dari bentuk kampuh, sambungan las menggunakan kampuh V menghasilkan kualitas sambungan yang lebih baik dari kampuh U.
Pengaruh Perbedaan Tool Tilt Angle terhadap Kekuatan Tarik, Impak, Pada Aluminium 6061 dengan Pengelasan Double Sided Friction Stir Welding Giyanda Vernoval; Sarjito Jokosiworo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.532 KB)

Abstract

Aluminium 6061 merupakan paduan logam yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi di dalam berbagai bidang industri, salah satunya di dalam bidang industri perkapalan yaitu sebagai rangka konstruksi. Pengelasan Double Sided Friction Stir Welding  merupakan Teknik pengelasan dimana proses penyambungan menggunakan prinsip gesekan dari benda kerja yang berputar dengan benda kerja lain yang diam sehingga mampu melelehkan benda kerja dan akhirnya tersambung menjadi satu. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan Tarik dan impak, dengan menggunakan variasi sudut Tool Tilt Angle (3°, 4°, dan 5°). Proses Double Sided Friction Stir Welding dilakukan dengan putaran tool 1640 RPM dan feed rate sebesar 10 mm/menit. Hasil penelitian menunjukkan sambungan las Double Sided Friction Stir Welding pada sudut Tool Tilt Angle 3° memiliki kekuatan uji tarik sebesar 85,96 Mpa dengan regangan sebesar 0,113% dan kekuatan uji impak sebesar 0,14 J/mm². Pada sudut Tool Tilt Angle 4° memiliki kekuatan tarik sebesar 57,25 Mpa dengan regangan sebesar 0,087 % dan kekuatan uji impak sebesar 0,11 J/mm². Pada sudut Tool Tilt Angle 5° memiliki kekuatan uji tarik sebesar 50,52 Mpa dengan regangan sebesar 0,076% dan kekuatan uji impak sebesar 0,13 J/mm². Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan pada percobaan  pengelasan Double Sided Friction Stir Welding dengan variasi Tool Tilt Angle yang memiliki kekuatan uji tarik paling besar terdapat pada pengelasan dengan variasi sudut 3° sebesar 85,96 Mpa dan percobaan  pengelasan Double Sided Friction Stir Welding dengan variasi Tool Tilt Angle yang memiliki kekuatan impak paling besar terdapat pada pengelasan dengan variasi sudut 3° sebesar 0,14 J/mm².