Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisa Pengaruh Variasi Temperatur Pemanasan Low Tempering, Medium Tempering, Dan High Tempering Pada Jenis Medium Carbon Steel Baja St 60 Terhadap Struktur Mikro, Kekerasan, Dan Ketangguhan (Toughness) Rashif Kusuma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, perubahan struktur mikro, harga impact (ketangguhan), dan harga kekerasan pada baja jenis medium carbon steel ST 60 dengan variasi temperatur spesimen : quenching , tempering 200⁰C, tempering 400⁰C dan tempering 600⁰C, sehingga dapat bermanfaat sebagai referensi untuk meningkatkan mutu material baja pada jenis medium carbon steel. Pemberian laku panas di dalam tungku (furnace) 850⁰C selama 30 menit kemudian di quenching dengan larutan air garam dengan kandungan garam 10% dan dilanjutkan tempering selama 30 menit dengan variasi tempering : 200⁰C, 400⁰C dan 600⁰C. Pengujian yang dilakukan adalah : uji komposisi, uji mikrografi, uji kekerasan, dan uji impact.Dari hasil pengujian komposisi kimia pada spesimen baja ST 60 didapatkan unsur penyusun utamanya adalah besi (Fe) = 98,1%, mangan (Mn) = 0,572%, silisium (Si) = 0,246%, dan karbon (C) = 0,362%. Dari hasil pengamatan struktur mikro pada spesimen quenching didapatkan fasa martensit, spesimen tempering 200⁰C didapatkan fasa martensit temper, spesimen tempering 400⁰C didapatkan fasa bainit, dan  pada spesimen tempering 600⁰C didapatkan fasa ferit dan perlit halus . Dari hasil pengujian kekerasan didapatkan harga kekerasan rata-rata tertinggi pada spesimen quenching sebesar 772,67 VHN dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu : spesimen tempering 200⁰C sebesar 625 VHN, spesimen tempering 400⁰C sebesar 448,67 VHN dan paling rendah spesimen tempering 600⁰C sebesar 295 VHN. Dari hasil pengujian impact didapatkan harga ketangguhan rata-rata paling tinggi (paling liat) adalah spesimen tempering 600⁰C sebesar 3,11 J/mm2 dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu tempering 400⁰C sebesar 2,56 J/mm2, tempering 200⁰C sebesar 2,02 J/mm², dan yang paling rendah (paling getas) adalah spesimen quenching sebesar 1,25 J/mm² dikarenakan adanya fasa martensit pada spesimen tersebut.