Muhammad Iqbal
Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Hambatan karena Perubahan Bentuk Lambung Monohull menjadi Katamaran pada Kapal Ferry Berbasis CFD Olivia Marlina; Wilma Amiruddin; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 3 (2019): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.719 KB)

Abstract

Mengubah konstruksi sebuah kapal monohull menjadi katamaran dapat memperluas luas geladak sehingga lebih memudahkan dalam menentukan layout/ tata letak muatan di atas geladak. Desain alternatif konstruksi ini berdampak terhadap performance kapal dan terhadap peningkatan hambatan. Peningkatan hambatan berakibat langsung kepada konsumsi BBM. Perubahan konstruksi tersebut ditinjau berdasarkan letak demihull pada variasi S/L 0,25; 0,30; 0,35 dengan variasi perbedaan B/T, S/L, Fn, L/B, dan Cb dengan metode CFD (computational fluid dynamics) sebagai metode penelitiannya. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa nilai hambatan terbesar dimiliki oleh katamaran dengan nilai S/L 0,25 sebesar 249,30 kN yang juga mempunyai nilai konsumsi BBM terbesar yaitu 18,76 liter/nautical miles. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menghitung perbedaan nilai hambatan berdasarkan perbedaan variasi bentuk lambung dari monohull menjadi katamaran dengan nilai S/L tertentu, serta pengaruhnya terhadap konsumsi BBM.
Analisis Pengaruh Lambung U Bottom dan V Bottom Terhadap Hambatan Pada Kapal Ikan Menggunakan Metode Holtrop Aidilhaj Muazri; Andi Trimulyono; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 1 (2026): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efisiensi operasional kapal ikan tradisional di Indonesia masih terhambat oleh tingginya hambatan hidrodinamika akibat desain lambung yang belum dianalisis secara optimal. Pada kapal berukuran kecil hingga menengah, bentuk dasar lambung seperti U-Bottom dan V-Bottom berpengaruh langsung terhadap nilai hambatan, kebutuhan daya, dan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, diperlukan analisis kuantitatif untuk memahami besarnya hambatan kapal, kontribusi komponen pembentuknya, serta pengaruh variasi bentuk lambung. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab tiga masalah utama: (1) menentukan nilai hambatan total kapal ikan serta metode perhitungannya, (2) menganalisis pengaruh komponen hambatan terhadap hambatan total, dan (3) mengevaluasi pengaruh perbedaan bentuk lambung U-Bottom dan V-Bottom terhadap hambatan kapal. Perhitungan dilakukan menggunakan metode empiris Holtrop & Mennen untuk kecepatan 1-10 knot, dan hasilnya komparasi melalui simulasi Maxsurf Resistance. Hasil menunjukkan bahwa hambatan total meningkat dengan bertambahnya kecepatan, namun lambung V-Bottom memberikan hambatan lebih rendah dibanding U-Bottom. Pada kecepatan 10 knot, hambatan total U-Bottom sekitar 20 kN, sedangkan V-Bottom sekitar 14 kN. Selisih rata-rata 5% antara hasil analitik dan simulasi menunjukkan tingkat akurasi perhitungan yang baik. Dengan demikian, lambung V-Bottom dinilai lebih efisien secara hidrodinamika dan layak dijadikan referensi dalam pengembangan desain kapal ikan yang lebih hemat energi