Asnawi .
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KINERJA PELAKSANAAN PNPM PARIWISATA DALAM UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI DESA WISATA KEMBANGARUM DAN DESA WISATA PENTINGSARI KABUPATEN SLEMAN Ninik Wahyuning Tyas; Asnawi .
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.001 KB)

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan klasik yang telah ada sejak dahulu. Di Indonesia sendiri,kemiskinan masih menjadi fenomena yang belum dapat dipungkiri. Fenomena kemiskinan ini pun juga dialamiKabupaten Sleman sebagai salah satu kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Daerah Istimewa Yogyakartayang memiliki potensi pariwisata yang cukup beragam. Salah satu obyek wisata yang saat ini berkembang pesatdi Sleman adalah desa wisata. Dari 34 desa wisata yang terdapat di Sleman, terdapat dua desa yangberkembang pesat, yaitu dengan Desa Wisata Kembangarum dan Desa Wisata Pentingsari. Sementara itu,pemerintah telah mencanangkan PNPM Pariwisata yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan melaluiadanya desa wisata. Oleh karena itu, tentunya diperlukan kajian mengenai kinerja PNPM Pariwisata dalammengentaskan kemiskinan melalui pelaksanaan program desa wisata. Hal ini menjadi topik yang menarik untukdilakukan penelitian, sehingga memunculkan pertanyaan penelitian “Bagaimana kinerja pelaksanaan PNPMPariwisata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Desa Wisata Kembangarum dan Desa Wisata PentingsariKabupaten Sleman?”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif sehingga data yang didapatkanberasal dari kuesioner dengan menggunakan teknik sampling simple random sampling. Hasil penelitian iniberupa identifikasi program kegiatan PNPM Pariwisata, identifikasi keterlibatan masyarakat,identifikasikarakteristik masyarakat yang terlibat serta evaluasi mengenai kinerja pelaksanaan PNPM Pariwisata.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KECAMATAN BANYUMANIK Paramitha Kusuma Astuti; Asnawi .
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.382 KB)

Abstract

Kecamatan Banyumanik merupakan salah satu Kecamatan di Kota Semarang yang berfungsi sebagai daerah pemekaran sehingga cocok untuk dikembangkan menjadi kawasan permukiman. Selain itu, pemilihan Kecamatan Banyumanik disebabkan masih adanya masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak memiliki rumah dikarenakan adanya keterbatasan daya beli dibuktikan dengan adanya masyarakat yang tinggal di rumah sewa. Masyarakat yang menjadi sasaran dalam perencanaan ini adalah masyarakat yang tidak diakui statusnya oleh perbankan (non-bankable) dan tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau perumahan yang disediakan oleh pasar formal. Oleh karena itu, kegiatan perencanaan ini dilakukan untuk merencanakan  desain perumahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Banyumanik. Skenario yang diusulkan dalam kegiatan perencanaan ini adalah “Tersedia Rumah Baru bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah”. Kegiatan perencanaan ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner secara purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan analisis skoring. Hasil kegiatan perencanaan ini adalah adanya pembangunan rumah sederhana dengan teknologi Risha yang cepat dan murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang non-bankable sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan rumahnya yang diawali dengan mengetahui karakteristik masyarakat berpenghasilan rendah, menghitung kebutuhan ruang pembangunan perumahan, memilih lokasi pembangunan perumahan, dan menganalisis perencanaan pembangunan perumahan.
PERENCANAAN PERUMAHAN BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KECAMATAN BANYUMANIKKOTA SEMARANG Akbar Satio Putra; Asnawi .
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.244 KB)

Abstract

Masih banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum mendapat dukungan Pemerintah dalam memperoleh Rumah sehingga harus memenuhinya secara swadaya. Padahal Perumahan Swadaya sangat identik dengan Permukiman Kumuh. Kota semarang menjadi salah satu kota di Indonesia dengan kasus permukiman kumuh tertinggi di Indonesia yaitu sebanyak 2.837 ha pada tahun 2004 (Rindarjono, 2006). Program dari Pemerintah yang berkembang selama ini cenderung bersifat  Top  Down  dan hanya bisa dirasakan oleh segelintir  orang  saja (Tunas & Peresthu, 2010).  Sedangkan Pihak Swasta berorientasi pada keuntungan dan focus dalam penyediaan rumah untuk kelas menengah keatas. Di Kecamatan Banyumanik terdapat 35.049 KK, sedangkan hanya terdapat 23.189 unit Rumah (BPS, 2011). Tentu hal ini akan menjadi pertanyaan kemana 11.000 KK lainnya tinggal. Dengan Penelitian yang menggunakan Metode Kuantitatif dengan objeknya adalah Karakteristik MBR, disimpulkan sebuah Perencanaan Perumahan Baru di Kecamatan Banyumanik sebagai salah satu lokasi Peruntukan Perumahan di Kota Semarang (Perda Kota Semarang No. 14 Tahun 2010).