Joesron Alie Syahbana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN KEGIATAN OPERASIONAL BISNIS PERSAMPAHAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SEMARANG Sari Dewi Nurcahyanti; Joesron Alie Syahbana
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.572 KB)

Abstract

Bisnis persampahan adalah suatu bisnis yang menjual belikan sampah dari para pemasok ke para konsumennya. Kemunculan bisnis ini dapat mengurangi jumlah timbunan sampah di Kota Semarang sekitar 18% per-minggu. Bisnis ini memiliki peluang bisnis yang menjanjikan bagi para pelakunya. Berkaitan dengan potensi bisnis persampahan, maka didapatkan suatu pertanyaan tentang “Bagaimana bisnis ini melakukan kegiatan bisnisnya, sehingga mampu menjadi solusi yang tepat untuk menekan jumlah timbunan sampah di perkotaan?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan obyek penelitian Bisnis Persampahan Makmur di Kelurahan Gemah dan Bisnis Persampahan Sejahtera di Kelurahan Pedurungan Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara langsung kepada pemilik bisnis dan pengamatan langsung pada kegiatan bisnis persampahan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan operasional bisnis persampahan yang berperan dalam pengelolaan sampah di Kota Semarang, seperti kegiatan pemasokan, pengelolaan sampah dan pemasaran sampah. Hasil penelitian ini adalah keberadaan bisnis yang mampu mengurangi jumlah timbunan sampah anorganik di Kota Semarang sekitar 0,9% per-minggunya. Akan tetapi potensi dari bisnis ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Semarang. Dengan demikian penelitian ini merekomendasikan adanya peran serta Pemerintah Kota Semarang untuk mendukung keberadaan bisnis ini, yaitu (1) menjalin kemitraan bisnis dengan para pelaku bisnis, (2) mendirikan suatu organisasi yang dapat merangkul seluruh pelaku bisnis persampahan di Kota Semarang. 
PERGESERAN FUNGSI RUMAH DI KAMPUNG KAUMAN SEMARANG Amierul Hapsari; Joesron Alie Syahbana
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.998 KB)

Abstract

Semarang sebagai ibukota provinsi, menjadikan Kota Semarang sebagai salah satu tujuan urbanisasi di Pulau Jawa. Semakin meningkatnya arus urbanisasi memaksa Kota Semarang untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Kondisi ini secara langsung akan berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan akan ruang, dimana hal tersebut akan mempengaruhi terjadinya pergeseran fungsi lahan. Semakin tingginya arus urbanisasi yang terjadi di kota Semarang juga mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan rumah menjadi tinggi. Rumah bukan merupakan suatu bentuk fisik yang sekali jadi melainkan suatu bentuk fisik yang terus menerus mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan penghuninya itu sendiri. Pada dasarnya, rumah merupakan suatu tempat dimana manusia berlindung dari segala cuaca dan tempat manusia melakukan interaksi dengan keluarganya. Namun seiring dengan perkembangannya, banyak rumah yang tidak hanya difungsikan sebagai tempat tinggal (place of living), tetapi difungsikan sebagai tempat usaha (place of provit making). Kampung Kauman adalah salah satu kawasan yang banyak dijadikan sebagai tempat tinggal oleh para pendatang tersebut dan di kawasan ini banyak masyarakat yang memfungsikan rumahnya sebagai tempat usaha (place of profit making). Saat ini, Kampung Kauman sudah memperlihatkan adanya aktivitas perdagangan di lingkungan permukiman yang dipengaruhi oleh keberadaan Pasar Johar. Terbukti dari masyarakat Kampung Kauman yang memanfaatkan rumahnya untuk aktivitas perdagangan dan jasa. Hal ini memicu terjadinya pergeseran fungsi rumah dari fungsi tempat tinggal menjadi fungsi ganda yaitu tempat tinggal dan perdagangan. Bahkan ada beberapa diantaranya yang merubah rumahnya menjadi fungsi perdagangan. Berdasarkan hal tersebut,  maka tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui alasan masyarakat dalam melakukan pergeseran fungsi rumah dan untuk mengetahui faktor eksternal dan faktor internal yang mempengaruhi pergeseran fungsi rumah yang terjadi di Kampung Kauman. untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, maka metode pendekatan studi yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan alat analisis yang digunakan adalah analisis crosstab (tabulasi silang). Masyarakat di Kampung Kauman yang melakukan pergeseran fungsi rumah dipengaruhi oleh letak Kampung Kauman yang strategis dimana perkembangan kawasan tersebut tidak terlepas dari perkembangan Pasar Johar yang berdekatan dengan Kampung Kauman. Seperti diketahui bahwa Pasar Johar adalah kawasan dengan beragam aktivitas dimana hal tersebut menyebabkan pesatnya perkembangan pasar dan kawasan sekitarnya termasuk Kauman. Faktor lain yang mempengaruhi masyakarat dalam melakukan pergeseran fungsi rumah adalah faktor lama tinggal dan status kepemilikan rumah. Lama tinggal menjadi faktor yang mempengaruhi karena mayoritas masyarakat yang tinggal di Kampung Kauman selama lebih dari 20 tahun dapat melihat perkembangan Kauman dan peluang yang baik dalam membuka usaha di kawasan tersebut. Sementara faktor status kepemilikan rumah juga menjadi faktor karena masyarakat yang memiliki rumah sendiri akan lebih leluasa melakukan perubahan fungsi pada rumahnya. Dari hasil analsisi faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran fungsi rumah, diketahui mayoritas masyarakat mengukapkan alasan mereka melakukan pergeseran fungsi rumah yaitu untuk menambah tempat usaha.
KESERIUSAN DAN KONSEKUENSI SIKAP PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PELESTARIAN DI KAWASAN KOTA LAMA SEMARANG Nursiyama Linda Widyawati; Joesron Alie Syahbana
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.654 KB)

Abstract

Kota Lama semarang disebut juga Little Netherland karena pada zaman Kolonial Belanda kawasan ini merupakan pusat pemerintahan. Sebagai bekas pusat pemerintahan,  kawasan ini memiliki bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda yang menjadi saksi bisu perkembangan Kota Semarang. Bangunan-bangunan tua peninggalan sejarah tersebut merupakan bangunan BCB sehingga kawasan ini dilindungi dan dilestarikan oleh pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji Keseriusan dan Konsekuensi Sikap Pemerintah Daerah terhadap pelestarian di Kawasan Kota Lama Semarang yang telah dilakukan selama ±25 tahun.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode delphi dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Cara pengumpulan data dengan survei primer dengan observasi lapangan dan survei sekunder yaitu dengan studi literatur. Hasil penelitian ini berupa tingkat keseriusan pemerintah daerah terhadap pelestarian di Kawasan kota Lama Semarang dan akibat yang harus ditanggung pemerintah dengan melakukan pelestarian Kawasan Kota Lama Semarang.