Gendut Sukarno
UPN “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMPERKOKOH DAYA SAING INDUSTRI KREATIF MELALUI QUINTUPLE HELIX, KREATIFITAS INDUSTRI DAN KAPABILITAS INDUSTRI Gendut Sukarno
UNEJ e-Proceeding 2018: Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis III (SNMB3)
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDaya saing sub sector industri kreatif fashion merupakan salah satu dari tiga besar industrykreatif yang pertumbuhannya cukup pesat. Peran Quintuple Helix, dan kreatifitas industry sertakapabilitas industry mempunyai andil yang besar dalam menompang perubahan daya saing subsector industry kreatif fashion. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep QuintupleHelix, kreatifitas industry, dan kapabilitas industry dalam memperkuat daya saing industrykreatif fashion. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengelola/pemilik/ pimpinanindustri kreatif fashion di Surabaya, dengan sampel sebanyak 48 responden. Teknik analisisdata yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan Partial Least Sequare(PLS). Berdasarkan hasil pengolahan data diketemukan bahwa 1) Quintuple Helix mampumemberikan kontribusi positif terhadap Kreativitas Industri, 2) Quintuple Helix mampumemberikan kontribusi positif terhadap Kapabilitas Industri, 3) Kreativitas Industri mampumemberikan kontribusi positif terhadap Daya Saing , 4) Kapabilitas Industri mampumemberikan kontribusi positif terhadap Daya Saing industry kreatif fashion di Surabaya.Kata kunci: Quintuple helix, Kreatifitas Industri, Kapabilitas Industri, Daya Saing
Peningkatan Kinerja Pemasaran Melalui Peran Mass Customization Dan Basic Market Orientation Oktarizka Reviandani; Gendut Sukarno
E-Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Akuntansi STIE Semarang (SNMAS) Vol 2 No 1 (2021): Seminar Nasional Pertumbuhan Ekonomi 2021 - Ekonomi Kreatif dan UMKM
Publisher : STIE Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara konseptual terdapat banyak cara untuk memacu peningkatan kinerja pemasaran, salah satu diantaranya adalah dengan berorientasi pelanggan dan pesaing agar dapat meningkatkan kinerjanya. Berorientasi terhadap pelanggan dan pesaing adalah salah satu metode yang dapat digunakan apabila perusahaan ingin unggul dalam persaingan. Ada tiga dimensi dalam berorientasi pelanggan dan pesaing, yaitu customization, basic market orientation dan competitive benchmarking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model konseptual Mass Customization dan Basic Market Orientation Terhadap Kinerja Pemasaran Produk Merek “V” di Surabaya. Diharapkan dapat membantu pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan dalam meningkatkan dan menjaga eksistensi industri kosmetik produksi dalam negeri. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, teknik pengambilan datanya dengan menyebarkan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah counter atau pedagang toko di Surabaya sebanyak 100 counter sebagai responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling [SEM], dan pengukuran modelnya adalah Confirmatory Factor Analysis[CFA]. Dengan menggunakan AMOS 4.01 hasil pengujian menunjukkan bahwa mass customization berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pemasaran Produk Merek “V” di Surabaya, demikian juga basic market orientation berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja pemasaran Produk Merek “V” di Surabaya terbukti kebenarannya.Kesimpulan dalam penelitian tersebut, bahwa mass customization dan basic market orientation mampu memberikan kontribusi yang sangat berarti terhadap kinerja pemasaran Produk Merek “V” di Surabaya. Perusahaan diharapkan secara berkala melakukan R&D agar perubahan selera konsumen dapat dipantau jauh sebelumnya dan mengikuti trend. Perusahaan diharapkan tidak serta merta fokus dalam skala ekonomi yang tinggi, namun tetap memperhatikan kualitas produk. Perusahaan diharapkan selalu memantau perkembangan/dinamika konsumen di level ekonomi menengah ke bawah. Abstract Conceptually, there are many ways to increase marketing performance, one of which is customer and competitor orientation to improve performance. Oriented to customers and competitors is one method that can be used if the company wants to excel in the competition. There are three dimensions in customer and competitor orientation, namely customization, basic market orientation, and competitive benchmarking. This study aims to analyze the conceptual model of Mass Customization and Basic Market Orientation on the Marketing Performance of "V" Brand Products in Surabaya. It is hoped that it can assist company leaders in making decisions in improving and maintaining the existence of the domestically produced cosmetic industry. The type of data used in this research is primary data, the data collection technique is by distributing questionnaires. The sample used in this study is a counter or shop trader in Surabaya with as many as 100 counters as respondents. The analytical method used in this study is Structural Equation Modeling [SEM], and the measurement model is Confirmatory Factor Analysis [CFA]. By using AMOS 4.01 the test results show that mass customization has a significant and positive effect on the marketing performance of "V" Brand Products in Surabaya, as well as a basic market orientation has a significant and positive effect on the marketing performance of "V" Brand Products in Surabaya. The conclusion in this study is that mass customization and basic market orientation can make a very significant contribution to the marketing performance of "V" Brand Products in Surabaya. The company is expected to periodically conduct R&D so that changes in consumer tastes can be monitored ahead of time and follow trends. The company is expected not to focus on high economies of scale, but still pay attention to product quality. The company is expected to always monitor the development/dynamics of consumers at the middle to lower economic level.