Fitri Yusman
Department Of Urban And Regional Planning, Faculty Of Engineering, University Of Diponegoro

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN KARAKTERISTIK DAN METODE PENANGANAN KAWASAN KUMUH (STUDI KASUS: KECAMATAN SEMARANG TIMUR, KOTA SEMARANG) Sri Kumala; Fitri Yusman
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 2 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.658 KB)

Abstract

Perkembangan lingkungan permukiman di Kota Semarang tidak terlepas dari pesatnya laju pertumbuhan penduduknya. Seiring dengan pertumbuhan penduduk di daerah perkotaan Semarang, kebutuhan akan penyediaan prasarana dan sarana permukiman akan meningkat. Namun pemenuhan akan kebutuhan prasarana dan sarana permukiman kurang terpenuhi, sehingga menimbulkan kawasan kumuh. Kecamatan Semarang Timur merupakan salah satu kecamatan di Semarang yang memiliki kawasan kumuh. Permasalahan yang terdapat di Kecamatan Semarang Timur berkaitan dengan kemiskinan dan kesenjangan yang memicu konflik antara pemerintah dan masyarakat. Konflik muncul karena belum diketahuinya karakteristik kawasan kumuh serta metode penanganan yang kurang tepat. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, muncul sebuah pertanyaan penelitian yaitu “Bagaimana karakteristik kawasan kumuh? Bentuk penanganan yang seperti apakah yang sesuai dengan karakteristik kawasan kumuh tersebut?”.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan data lokasi kawasan kumuh berikut karakteristik dari masing-masing lokasi kawasan kumuh di Kecamatan Semarang Timur serta mendapatkan metode penanganan kawasan kumuh yang sesuai. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis normatif. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan random sampling dengan cara observasi, wawancara, dan menyebarkan kuisioner kepada responden. Hasil akhir dari penelitian ini adalah sebaran kawasan kumuh berikut karakteristiknya di Kecamatan Semarang Timur meliputi komponen fisik yaitu jaringan jalan, persampahan, air bersih, sanitasi, dan drainase serta komponen non-fisik meliputi partisipasi masyarakat, pendidikan, pendapatan dengan metode penanganan perbaikan kampung yaitu penyempurnaan program Gerdu Kempling  menggunakan konsep TRIBINA.
PENGARUH DESA WISATA KANDRI TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KELURAHAN KANDRI KOTA SEMARANG (Studi Kasus: Kelurahan Kandri Semarang) Ariga Rahmad Safitra; Fitri Yusman
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.146 KB)

Abstract

Kelompok sadar wisata atau POKDARWIS Kelurahan Kandri membentuk sebuah konsep Desa Wisata, dengan maksud tujuan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kandri. Dampak positif yang diharapkan yaitu dapat meningkatkan pendapatan, masyarkat dapat menempuh pendidikan, dan masyarakat dapat menikmati fasilitas kesehatan yang telah di sediakan oleh pemerintah. Tujuan  dari penelitian ini  adalah untuk mengidentifikasi hubungan dan pengaruh adanya Desa Wisata Kandri terhadap peningkatan kesejahteraan masayarakat kelurahan kandri. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dengan menggunakan analisis yaitu analisis diskriptif kuantitatif  dan analisis regresi. Hasil dari analisis diatas diketahui bahwa keberadaan Desa Wisata dapat mempengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat terbukti dari persentase manfaat yang dirasakan masyarakat dengan keberadaan Desa wisata Kandri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat didominasi 60 % mengatakan tinggi, 38 % mengatakan sedang, dan hanya sebesar 2 % yang mengatakan rendah, hal tersebut menandakan bahwa keberadaan desa wisata kandri cukup signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Kandri. Kemudian berdasarkan analisis regresi dapat diketahui Nilai signifikansi pada tabel anova menunjukkan 0.036. Maka pada kasus ini, variabel X berpengaruh terhadap variabel Y karna nilai sig < 0,05 dengan kata lain adanya desa wisata berpengaruh terhadap indikator peningkatan kesejahteraan masyarakat Kandri.
KAJIAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WARGA TETAP TINGGAL DI PERUMAHAN RAWAN LONGSOR (STUDI KASUS : PERUMAHAN BUKIT MANYARAN PERMAI) Kenida Ajeng Setiyaning; Fitri Yusman
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.421 KB)

Abstract

Perumahan Bukit Manyaran Permai merupakan salah satu perumahan rawan longsor yang terdapat di Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati. Perumahan ini mayoritas memiliki kelerengan agak curam  sekitar 15-25% . Selain topografi yang agak curam, jenis tanah di perumahan ini sebagian besar jenis grumosol bertekstur lempung yang peka terhadap longsor. Perumahan ini dikembangkan oleh pengembang perumahan (PT. Dian Semenko) tahun 1983 dan mulai dioperasikan tahun 1984. Berdasarkan hasil survei lapangan, warga yang memilih tetap tinggal di Perumahan ini berjumlah 250 KK dari jumlah awal 400 KK sehingga dapat disimpulkan mayoritas warga tetap memilih tinggal di perumahan walaupun kondisinya  rawan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi warga tetap tinggal di Perumahan Bukit Manyaran Permai yang rawan longsor. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan analisis faktor dengan bantuan software SPSS dengan menggunakan skala likert. Hasil studi penelitian berdasarkan hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa faktor yang sangat mempengaruhi warga tetap tinggal di perumahan rawan longsor adalah faktor hubungan interaksi warga. Kemudian hasil penelitian berdasarkan pengelompokkan faktor terbentuk dua kelompok faktor yaitu faktor kenyamanan (faktor kondisi lingkungan, faktor suasana lingkungan yang nyaman, dan faktor keterbatasan biaya pindah) dan faktor sosial (faktor lama tinggal, faktor kedekatan dengan saudara, dan faktor hubungan interaksi warga). Jadi, dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah faktor sosial lebih mempengaruhi dibandingkan dengan faktor kenyamanan karena adanya hubungan interaksi warga dari adanya sense of community di lingkungan perumahan. Sense of community muncul karena adanya hubungan emosional bersama yaitu adanya perasaan yang sama terkena kerusakan akibat longsor. Hubungan interaksi warga di perumahan ini ditunjukkan dengan adanya upaya perbaikan lingkungan akibat longsor yaitu perbaikan jalan dan perbaikan drainase.
Identifikasi Pengaruh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Sektor Unggulan Dan Perekonomian Di Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah Thendy Raya Purba; Fitri Yusman; Nurini Nurini
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.%v.%i.114.%p

Abstract

Kabupaten Sukamara berdiri pada tahun 2002 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Pertumbuhan perekonomian disuatu wilayah dapat dipicu oleh keberadaan suatu investasi, karena investasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah serta pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat dari keberhasilan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap sektor unggulan dan perekonomian di Kabupaten Sukamara. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dengan menggunakan analisis yaitu analisis statistik. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bentuk pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap sektor unggulan,dapat dilihat dalam peningkatan kontribusi sub sektor perkebunan terhadap nilai tambah sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan. Pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap pendapatan daerah, dapat dilihat dari adanya perjanjian antara pemerintah daerah dan perusahaan mengenai pajak/sumbangan dari perusahaan terhadap pendapatan daerah, serta pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat, dapat dilihat dari adanya peningkatan pendapatan masyarakat dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di Kabupaten Sukamara.