Maman S Mahayana
Universitas Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Apresiasi Sastra Indonesia di Sekolah Mahayana, Maman S
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 13 No 3 (2008)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.263 KB) | DOI: 10.24090/insania.v13i3.304

Abstract

The essence of literary learning is appreciation, and that only can be realized if teacher and student read those literary works. There’s numerous literary works around the world, especially traditional literary works like legends and folktales. Why those literary treasures have been abandoned by literary learning at school? Therefore, teachers must show their faith and bravery to deliver learning matters that they feel good, appropriate, and joyful. In curriculum, KTSP (unit-learning curriculum) have give freedom to translate the Standard of competence and Basic Competence. There’s local content and matters that appropriate with local social-cultural condition? 
Dunia Melayu: Tantangan dan Prospeknya di Masa Depan Mahayana, Maman S
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6599

Abstract

Dunia Melayu dengan segala reputasinya di masa lalu dan tantangannya di masa depan sesungguhnya potensial merekatkan sentimen keserumpunan dalam lingkup wilayah yang sangat luas. Tetapi, di Indonesia, pandangan terhadap dunia Melayu, tidaklah seragam, mengingat Indonesia terbentuk dari keberagaman etnik, suku bangsa, dan bahasa. Tambahan lagi, dunia Melayu melintasi batas teritorial negara. Maka konsep keserumpunan itu sering kali disaputi persoalan politik negara bersangkutan. Jika sudah begitu, kepentingan nasional menjadi hal yang lebih utama dibandingkan persoalan dunia Melayu. Dalam konteks itu, penting artinya membuka peluang meningkatkan kesadaran keserumpunan melalui kesepakatan pemakaian bahasa resmi Asean. Itulah prospek dunia Melayu di masa depan yang implementasinya ternyata tidaklah sederhana. Penetapan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang diusulkan menjadi bahasa resmi Asean masih berupa wacana. Boleh jadi perlu wacana lain yang dapat disepakati bersama. Tulisan ini mencoba mengungkapkan kemungkinan disepakatinya bahasa resmi Asean.
Dunia Melayu: Tantangan dan Prospeknya di Masa Depan Mahayana, Maman S
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6599

Abstract

Dunia Melayu dengan segala reputasinya di masa lalu dan tantangannya di masa depan sesungguhnya potensial merekatkan sentimen keserumpunan dalam lingkup wilayah yang sangat luas. Tetapi, di Indonesia, pandangan terhadap dunia Melayu, tidaklah seragam, mengingat Indonesia terbentuk dari keberagaman etnik, suku bangsa, dan bahasa. Tambahan lagi, dunia Melayu melintasi batas teritorial negara. Maka konsep keserumpunan itu sering kali disaputi persoalan politik negara bersangkutan. Jika sudah begitu, kepentingan nasional menjadi hal yang lebih utama dibandingkan persoalan dunia Melayu. Dalam konteks itu, penting artinya membuka peluang meningkatkan kesadaran keserumpunan melalui kesepakatan pemakaian bahasa resmi Asean. Itulah prospek dunia Melayu di masa depan yang implementasinya ternyata tidaklah sederhana. Penetapan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang diusulkan menjadi bahasa resmi Asean masih berupa wacana. Boleh jadi perlu wacana lain yang dapat disepakati bersama. Tulisan ini mencoba mengungkapkan kemungkinan disepakatinya bahasa resmi Asean.