p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Nusantara Raya
Maman S Mahayana
Universitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dunia Melayu: Tantangan dan Prospeknya di Masa Depan Mahayana, Maman S
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6599

Abstract

Dunia Melayu dengan segala reputasinya di masa lalu dan tantangannya di masa depan sesungguhnya potensial merekatkan sentimen keserumpunan dalam lingkup wilayah yang sangat luas. Tetapi, di Indonesia, pandangan terhadap dunia Melayu, tidaklah seragam, mengingat Indonesia terbentuk dari keberagaman etnik, suku bangsa, dan bahasa. Tambahan lagi, dunia Melayu melintasi batas teritorial negara. Maka konsep keserumpunan itu sering kali disaputi persoalan politik negara bersangkutan. Jika sudah begitu, kepentingan nasional menjadi hal yang lebih utama dibandingkan persoalan dunia Melayu. Dalam konteks itu, penting artinya membuka peluang meningkatkan kesadaran keserumpunan melalui kesepakatan pemakaian bahasa resmi Asean. Itulah prospek dunia Melayu di masa depan yang implementasinya ternyata tidaklah sederhana. Penetapan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang diusulkan menjadi bahasa resmi Asean masih berupa wacana. Boleh jadi perlu wacana lain yang dapat disepakati bersama. Tulisan ini mencoba mengungkapkan kemungkinan disepakatinya bahasa resmi Asean.
Dunia Melayu: Tantangan dan Prospeknya di Masa Depan Mahayana, Maman S
Jurnal Nusantara Raya Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Kajian Nusantara Raya (LK Nura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jnr.v1i1.6599

Abstract

Dunia Melayu dengan segala reputasinya di masa lalu dan tantangannya di masa depan sesungguhnya potensial merekatkan sentimen keserumpunan dalam lingkup wilayah yang sangat luas. Tetapi, di Indonesia, pandangan terhadap dunia Melayu, tidaklah seragam, mengingat Indonesia terbentuk dari keberagaman etnik, suku bangsa, dan bahasa. Tambahan lagi, dunia Melayu melintasi batas teritorial negara. Maka konsep keserumpunan itu sering kali disaputi persoalan politik negara bersangkutan. Jika sudah begitu, kepentingan nasional menjadi hal yang lebih utama dibandingkan persoalan dunia Melayu. Dalam konteks itu, penting artinya membuka peluang meningkatkan kesadaran keserumpunan melalui kesepakatan pemakaian bahasa resmi Asean. Itulah prospek dunia Melayu di masa depan yang implementasinya ternyata tidaklah sederhana. Penetapan bahasa Melayu atau bahasa Indonesia yang diusulkan menjadi bahasa resmi Asean masih berupa wacana. Boleh jadi perlu wacana lain yang dapat disepakati bersama. Tulisan ini mencoba mengungkapkan kemungkinan disepakatinya bahasa resmi Asean.