Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekosistem, Sosiosistem dan Geosistem Agribisnis di Dataran Tinggi Jawa Bara Iwan Setiawan; Aris Sugianto
UNEJ e-Proceeding 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

All this time, agribusiness in the highlands more observed of the potential aspect, whilethe threats are rarely considered. In fact, agribusiness in the highlands are vulnerable to theimpacts of environmental change, modernization and geological disasters. Based on humanecology perspective, this study aims to describe and illustrate the characteristics of the ecosystem,socialsystem and geosystem agribusiness in the highlands. The results showed that the ecosystemagribusiness in the highlands has undergone many changes, especially on components of climate,land, crops, livestock,water, plant pests and diseases. Transformation caused by the behavior ofsocial systems, both the pattern of efforts and the pattern of development, the less adaptive, notfriendly to the environment and not anticipatory against possible geological disasters. In fact, thehighlands of West Java, is located in a Bandung zone which dominated by volcanoes and traversedthe fault, so prone to volcanic eruptions, earthquakes, landslides and soil collapsed. Therefore,agribusiness development strategy in highlands must integrate ecosystems, social system andgeosystem. In order for the agribusiness actors more adaptive and anticipatory of geologicaldisasters, the disaster mitigation should be included in strategy. Moreover, the necessaryremodeling agribusiness approach, settlements and infrastructure engineering are more adaptiveand anticipatory in the highlands. So, need to strengthen social capital, especially network ofcooperation between communities, businessment, agricultural institutions, climatology agencies,geology agencies and ministries settlement and regional infrastructure.
INTERNALISASI NILAI-NILAI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN SDM SEBAGAI AGENT OF CHANGE UNTUK MEWUJUDKAN KAMPUS HUMANIS Aris Sugianto
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji internalisasi nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai kerangka strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berperan sebagai agent of change menuju terwujudnya kampus humanis. Transformasi global yang ditandai oleh disrupsi teknologi, polarisasi sosial, serta meningkatnya tuntutan pembangunan berkelanjutan menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi masih cenderung bersifat parsial, sehingga pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat belum terintegrasi secara optimal dalam mendukung pembentukan karakter dan kepemimpinan sosial mahasiswa. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya kesenjangan antara idealitas normatif Tri Dharma dan realitas praktik di lapangan, yang pada akhirnya mengurangi potensi transformatif perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjadi agen perubahan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan untuk membangun kerangka konseptual integratif antara internalisasi nilai Tri Dharma, pengembangan SDM sebagai agent of change, dan pembentukan kampus humanis. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Tri Dharma dapat diwujudkan melalui tiga strategi utama, yaitu reformasi kurikulum berbasis nilai, pembudayaan nilai dalam ekosistem kampus, dan penguatan kapasitas dosen sebagai agen internalisasi nilai. Ketiga strategi tersebut saling melengkapi dalam membentuk lingkungan akademik yang mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan sosial, serta budaya kampus yang humanis. Dengan demikian, internalisasi nilai Tri Dharma tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengembangan karakter mahasiswa, tetapi juga menjadi fondasi strategis bagi terwujudnya kampus humanis dan lahirnya generasi yang mampu berkontribusi terhadap transformasi sosial yang berkelanjutan.