Sri Prabandiyani
Departemen Teknik Sipil Jl.Prof.Ir. Soedarto, Tembalang Semarang. 50275

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH REMBESAN TERHADAP STABILITAS BENDUNGAN LOGUNG, KUDUS Nuryatna Nuryatna; Fauzy Noor Ibrahim; Sri Prabandiyani; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStabilitas pada suatu bendungan merupakan hal utama yang diperhatikan serta menjadi salah satu parameter penting bahwa bendungan tersebut aman dan layak untuk berdiri, dimana didalamnya terdapat peristiwa rembesan yang harus memperhatikan faktor freatic line dan permeabilitas dalam perhitungan perencanaannya. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rembesan terhadap stabilitas bendungan dengan menggunakan bantuan program Plaxis untuk uji cobanya. Pemodelan dibuat berdasar Shop Drawing bendungan serta data yang digunakan dalam pemodelan seperti koefisien permeabilitas dan berat jenis mengacu pada data eksisting yang telah diuji pada titik tertentu oleh laboratorium proyek terkait namun tidak mewakili data sebenarnya pada seluruh zonal bendungan dikarenakan adanya kemungkinan faktor pengaruh seperti adanya perbedaan alat berat, metode kerja, konsistensi dan ketelitian kerja dan sebagainya tiap segmen atau titik pekerjaan, kemudian nilai angka pori yang menjadi material input penelitian diasumsikan oleh sifat freatic line yang diprediksi dan dianggap representatif dengan teori kondisi yang diperhitungkan mulai dari kondisi End of Construction (kosong air), Steady (muka air normal rencana), hingga Rapid Draw Down (cepat surut). Adapun data lain seperti Sudut Geser, Angka Poison, dan lain sebagainya menggunakan asumsi yang paling mendekati dengan acuan teori seperti Das (2007,2010), Bowles (1997) dan lain sebagainya. Agar kemudian data tertentu seperti koefisien permeabilitas dan freatic line direkayasa sedemikian rupa untuk  diketahui pengaruhnya dan dibandingkan dengan kondisi eksisting untuk output angka keamanan serta deformasinya. Selain menggunakan bantuan program Plaxis, dilakukan pula perhitungan dengan menggunakan metode Bishop untuk mendapatkan angka keamanannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa parameter material desain eksisting telah memenuhi persyaratan SNI 8064:2016 namun memiliki selisih yang sedikit. Oleh karena itu tetap perlu dilakukan perbaikan menganut dari beberapa solusi seperti dilakukan metode pekerjaan grouting, memaksimalkan pekerjaan pemadatan timbunan, serta bila perlu dilakukan pekerjaan face slab pada permukaan tubuh bendungan bagian hulu.
ANALISIS GEOTEKNIK PADA TAXIWAY DI PROYEK PENGEMBANGAN BANDARA AHMAD YANI SEMARANG Puspania Okpatiasari; Lydia Tiara; Sri Prabandiyani; Siti Hardiyati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.674 KB)

Abstract

Pertumbuhan suatu daerah menyebabkan peningkatan pula suatu kebutuhan tranportasi diiringi dengan fasilitas yang ada, tak terkecuali transportasi udara. Maka dari itu, pemerintah provinsi Jawa Tengah bersama PT Angkasa Pura I memulai proyek pengembangan Bandara Ahmad Yani untuk memenuhi standar internasional dalam pelayanan dan keselamatan penerbangan. Lokasi proyek pengembangan teletak di daerah bekas tambak, dimana elevasi dibawah permukaan air laut dan memiliki muka air tanah yang tinggi. Hal ini berarti proyek dibangun di atas tanah lunak yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan daya dukung tanah terhadap beban rencana.Sebelum dilakukan perbaikan, dilakukan analisis terlebih dahulu terhadap tanah existing sehingga dapat menentukan perbaikan apa yang tepat dan sesuai. Analisis dilakukan dengan data-data hasil investigasi tanah, gambar rencana yang ada dan persamaan-persamaan yang sesuai dengan literatur. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah tidak aman (SF<1,3) untuk menahan beban rencana dan membutuhkan waktu 451 tahun untuk menyelesaikan penurunan primer sebesar 2,58 m, hingga kondisi stabil serta total seluruh penurunan yang terjadi sebesar 3,007 m. Dilihat dari hasil analisis tanah existing, maka diperlukan perbaikan tanah yang sesuai yaitu dengan PVD (Prefabricated Vertical Drain), untuk mempercepat waktu penurunan sehingga waktu penurunan yang dibutuhkan hanya 487 hari dan preloading untuk meningkatkan daya dukung tanah (SF>1,3).  
ANALISIS PERBAIKAN TANAH KERETA CEPAT KORIDOR JAKARTA – SURABAYA, SEKSI 2 CIREBON – SEMARANG Dani Lukmito Utomo; Heins Christian Trinalda; Sri Prabandiyani; Siti Hardiyati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah Indonesia berencana akan melakukan peningkatan kecepatan kereta api koridor Jakarta-Surabaya. Dari beberapa alternatif yang diusulkan terpilih alternatif 1 dimana menggunakan kereta diesel tilt train dengan kecepatan 160 km/jam. Dengan adanya beban kereta yang berbeda maka diperoleh beban kereta (q) sebesar 36,299 kN/m. Analisis ini mengambil lokasi pada daerah Batang (B4-05, B4-06, dan B4-07). Dari hasil analisis dengan interpretasi peta geologi, maka lokasi tersebut berada pada formasi Alluvium yang memiliki ketebalan lapisan tanah lunak yang besar dan berpotensi menimbulkan kegagalan konstruksi timbunan jalan rel. Dari hasil analisis stabilitas menggunakan bantuan software Slope/W didapatkan angka aman untuk masing-masing lokasi adalah 1,346; 1,226; 0,635. Dari analisis penurunan didapatkan penurunan untuk masing-masing lokasi 0,834 m, 0,744 m, dan 0,893 m. Kemudian dilakukan perbaikan tanah menggunakan metode embankment on pile dengan bahan terucuk bambu dan preloading PVD karena metode ini sudah diterima dan umum digunakan di Indonesia. Dengan adanya penambahan tiang bambu untuk jarak spasi 1 m dengan Panjang bambu 6 m, 8 m, dan 21 m pada masing-masing lokasi, dapat meningkatkan stabilitas menjadi 1,368; 1,441; dan 1,335. Kemudian dengan penggunaan metode preloading pvd dapat menjamin stabilitas pada tiap tahapan timbunan serta mempercepat waktu konsolidasi menjadi 282 hari pada lokasi B4-05, 156 hari pada lokasi B4-06, dan 410 hari pada lokasi B4-07.
ANALISIS PENGARUH REMBESAN TERHADAP STABILITAS BENDUNGAN LOGUNG, KUDUS Nuryatna Nuryatna; Fauzy Noor Ibrahim; Sri Prabandiyani; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStabilitas pada suatu bendungan merupakan hal utama yang diperhatikan serta menjadi salah satu parameter penting bahwa bendungan tersebut aman dan layak untuk berdiri, dimana didalamnya terdapat peristiwa rembesan yang harus memperhatikan faktor freatic line dan permeabilitas dalam perhitungan perencanaannya. Oleh karena itu, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh rembesan terhadap stabilitas bendungan dengan menggunakan bantuan program Plaxis untuk uji cobanya. Pemodelan dibuat berdasar Shop Drawing bendungan serta data yang digunakan dalam pemodelan seperti koefisien permeabilitas dan berat jenis mengacu pada data eksisting yang telah diuji pada titik tertentu oleh laboratorium proyek terkait namun tidak mewakili data sebenarnya pada seluruh zonal bendungan dikarenakan adanya kemungkinan faktor pengaruh seperti adanya perbedaan alat berat, metode kerja, konsistensi dan ketelitian kerja dan sebagainya tiap segmen atau titik pekerjaan, kemudian nilai angka pori yang menjadi material input penelitian diasumsikan oleh sifat freatic line yang diprediksi dan dianggap representatif dengan teori kondisi yang diperhitungkan mulai dari kondisi End of Construction (kosong air), Steady (muka air normal rencana), hingga Rapid Draw Down (cepat surut). Adapun data lain seperti Sudut Geser, Angka Poison, dan lain sebagainya menggunakan asumsi yang paling mendekati dengan acuan teori seperti Das (2007,2010), Bowles (1997) dan lain sebagainya. Agar kemudian data tertentu seperti koefisien permeabilitas dan freatic line direkayasa sedemikian rupa untuk  diketahui pengaruhnya dan dibandingkan dengan kondisi eksisting untuk output angka keamanan serta deformasinya. Selain menggunakan bantuan program Plaxis, dilakukan pula perhitungan dengan menggunakan metode Bishop untuk mendapatkan angka keamanannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa parameter material desain eksisting telah memenuhi persyaratan SNI 8064:2016 namun memiliki selisih yang sedikit. Oleh karena itu tetap perlu dilakukan perbaikan menganut dari beberapa solusi seperti dilakukan metode pekerjaan grouting, memaksimalkan pekerjaan pemadatan timbunan, serta bila perlu dilakukan pekerjaan face slab pada permukaan tubuh bendungan bagian hulu.