Amelia Kusuma Indriastuti
Departemen Teknik Sipil Jl.Prof.Ir. Soedarto, Tembalang Semarang. 50275

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERDASARKAN PKJI 2014 DAN PENGAMATAN LANGSUNG (Studi Kasus : Simpang Jl. Brigjend Sudiarto/ Jl. Gajah Raya/ Jl. Lamper Tengah Kota Semarang Setio Budi; Gonzales Sihite; Amelia Kusuma Indriastuti; Eko Yuli Priyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.071 KB)

Abstract

Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia atau PKJI merupakan pemutakhiran Manual Kapasitas Jalan Indonesia atau MKJI. Studi pra-penelitian mengindikasikan hasil analisis PKJI lebih mendekati pengamatan lapangan dibandingkan hasil analisis MKJI, namun masih ada perbedaan yang signifikan. Lebih lanjut, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik antrian pada simpang bersinyal hasil analisis PKJI terhadap hasil pengamatan di lapangan, dan untuk memberikan rekomendasi faktor penyesuaian terhadap PKJI. Kajian ini diterapkan pada Simpang Gajah di Kota Semarang dengan parameter analisis jumlah antrian (NQ1 dan NQ2), panjang antrian (PA), dan rasio kendaraan henti (RKH). Hasil analisis menunjukkan bahwa antara analisis PKJI dan pengamatan lapangan terdapat perbedaan NQ1 sebesar 2,26 – 305,22 skr, perbedaan NQ2 sebesar 0,28 – 9,60 skr, perbedaan PA sebesar 8,63 – 1913,34 meter, dan perbedaan RKH sebesar 0,66 – 6,08 stop/skr. Perbedaan ini dapat diminimalkan dengan faktor koreksi (FK) meliputi faktor koreksi jumlah antrian (FKNQ1 dan FKNQ2), faktor koreksi panjang antrian (FKPA), dan faktor koreksi rasio kendaraan henti (FKRKH). Faktor koreksi digunakan dengan perumusan : nilai parameter (NQ1, NQ2, PA, RKH) PKJI terkoreksi = nilai parameter (NQ1, NQ2, PA, RKH) PKJI Hitungan x (1-FK). Luasan rata-rata per skr pada DJ<0,85 disesuaikan dari 20 m2 menjadi ±12 m2.
OPTIMASI RUANG PARKIR SHOPPING MALL TRANSMART SETIABUDI SEMARANG Atyanta Cendikya Candra Baswara; Bayu Azwar Suryawan; Amelia Kusuma Indriastuti; Djoko Purwanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Shopping Mall Transmart merupakan pusat perbelanjaan pertama  di Semarang yang dibangun dengan konsep one stop shopping atau 4 in 1 (Belanja, Bersantap, Bermain dan Menonton). Jumlah lot parkir yang disediakan belum dapat menampung semua kendaraan yang datang pada akhir pekan atau hari libur nasional. Permasalahan tersebut dikarenakan penataan ruang parkir yang belum optimal sehingga perlu dikaji lebih mendalam tentang penataan ruang parkir tersebut baik untuk masa sekarang maupun 5 tahun mendatang. Tahapan yang dilakukan meliputi: perhitungan kapasitas standar parkir, perhitungan kebutuhan parkir sekarang, optimasi sirkulasi dan ruang, optimasi gardu, prediksi kebutuhan parkir dan kinerja gardu untuk 5 tahun. Shopping Mall Transmart memiliki ruang parkir yang terdiri dari ruang parkir motor dan ruang parkir mobil yang terpisah. Berdasarkan jenis dan fungsi bangunan, Shopping Mall Transmart kebutuhan ruang parkirnya sebesar 369 SRP motor dan 433 SRP mobil. Setelah dilakukan penanganan dengan cara optimasi sirkulasi dan ruang, kapasitas hanya bertambah 25 SRP motor dan 18 SRP mobil sehingga diperlukan penanganan lanjutan yaitu dengan membangun gedung parkir baru yang juga merupakan bagian dari solusi untuk masa mendatang. Kemudian dilakukan prediksi jumlah kebutuhan parkir untuk 5 tahun ke depan hingga tahun 2023. Berdasarkan hasil prediksi tersebut maka jumlah kapasitas parkir yang harus disediakan hingga tahun 2023 adalah sebesar 424 SRP motor dan 497 SRP mobil. Mengingat lahan terbatas maka perlu disediakan gedung parkir 3 lantai yang memiliki kapasitas sebesar 437 SRP motor dan 520 SRP mobil.  Optimasi gardu dilakukan pada gardu yang mengalami antrian yaitu pada gardu masuk mobil dan gardu keluar motor. Gardu masuk mobil dioptimasi dengan cara optimasi sirkulasi dan ruang parkir, sedangkan gardu keluar motor dioptimasi dengan penanganan kondisional yaitu membuka gardu keluar lain bagi motor yaitu menggunakan gardu keluar mobil KFC karena antrian terjadi hanya pada jam puncak weekday. Prediksi kinerja gardu dilakukan hingga tahun 2023 dan menunjukkan bahwa setelah dilakukan optimasi gardu, kinerja semua gardu menjadi optimal dan tidak terjadi antrian karena nilai tingkat kegunaan (ρ) masih di bawah nilai 1.