Haryo Santoso
Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN SUSTAINABILITAS BANK HIJAU PADA BANK MANDIRI SEMARANG Rido Eko Baskoro; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.572 KB)

Abstract

Pemanasan global berdampak pada lingkungan menimbulkan tuntutan perusahaan memberikan solusi dalam aktivitas bisnisnya termasuk bank melalui bank hijau. Bank berperan penting dalam menciptakan lingkungan. Bank membiayai proyek dan menawarkan produk ramah lingkungan. Bank Sentral di Indonesia, mengatur perbankan sebagai lembaga keuangan yang mempertimbangkan sustainabilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Bank Mandiri telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan serta dampak bagi lingkungan.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode dengan kuesioner. Responden penelitian ini adalah karyawan dan nasabah Bank Mandiri di Semarang. Pengambilan sampel dipilih dengan cara purpossive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah menjalankan sustainabilitas bank dengan baik, bank telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan serta dampak program bagi lingkungan yang cukup besar.Disimpulkan bahwa Bank Mandiri telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan. Bank Indoinesia dan pemerintah segera menerbitkan regulasi bank hijau sebagai acuan penilaian dan arah aktivitas bisnis perbankan..ABSTRACTThe impact of Global Warming towards the environment resulting in company demand to provide solution in its business activities, including bank, with green banking. Bank holds important role in creating environment. Central Bank in Indonesia regulates banking as a financial conversation with sustainability in mind. The purpose of this research is to determine if Mandiri Bank has been implementing green banking activities and environmentally sustainable.The metod used in this research is questionnaire. Respondent of this research varies from working staff to customer of Mandiri Bank Semarang. Sampling process are done with purposive sampling.The research shows that Mandiri Bank has yet to have rating reference in terms of sustainability, despite the fact that green banking activities are implemented and programs’ impact towards environment are noticeable.In conclusion, Mandiri Bank has done sustainable green banking without any reference. Regulation of green banking from Bank Indonesia can be a possible reference of green banking and banking activities. It is recommended for Mandiri Bank to initiate and increase the green banking commitment.
UPAYA MINIMASI LIMBAH PADAT RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DOKTER KARIADI SEMARANG DENGAN PENERAPAN STRATEGI CLEANER PRODUCTION Yanti Martina Waruwu; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.563 KB)

Abstract

Pengelolaan limbah padat medis maupun nonmedis RSUP Dokter Kariadi Semarang dilakukan dengan mengikuti langkah pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pembuangan, dan pemusnaha            n dengan metode end-of pipe treatment.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem pengelolaan limbah padat, efisiensi sistem pengelolaan limbah padat,  prosedur housekeeping, dan penerapan strategi cleaner production dalam upaya minimasi limbah padat rumah sakit. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penerapan strategi Cleaner Production, terutama  dalam melakukan pencegahan dan pengurangan limbah rumah sakit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pengelolaan limbah padat terfokus pada pengelolaan limbah padat medis. Rata-rata kuantitas limbah padat medis yang dihasilkan adalah 536,5 kg/hari, sedangkan limbah padat nonmedis sebesar 1655,3 kg/hari. Efisiensi pengelolaan limbah padat dapat dilakukan pada tahap reduce sebesar 2,96%, reuse 5%, recycle daun kering 25%, dan recycle limbah kayu 10%. Prosedur housekeeping sudah baik. Strategi Strengths-Opportunities (SO) merupakan strategi terbaik dalam menerapkan Cleaner Production.  
ANALISIS PENERAPAN SUSTAINABILITAS BANK HIJAU PADA BANK MANDIRI SEMARANG Rido Eko Baskoro; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.572 KB)

Abstract

Pemanasan global berdampak pada lingkungan menimbulkan tuntutan perusahaan memberikan solusi dalam aktivitas bisnisnya termasuk bank melalui bank hijau. Bank berperan penting dalam menciptakan lingkungan. Bank membiayai proyek dan menawarkan produk ramah lingkungan. Bank Sentral di Indonesia, mengatur perbankan sebagai lembaga keuangan yang mempertimbangkan sustainabilitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Bank Mandiri telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan serta dampak bagi lingkungan.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode dengan kuesioner. Responden penelitian ini adalah karyawan dan nasabah Bank Mandiri di Semarang. Pengambilan sampel dipilih dengan cara purpossive sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah menjalankan sustainabilitas bank dengan baik, bank telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan serta dampak program bagi lingkungan yang cukup besar.Disimpulkan bahwa Bank Mandiri telah melaksanakan aktivitas bank hijau dan berkelanjutan. Bank Indoinesia dan pemerintah segera menerbitkan regulasi bank hijau sebagai acuan penilaian dan arah aktivitas bisnis perbankan..ABSTRACTThe impact of Global Warming towards the environment resulting in company demand to provide solution in its business activities, including bank, with green banking. Bank holds important role in creating environment. Central Bank in Indonesia regulates banking as a financial conversation with sustainability in mind. The purpose of this research is to determine if Mandiri Bank has been implementing green banking activities and environmentally sustainable.The metod used in this research is questionnaire. Respondent of this research varies from working staff to customer of Mandiri Bank Semarang. Sampling process are done with purposive sampling.The research shows that Mandiri Bank has yet to have rating reference in terms of sustainability, despite the fact that green banking activities are implemented and programs’ impact towards environment are noticeable.In conclusion, Mandiri Bank has done sustainable green banking without any reference. Regulation of green banking from Bank Indonesia can be a possible reference of green banking and banking activities. It is recommended for Mandiri Bank to initiate and increase the green banking commitment.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI PEMBELIAN HIJAU PADA GREEN COSMETIC Pany Giarti; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.651 KB)

Abstract

 Saat ini kesadaran masyarakat akan lingkungan meningkat terhadap kerusakan lingkungan, kesadaran terhadap lingkungan ini juga turut mempengaruhi kebiasaan masyarakat sebagai konsumen. Masyarakat cenderung menginginkan produk yang ramah lingkungan. Kondisi ini mengakibatkan perusahaan mengadaptasi masalah lingkungan. Salah satu konsep yang saat ini dapat diadaptasi oleh perusahaan adalah green marketing. Perusahaan yang menciptakan produk-produk bersifat green dapat membuka jalan bagi produsen untuk masuk ke pasar khususnya pasar green product. Penelitian ini menggunakan metode survey. Faktor-faktor yang diteliti diantaranya faktor perceived product price & quality (PQ), organization’s green image (OGI), environmental concern (EC), dan environmental knowledge (EK) terhadap green purchase intention (GPI). Hasil penelitian menemukan bahwa sebelum dimoderating oleh PQ semua faktor independen memiliki pengaruh signifikan terhadap intensi pembelian hijau. Setelah dimoderating oleh PQ semua faktor independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap intensi pembelian hijau dikarenakan konsumen sensitif terhadap harga yang menyebabkan  niat konsumen untuk membeli produk berkurang. Pelaku usaha disarankan mempertimbangkan faktor-faktor guna meningkatkan usaha green cosmetic.   ABSTRACT The current increase public awareness of the environment against environmental degradation , environmental awareness is also affecting people's habits as consumers . People tend to want products that are environmentally friendly . These conditions resulted in the company adapting environmental problems . One of the concepts that currently can be adapted by the company is green marketing . Companies that create products are green can pave the way for manufacturers to enter the market , especially green product market . This study used a survey method . Factors examined include factors perceived product price and quality ( PQ ) , organization 's green image ( OGI ) , environmental concerns ( EC ) , and environmental knowledge ( EK ) against green purchase intention ( GPI ) . The research found that before dimoderating by PQ all independent factors have a significant influence on purchase intentions green . After dimoderating by PQ all independent factors did not have a significant effect on purchase intentions green because consumers are sensitive to price causes consumer intentions to buy the product is reduced . Businessmen are advised to consider the factors in order to improve the cosmetic green business .
PENETAPAN STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGY-FORMULATION FRAMEWORK (Studi Kasus Pada Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran) Dwiki Puji Widitomo; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.719 KB)

Abstract

Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran merupakan salah satu tujuan wisata di wilayah Kabupaten Semarang. Tempat wisata ini dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX, Bawen. Saat ini Agrowisata Kampoeng Kopi Banaran dapat dikatakan berkembang. Namun di lain sisi, fluktuasi jumlah kedatangan wisatawan mempengaruhi pendapatan. Munculnya pesaing sejenis seperti Umbul Sidomukti, Tlogo Plantation, Cimory  dan Kampoeng Rawa juga mempegaruhi keunggulan kompetitif wisata. Hasil studi pendahuluan, sebanyak 86,67 % wisatawan menginginkan adanya pengembangan atau penambahan daya tarik wisata pada agrowisata Kampoeng Kopi Banaran, sedangkan sebanyak 13,33 % wisatawan menyatakan tidak perlu dilakukan pengembangan pada agrowisata Kampoeng Kopi Banaran. Penelitian menggunakan variabel untuk analisis lingkungan internal dan eksternal yang terdiri dari attraction, accessibility, amenity, safety, ancilary, activity, social issues dan community involvment. Tahapan selanjutnya adalah formulasi strategi dengan matriks SWOT, matriks IE, matriks SPACE dan matriks Strategi Besar yang menghasilkan tiga strategi yakni penetrasi pasar, pengembangan produk dan integrasi ke depan. Penetapan strategi menggunakan QSPM menunjukkan total skor terbesar yakni strategi pengembangan produk (skor 5,829). Prioritas kedua strategi penetrasi pasar (skor 5,751) dan ketiga strategi integrasi ke depan (skor 4,686). Abstract            Kampoeng Kopi Banaran Agrotourism is a tourist destination in Semarang Regency. It is managed by PT Perkebunan Nusantara IX, Bawen. Nowadays, Kampoeng Kopi Banaran Agrotourism has a development tourism. However, decreasing of visitors and fluctuation of profit took place in 2013 and 2014. Preliminary questionnaire given to 30 visitors shows that 20% of visitors prefers Kampoeng Kopi BanaranAgrotourism as a main destination, while the rest 80% of the visitors prefers Kampoeng Kopi BanaranAgrotourism not to be the main destination. Furthermore, 86,67% of visitors demands a suitable development or increase of tourist attraction, 13,33% of visitors declares those unessential.   Internal and external variables of environmental analysis are used in this research, which consist of attraction, accessibility, amenity, safety, ancilary, activity, social issues dan community involvment. The following step is constructed with formulation of strategy with SWOT matrix, IE matrix, SPACE matrix, and Grand Strategy matrix which is resulting in market penetration strategy, product development strategy, and future integration strategy. Strategy implementation with QSPM shows the biggest total score with product development strategy (score of 5,829). Market penetration strategy (score of 5,751) as the second priority and future integration strategy (score of 4,686) as the third priority.
UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT KARYAWAN MENURUT MASA KERJA DENGAN METODE SEVENTOOLS PADA PT. INDONESIA POWER UBP SEMARANG Rizka Amalia Kusumarini; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.795 KB)

Abstract

PT. Indonesia Power UBP Semarang adalah perusahaan yang bergerak dalam usaha pembangkitan tenaga listrik. Dengan kegiatan aktivitas perusahaan yang tinggi dan penggunaan teknologi maju, dapat berdampak pada kesehatan dan keselamatan pekerja. Dari hasil general check up, 233 karyawan terkena penyakit akibat kerja yang mengakibatkan tingginya indeks karyawan tidak masuk kerja. Diketahui terdapat 5 jenis penyakit akibat kerja yang terdominan, yaitu gangguan pendengaran, gangguan pengelihatan, Low Back Pain (LBP), Carpal Tunnal Syndrome (CTS), dan cardiomegali. Setelah diolah dengan metode seventools dengan melihat masa kerja karyawan, didapat bahwa penyakit  gangguan pendenggaran paling banyak diderita karyawan dengan jumlah total penderita 65 orang. Gangguan pengelihatan 61 orang, cardiomegali 25 orang, Low Back Pain 24 orang dan yang terakhir Carpal Tunnal Syndrome 18 orang. Kemudian 3 departemen dengan karyawan terkena penyakit terbesar adalah bagian operator, tekinik dan mesin, kimia dan lingkungan. Perbaikan yang dapat dilakukan adalah menyediakan APD seperti earplak dan masker disetiap ruang operator, rolling pekerja untuk karyawan antar shift, serta menambah penerangan atau mengganti lampu yang sudah mati khususnya di PLTU Unit 1 2 dan 3.    AbstracPT. Indonesia Power UBP Semarang is a company engaged in the business of power generation. With the activities of the company's high activity and the use of advanced technology, can have an impact on the health and safety of workers. From the results of a general check-up, 233 employees are affected by occupational disease which results in a high index of employee absenteeism. It is known there are 5 types of occupational diseases that terdominan, namely hearing loss, impaired vision, Low Back Pain (LBP), Carpal Tunnal Syndrome (CTS), and cardiomegali. Once processed by the method seventools by looking at the period of employment, found that disorders the most common pendenggaran employees with a total of 65 patients. Impairments 61, cardiomegali 25, Low Back Pain 24 people and the last one Syndrome Carpal Tunnal 18 people. Then three departments with employees exposed to the greatest disease is part of the operator, tekinik and machinery, chemical and environmental. Improvements that can be done is to provide PPE such as earplak and masks in every room operator, rolling among shift workers to employees, as well as add or replace the lamp lighting the dead, especially in power plant Unit 1 2 and 3. 
PENERAPAN EFSD DALAM MENJAGA KETERSEDIAAN BAHAN BAKU KAYU PADA UD. MITRA KARINA BANJARNEGARA Rofi Widi Nugraha; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.889 KB)

Abstract

Industri pengolahan kayu merupakan barometer peningkatan perekonomian nasional dan faktor terpenting dalam upaya meningkatkan penerimaan negara dari sektor kehutanan. EFSD adalah pendidikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu pendidikan yang memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua orang terutama generasi mendatang untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan. Untuk dimulainya penerapan EFSD pada UD Mitra Karina sebagai bentuk keberlanjutan menjaga ketersediaan bahan baku produksi di masa mendatang dilakukan dengan kuesioner dimana ada empat variabel diantaranya evaluasi kegiatan penebangan kayu, sistem penyuluhan berbasis EFSD, materi penyuluhan dan penugasan penyuluh swadaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan In-Depth Interview, Focus Group Discussion dan Observasi. Dari hasil kuesioner tersebut diperoleh kesimpulan program EFSD ini telah disetujui pihak UD. Mitra Karina dan petani kayu sebagai responden untuk diterapkan. Penyuluhan dan penerapan program EFSD ini meliputi penebangan dan pengambilan bahan baku yang terdiri dari kegiatan penebangan, pola penebangan, pemilihan jenis dan umur kayu serta pengalaman dalam penebangan serta pembuatan sistem penyuluhan yang meliputi dari beberapa aspek terdiri dari umur dan pendidikan, peran serta masyarakat, sosial-ekonomi, budaya, hukum dan pembuatan materi penyuluhan yang terstruktur sehingga dapat diterima dengan baik oleh para responden. Dampak dari program EFSD ini dirasakan UD Mitra Karina pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dengan memperoleh manfaat seperti pengembangan kualitas SDM dan teknologi ramah lingkungan, pemeliharaan lingkungan dan diversitas, keselarasan dan kelestarian budaya, keseimbangan produksi dan konsumsi, membangun rasa aman bagi generasi ke depan serta pendidikan agar sadar melakukan tindakan nyata untuk kehidupan.  AbstractWood processing industry is a barometer of the national economy and the improvement of the most  important factors in an effort to increase state revenue from the forestry sector. EFSD is an education to support sustainable development, namely education and the ability to give awareness to everyone, especially future generations to better contribute to sustainable development. For the commencement of the implementation of the UD Mitra Karina EFSD as a form of sustainability in an effort to maintain the availability of raw material production in the future is done with a questionnaire in which there are four variables including logging evaluation, based extension system EFSD, material non-public information and extension assignment. The method used is qualitative method with in-depth interviews, focus group discussions and observation. From the results of the questionnaire conclusion EFSD program has been approved by UD. Mitra Karina and of farmers wood as respondents to apply. Extension and application of this EFSD program includes logging and retrieval of raw materials consisting of logging, logging pattern, the selection of the type and age of wood as well as experience in logging and making extension system covering consists of several aspects of the age and education, community participation, social -economic, cultural, legal and manufacturing extension materials which can be structured so well received by the respondent. The impact of the program is perceived EFSD UD. Mitra Karina in particular and society in general to obtain benefits such as the development of human resources quality and environmentally friendly technologies, environmental preservation and diversity, harmony and preservation of culture, the balance of production and consumption, building security for future generations as well education to consciously take action for life.