Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Agenda Media Surat Kabar Ibukota Mei 2014 Mahmudah, Dede
Agenda Media Suratkabar Ibukota No 5 (2014)
Publisher : Agenda Media Suratkabar Ibukota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1) Topik isu paling menonjol dalam pengagendaan media suratkabar ibukota, yakni Kompas, Republika, Suara Merdeka, Tempo, dan Media Indonesia pada bulan Mei 2014 adalah menyangkut “Rencana Pembentukan Poros Baru”, topik ini dapat menonjol karena setelah usai Pemilu Legislatif 9 April 2014 partai politik mulai melakukan strategi untuk berkoalisi mengusung capres dan wapres dari koalisi mereka.2)  Bidang terbanyak dalam pengagendaan suratkabar, adalah bidang Politik, tema yang sedang menghangat di bulan Mei 2014 setelah Pemilu Legislatif dan menjelang Pemilu Capres dan Wapres 9 Juli 2014.3)   Dalam pengagendaan media, narasumber paling banyak yang dimunculkan oleh suratkabar adalah narasumber yang berasal dari “Pemerintah”. Hal ini memungkinkan karena bidang yang banyak muncul dalam pemberitaan adalah bidang politik yang sangat terkait dengan pemerintah dan instansi yang terkait.4) Narasumber pemberitaan yang didominasi oleh pihak pemerintah secara otomatis menjadikan sasaran komunikasi dari narasumber dalam pengagendaan media pada bulan Mei 2014 ini, lebih banyak diarahkan kepada pihak Pemerintah.5)   Berbagai judul yang ditampilkan dalam headlines di masing-masing surat kabar tersebut tidak ada satu pun yang persis sama, meski membicarakan topik yang sama.
TAYANGAN KEKERASAN DI TELEVISI DAN TERPAANNYA PADA KHALAYAK MASYARAKAT Mahmudah, Dede
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 4, No 1 (2013): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.296 KB) | DOI: 10.17933/mti.v4i1.50

Abstract

Since its presence, television has contributed hugely to the development of mass media. However, it seems no day without violence in television programs in Indonesia,. Based on various studies that have been done, theories constantly developed, as well as various hypotheses proposed by many experts, it is clear that television programs presenting violences can significantly increase the emergence of violences in real life. Television which is expected to be an effective media to obtain various information and to gain knowledge for the audience, in fact make people accustomed to seeing violence exposure. People even regard the acts of violence as common thing and begin to emulate. Consequently, caring for victims has faded away, or even disappeared since violence is considered as normal thing to do. Therefore, in-depth research related to the impact of violence on television is still needed, in order to obtain patterns and factors that can trigger violence depicted in television shows, as well as finds the best ways to pr event and overcome violence.
PERILAKU PSIKOLOGIS SIBER DI KALANGAN ANAK DAN REMAJA Mahmudah, Dede; Anandhita, Vidyantina Heppy
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 1 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan internet menunjukkan berbagai manfaat bagi penggunanya, termasuk untuk remaja dan anak. Melalui internet, bukan hanya membuat mereka lebih mudah dalam menjalan aktifitas sehari-hari namun juga menjadi media hiburan serta media untuk mengaktualisasikan diri dan mempermudah transaksi di bidang ekonomi. Namun, dibalik semua manfaat tersebut terdapat ancaman kejahatan yang membayangi para remaja dan anak saat mengakses internet. Potensi lain juga muncul dari sisi psikologis yang apabila diabaikan justru dapat memberikan dampak negatif bagi mereka. Dari sisi cyberpsychologist diketahui bahwa ada dampak terhadap kepribadian serta potensi ketergantungan terhadap internet khususnya bagi anak dan remaja. Sehingga bukan hanya pemanfaatan internet yang sehat dan aman yang harus diperhatikan. Strategi untuk pencegahan atau meminimalisir dampak dari cyberpsychologist bagi anak dan remaja juga harus segera disusun dan dilaksanakan. Karena dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, dampak dari cyberpsychologist adalah bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak dan sulit untuk dikendalikan.
BUDAYA DAN JARINGAN KOMUNIKASI ORGANISASI DI ERA REFORMASI BIROKRASI Mahmudah, Dede
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 1 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kritik dari masyarakat yang menuntut terjadinya perubahan dalam kinerja birokrasi pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang berdiri sejak tahun 2004 lalu, mulai melakukan proses RB. Secara kelembagaan, Kemkominfo melalui sejarah yang panjang. Berdasarkan sejarahnya tersebut, Kemkominfo telah melalui berbagai perubahan nama, visi dan misi, serta tugas pokok dari berbagai kelembagaan yang mengawali berdirinya Kemkominfo, yang disebabkan oleh pergantian kekuasaan mulai dari orde baru, awal reformasi, hingga kabinet pemerintahan yang berkuasa saat ini. Hal tersebut  memberikan pengaruh terhadap budaya birokrasi yang dianut para pegawainya. Banyak perubahan yang  harus dilakukan untuk merubah tataran sistem budaya kerja, dan pola pikir para pegawainya sehingga dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan publik menjadi semakin efektif dan professional. Pelaksanaan RB yang disertai dengan pengawasan dan evaluasi, menjadi semakin penting untuk dilaksanakan di lingkungan Kemkominfo. Selain itu perekrutan pegawai baru telah dilakukan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilakukan secara online dan hasilnya langsung dapat dilihat setelah test selesai dilakukan. Proses lelang untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama juga dilakukan sebagai bentuk transparansi jenjang promosi jabatan. Kesejahteraan untuk pegawai juga terus ditingkatkan dengan adanya peningkatan tunjangan kinerja serta wacana untuk melakukan perubahan sistem penggajian pegawai. Pemahaman mengenai komunikasi organisasi juga harus diperhatikan, sehingga peran masing-masing anggota organisasi dalam jaringan komunikasi di dalam organisasi tersebut dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Sehingga tujuan dari Reformasi Birokrasi dapat dicapai bersama-sama oleh seluruh anggota organisasi.
PENGARUH PELATIHAN VIDEO CONTENT CREATOR TERHADAP KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN DI WILAYAH KERJA BPSDMP KOMINFO JAKARTA Mahmudah, Dede; Dewi Hernikawati
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 28 No No 1 (2024): JURNAL STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA (JSKM)
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/jskm.2024.5245

Abstract

Content Creator is considered a profession that can be agile and responsive to adjust and adapt to major changes. The latest skills and knowledge for content creators are important to deal with rapid changes in technology and applications required. This new knowledge can be obtained by participating in training. Therefore, BPSDMP Kominfo Jakarta conducts video content creator training. This study wanted to see if there was a relationship between video content creator training and increased participant competency. The method in this research is a quantitative approach with explanatory research. Respondents in this study were video content creator training participants. As a result, the video content creator training held by BPSDM Kominfo Jakarta increased the competence of the participants in creating video content in online media.