Stefanus Ariyanto
BINUS University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada PT Saptawira Adhitama Tour & Travel Stefanus Ariyanto; Kartika Wijaya
Binus Business Review Vol. 2 No. 2 (2011): Binus Business Review
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/bbr.v2i2.1238

Abstract

Mulai tahun 2011, setiap entitas tanpa akuntabilitas publik diberikan pilihan menggunakan PSAK umum atau SAK ETAP. Sekali entitas memilih PSAK Umum maka tidak dapat merevisinya kembali. Oleh karena adanya isu strategis ini, maka entitas tanpa akuntabilitas publik yang sudah menerapkan PSAK Umum perlu mempertimbangkannya kembali dengan cermat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun panduan implementasi SAK ETAP bagi entitas yang ingin menerapkan standar tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian explanatory yang bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh langsung dari PT Saptawira Adhitama Tour & Travel yang merupakan entitas tanpa akuntabilitas publik dan bergerak dalam industri jasa perjalanan wisata. Selama ini perusahaan menyusun laporan keuangan hanya untuk pihak internal dan pihak IATA dalam memenuhi kewajiban pelaporan afiliasi. Standar yang diikuti dalam menyusun laporan keuangan adalah campuran antara PSAK Umum dan non PSAK. Setelah mengimplementasikan SAK ETAP pada perusahaan, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menerapkan SAK ETAP terdapat beberapa langkah yang harus diikuti entitas seperti; penyusunan neraca awal dengan mengakui dan tidak mengakui pos-pos Aset dan Kewajiban yang dipersyaratkan dalam SAK ETAP, mereklasifikasikan pos-pos yang diakui sebagai suatu jenis Aset, Kewajiban, dan komponen Ekuitas berdasarkan SAK ETAP dan menerapkan SAK ETAP dalam pengukuran seluruh Aset dan Kewajiban yang diakui Terdapat beberapa perbedaan dalam proses pencatatan akuntansi sebelum dan sesudah menggunakan SAK ETAP. Prinsip-prinsip akuntansi yang sudah sesuai dengan SAK ETAP harus dilanjutkan secara konsisten. 
ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT PROFITABILITAS SEBELUM DAN SESUDAH PENGUNGKAPAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) PADA PERUSAHAAN DALAM INDUSTRI PERTAMBANGAN DAN FARMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Yustina Herry; Stefanus Ariyanto
Binus Business Review Vol. 3 No. 2 (2012): Binus Business Review
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/bbr.v3i2.1268

Abstract

The main purpose of the company used to gain maximum profits, now has changed with more attention to environmental and social aspects (triple bottom line) in order to create balance in the implementation. The research was conducted with the aim to analyze whether there are differences in the level of profitability as seen from the ratio of profitability, namely NPM (Net Profit Margin), ROA (Return on Assets) and ROE (Return On Equity) both before and after the disclosure of Corporate Social Responsibility. The sample used in this study is companies in the mining and pharmaceutical industries listed in the Indonesia Stock Exchange disclosing CSR in the period of 2003-2008 in the annual report or separate sustainability report. There are 10 samples taken by purposive sampling method, which meets the criteria. Data were analyzed using SPSS 16.0. Hypothesis testing is performed using paired two-sample test (paired sample t-test). The result of research indicates that there are no difference in profitability at the time before and after the disclosure of CSR.