Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP PENDIDIKAN IMAM ZARNUJI DAN PAULO FREIRE Hanik Yuni Alfiyah
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.936 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.2.201-221

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengkaji konsep pendidikan Imam Zarnuji dan Paulo Freire. Mengkaji pemikiran pendidikan Imam Zarnuji dan Paulo Freire memang amat menarik, karena keduanya memiliki kekuatan masing-masing. Imam Zarnuji merupakan seorang filosof muslim dalam hal pendidikan yang ide-idenya kental dengan pesan-pesan moral. Menurutnya, selama ini peserta didik banyak menemukan kegagalan dalam hal kompetensi moral. Sehingga banyak alumni-alumni lembaga pendidikan yang cerdas tetapi kurang bermoral. Sementara itu Paulo Freire merupakan filosof pendidikan Barat yang ide-idenya kental dengan pesan-pesan pembebasan dalam pendidikan. Pendidikan harus memanusiakan manusia. Pendidikan harus membebaskan dan dapat menyelesaikan realitas problem sosial kemanusiaan. Membandingkan pemikiran pendidikan Zarnuji dengan Freire akan menemukan banyak perbedaan, karena memang mereka hidup dalam latar belakang sosial budaya yang berbeda, disamping juga paradigma keduanya yang berbeda. Hal yang menarik ketika memadukan pemikiran keduanya. Apabila melakukan pemaduan di antara kedua pemikiran tokoh tersebut, akan dapat menemukan konsep pendidikan yang humanis, membebaskan dan penuh dengan nuansa moral-transensdensi.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD DALAM MERANCANG SOAL HOTS MATEMATIKA MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN Febriarsita Eka Sasmita; M.Amin M.Amin; Hanik Yuni Alfiyah; Budi Purwantiningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2053

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes higher-order thinking skills (HOTS) as essential for students, yet its implementation in elementary Mathematics faces challenges. Teachers at SDN Gunung Sari struggle to design HOTS-based questions, particularly contextual and challenging problem-posing tasks. This community service aimed to enhance teachers’ competence through intensive training and mentoring. The program involved four stages: needs identification, conceptual and practical training, guided question development, and evaluation. Ten classroom teachers participated. Results showed notable improvement in understanding HOTS concepts and problem-posing techniques, reflected in ready-to-use HOTS Mathematics question drafts. Supporting factors included participants’ enthusiasm, relevant training materials, and hands-on methods, while inhibiting factors were limited training time and the need for ongoing mentoring. Overall, the activity successfully equipped teachers with practical skills to create high-quality assessments that promote students’ critical and creative reasoning.