Sutikno Sutikno
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

POLA PENDIDIKAN ISLAM DALAM SURAT LUQMAN AYAT 12-19 Sutikno Sutikno
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.066 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.2.287-302

Abstract

Tulisan ini mengulas pola pendidikan Islam dalam surat Luqman ayat 12-19. Pola pendidikan yang terkandung dalam surat Luqman ayat 12-19 merupakan pola pendidikan yang Islami, pola pendidikan yang berbasis keagamaan. Komponen-komponen pendidikan yang terkandung dalam surat Luqman ayat 12-19 antara lain: pendidik, peserta didik, materi pendidikan, metode pendidikan, dan tujuan pendidikan. Pendidiknya adalah Luqman; peserta didiknya anaknya Luqman; materi pendidikannya berisi aqidah, syari’ah, moral; metode pendidikannya bersifat nasihat; tujuan pendidikannya adalah keimanan, ketaqwaan, dan akhlak yang luhur.
MANUSIA DALAM KONTEKS PEDAGOGIS Sutikno Sutikno
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2035.979 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2014.2.1.189-218

Abstract

Secara pedagogis, manusia dipahami sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT untuk dididik dan mendidik. Oleh karena itu manusia itu sebagai subjek (pelaku) dan objek (sasaran) daripada pendidikan itu sendiri. Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan dan kepekaan luar biasa. Melalui pendidikan manusia dapat mengasah perasaan dan mencapai ilmu pengetahuan, melalui ilmu pengetahuan manusia dapat menciptakan sebuah kebudayaan. Oleh karena ilmunya, manusia menjadi orang yang mengetahui. Oleh karena banyaknya pengetahuan yang dimiliki manusia, maka iapun menjadi banyak dibutuhkan oleh manusia-manusia lain. Ketika manusia banyak dibutuhkan oleh manusia-manusia lain, maka posisinya pun menjadi terhormat. Kehormatannya akan mencapai derajat yang tinggi –baik di sisi Allah SWT maupun di sisi makhluk-Nya- apabila disertai dengan keimanan dan amal shaleh.
Kompetensi Keagamaan Mahasiswa Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya (Analisis Perbandingan Penerimaan Jalur SPAN, UM PTKIN dan Jalur Mandiri Tahun 2016) Sutikno Sutikno
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.819 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2017.5.2.244-263

Abstract

Bahasa Indonesia:Realita menunjukkan bahwa ada sebagian mahasiswa Prodi PAI FTK UIN Sunan Ampel Surabaya penguasaan kompetensi keagamaannya kurang memadai, terutama dalam baca tulis al-Qur’a>n dan al-H}adi>th, baik yang diterima melalui jalur SPAN, UM PTKIN maupun jalur Mandiri. Dengan demikian, timbul kekhawatiran atas kesenjangan antara masukan dan harapan keluaran Prodi PAI yang mencetak calon guru PAI yang profesional. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi evaluatif. Hasil analisis menggunakan One Way Anova menunjukkan Fhitung = 44,88 dan uji T dengan thitung =  9,433. Apabila Fhitung = 44,88 dikonfirmasi dengan nilai Ftabel, baik menggunakan taraf signifikansi 5% dan 1%, maka Fhitung> Ftabel (3,44 < 44,88 > 4,88). Apabila thitung =  9,433 dikonfirmasi dengan nilai ttabel, baik menggunakan taraf signifikansi 5% dan 1%, maka thitung> ttabel (1,665 < 9,433 > 2,376), menunjukkan ada persamaan dan perbedaan yang signifikan kompetensi keagamaan mahasiswa Prodi PAI FTK UINSA, baik jalur SPAN, UM PTKIN maupun Mandiri. Persamaannya, pertama nilai rata-rata kompetensi keagamaan pada masing-masing jalur penerimaan terletak pada nilai A- s/d A (9,18 s/d 10,49); kedua, Studi H}adi>th sebagai mata kuliah keagamaan dengan nilai terendah. Perbedaannya, nilai tertinggi jalur SPAN dan UM PTKIN ditempati oleh Aqidah Ilmu Kalam, sedangkan nilai tertinggi pada jalur mandiri ditempati oleh Fiqih Ibadah. English:It is the fact that mastery of Islamic Religious Subjects by some new students at Islamic Education Department of UIN Sunan Ampel Surabaya is not yet satisfying, especially in reading al-Qur'a>n and al-H}adi>th, by those admitted through SPAN, UM PTKIN or Jalur Mandiri (institutional test). Thus, there is an apprehension about quality disparity between the input and expected output of Islamic education teacher training program to result in professional teachers. This descriptive quantitative research uses an evaluative phenomenology approach. Based on the results of the analysis using One Way Anova, obtained F-count = 44,88 and T-test, which yield t-count = 9,433. If F-count= 44.88 is confirmed against F-table score, using both the 5% and 1% significance levels, then F-count > F-table (3.44 <44,88> 4.88). If t-count = 9,433 is confirmed with t-table value, using 5% and 1% significance level, then t-count > t-table (1,665 <9,433> 2,376), shows there are similarities and significant differences of religious competence of students of Islamic education teacher training of UINSA admitted through SPAN, UM PTKIN and Jalur Mandiri. The similarities is, first, the average score of religious competence in every entry test model lies in the A- and A (9.18 to 10.49); second, in average students experienced H}adi>th studies in the training process with as the lowest grade. The difference is that the students admitted through the SPAN and UM PTKIN modes achieved high score in Aqidah Ilmu Kalam during the training, while those coming from Jalur Mandiri are strong in Fiqh Ibadah (Fiqih 1).
Deradikalisasi Agama melalui Pendidikan Multikultural (Studi Kasus di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya) Syafii Syafii; Sutikno Sutikno; Fathur Rohman
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 9 No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v9i4.1572

Abstract

Violence in the name of religion can occur anywhere and anytime, both involving Muslims and non-Muslims. That is, religious radicalism is actually a phenomenon that commonly appears in any religion. Higher education institutions are very likely to become clusters of spreading seeds of radicalism. Not a few students become special targets of recruitment of terrorist and radical groups. Therefore, a religious deradicalization program is needed through multicultural education. Deradicalization is a solution to straighten out radical understanding in religion in order to create a society that is tolerant, inclusive, humanist, plural and democratic. Multicultural education is a tool to realize deradicalization in religion. Deradicalization of religion through multicultural education at the Faculty of Tarbiyah and UIN Sunan Ampel Surabaya Teacher Training is implemented with curriculum development model, selection of lecture materials and literature, lecture methods, (workshop) activities and cooperation. Factors supporting the deradicalization of religion through multicultural education at the Faculty of Tarbiyah and UIN Sunan Ampel Surabaya Teacher Training include the coordinated of all lecturers and employees by applicable rules, the exemplary lecturer with a professorship and become a national figure, gaining support from the Ministry of Religious Affairs. While the inhibiting factors include differences in the flow of religious organizations, differences in student intelligence levels, advances in information technology.