Mo'tasim Mo'tasim
STIT Al-Ibrohimy Galis Bangkalan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FENOMENA TA‘ZI>R DI PESANTREN (Analisis Psikologis dan Kelembagaan terhadap Penerapan Ta‘zi>r) Mo'tasim Mo'tasim
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.625 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2015.3.2.304-322

Abstract

Bahasa Indonesia:Adanya  ta‘zi>r di pesantren merupakan  sanksi  yang  diterapkan  sebagai  ganjaran untuk santri yang melanggar aturan,  dalam  upanya  pencegahan  agar tidak terjadi pelanggaran yang sama. Penerapan ta‘zi>r tentunya merupakan akibat dari perilaku santri yang tidak patuh terhadap apa yang ditetapkan di pesantren. Tulisan ini ditujukan untuk mengetahui adanya sejauh mana tindakan kekerasan anak dalam pendidikan di lembaga pesantren, dalam hal ini melalui ta‘zi>r. Di samping itu, hal ini dapat menjadi pintu masuk terhadap penelitian-penelitian yang lain yang akan membidik cara solutif dalam mengurangi dan dapat dimungkinkan secara jangka panjang dapat menghilangkan bentuk-bentuk kekerasan dalam pondok pesantren. Hal demikian dapat dilakukan apabila sejumlah kalangan baik pengelola pesantren, orang tua, pemerintah dan tokoh pesantren memiliki pemahaman yang memadai tentang hak anak (santri) untuk mendapatkan hak pendidikannya dengan cara yang humanis. Hal itu tidak terlepas dari filosofi pendidikan yang menempatkan anak didik (dalam hal ini santri) sebagai subjek pendidikan. English:Ta‘zi>r is a sanction imposed as a punishment for students who violate the rules which are stipulated in the pesantren. It aims to discourage students from doing the violation. This paper investigates the violence committed or so-called ta‘zi>r in the process of education at Islamic boarding institutions. Furthermore, it can be a fruitful area of conducting further researches on revealing the appropriate ways to reduce violence in education and to eliminate any forms of violence in the boarding school. However, to ameliorate the practice of violence in the boarding school can be achieved by supports from a number of people, including the boarding school managers, parents, the government, and Islamic scholars who have sufficient understanding of the students’ rights to gain the right education which adheres to humanistic principles. This definitely goes hand in hand with the education philosophy which regards students i.e. Islamic students as the education target.