Muchammad Ainul Yaqin
Madrasah Tsanawiyah Hasanah Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENANGGULANGAN KENAKALAN SISWA (Studi Kasus MTs Hasanah Surabaya) Muchammad Ainul Yaqin
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.125 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2016.4.2.293-314

Abstract

Bahasa Indonesia:Dalam tulisan ini penulis meneliti tentang jenis kenakalan siswa, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana usaha sekolah dalam menanggulanginya melalui internalisasi Pendidikan Agama Islam. Dari data yang diperoleh, penulis memberikan kesimpulan bahwasannya keadaan nyata kenakalan siswa MTs Hasanah masih tergolong biasa dan tidak berbahaya seperti membolos, terlambat datang ke sekolah, tidak mengerjakan PR, membuat gaduh dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan siswa sering kali disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua (broken home), pengaruh teman sepermainan dan dari diri mereka sendiri karena malas dan takut dengan guru. Sebagai upaya usaha pihak sekolah dalam menanggulangi kenakalan siswa dengan tiga cara yaitu secara preventif, represif dan kuratif. Preventif yang dianggap cukup berhasil adalah mengadakan pendekatan dengan orang tua atau wali siswa. Sedangkan cara represif yang cukup berhasil adalah dengan pemberian hukuman yang mendidik. Cara kuratif yang dianggap cukup berhasil adalah tradisi silaturrahim ke rumah siswa dengan diiringi kegiatan kegamaan dan penanaman nilai-nilai keteladanan. English:This paper deals with juvenile delinquency in many types, the antecedent factors, and how the school deals with the problem through Islamic Education as a school subject. The findings show that the delinquency level in the madrasah is still in the common level, and not dangerous, such as skipping classes, coming late to school, skipping homeworks, convulsing behaviors, etch. Several factors causing the behaviors are deserving parents’ attention (due to broken home), influence of peer friends, laziness, and being uncomfortable with teacher presence. The school deals with the problems mainly in three ways: preventive, repressive, and curative. The prevention is considered more fruitful due to the school approaches to the parents or those responsible to the students at home. Educative punishment is considered successful enough. Last, the curative also takes effect enough through the silaturrahim tradition along with religious activities and inserting values through personal modelling.