Musrifah Musrifah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi D-3 Ilmu Perpustakaan Universitas Tanjungpura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Sistem Temu Kembali Informasi Berbasis Gambar (Content Based Image Retrieval System) Di Perpustakaan Perguruan Tinggi Kedokteran Musrifah Musrifah
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i1.1486

Abstract

The rapid development of science and technology makes libraries smarter in choosing the right technology to use in disseminating and rediscovering information. As we know that rapid technological developments lead to changes that occur in the way library users live in searching, storing and utilizing large, fast and global information today. The information currently available is not limited to text or sound, video, but also image. One technology that discusses the process of image retrieval based on the existing content in the image is the content base image retrieval (CBIR). Content Based Image Retrieval System (CBIR) is one system that takes pictures based on features such as color, texture, shape or even semantic meaning of images. With the CBIR will make it easier for users of medical college libraries to obtain information and understand the information about what it needs. Therefore, the medical college library should always strive to provide all its information resources to the user, including image-based referral sources such as human anatomy, photographic diseases, internal organs, medical devices, visual aids and others, other related to the world of medicine.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semangkin pesat membuat perpustakaan harus lebih cerdas dalam memilih teknologi yang tepat untuk digunakan dalam menyebarluaskan dan menemukan kembali informasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa perkembangan teknologi yang begitu cepat menyebabkan perubahan yang terjadi pada cara hidup pengguna perpustakaan dalam mencari, menyimpan dan memanfaatkan informasi yang besar, cepat dan global saat ini. Informasi yang ada pada saat ini tidak hanya terbatas dalam bentuk teks atau suara, video, namun juga gambar (image). Salah satu teknologi yang membahas mengenai proses temu kembali gambar berdasarkan pada content yang ada pada gambar tersebut adalah content base image retrieval (CBIR). Content Based Image Retrieval System (CBIR) adalah salah satu sistem yang mengambil gambar berdasarkan fitur seperti warna, tekstur, bentuk atau bahkan arti semantik gambar. Dengan CBIR tersebut akan mempermudah pengguna perpustakaan perguruan tinggi kedokteran dalam mendapatkan informasi dan memahami informasi tersebut mengenai apa yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, perpustakaan perguruan tinggi kedokteran harus selalu berupaya menyediakan seluruh sumber-sumber informasinya kepada pemustaka, termasuk sumber-sumber rujukan yang berbasis gambar seperti anatomi tubuh manusia, foto penyakit-penyakit, organ dalam tubuh, peralatan medis, alat peraga dan lain-lainya yang berkaitan dengan dunia kedokteran.
Implementasi Teknologi Informasi Menggunakan Human Organization Technology (HOT) Fit Model di Perpustakaan Perguruan Tinggi Musrifah Musrifah
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v2i2.1258

Abstract

Human, organizational and technological is an important component in the implementation information technology in the Library of Higher Education when viewed in side its benefits. In terms of human Information Technology includes the use of the system and user satisfaction while combining roles and skills. The use of the system also relates to the person using it, the expectations, the attitude of receiving the system, and the training. In terms of organization implementing information technology in the Library of Higher Education can be checked from the organizational structure and environment. The organizational structure can be seen from the management, communication and support received from the organization. In terms of technology, in the implementation of information technology in the Library of Higher Education that can be seen from the side of quality systems, quality information, and service quality. For example the quality of the system is ease of use, ease of learning, response time, and comfort access. Criteria that can be used for the quality of information is information accuracy, availability, usefulness, and easy to understand. The quality of service concerned with the overall support delivered by technology service providers, including empathy and certainty. Manusia, organisasi dan teknologi adalah komponen penting dalam pengimplentasian teknologi informasi di perputakaan Perguruan Tinggi bila dilihat dalam sisi manfaatnya. Dari segi manusia (human) Teknologi Informasi termasuk penggunaan sistem dan kepuasan pengguna saat menggabungkan peran dan keterampilan. Penggunaan sistem juga berhubungan dengan orang yang menggunakannya, harapan, sikap menerima sistem, dan pelatihan. Dari segi organisasi (organization) pengimplementasi teknologi informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi dapat diperiksa dari struktur organisasi dan lingkungan. Struktur organisasi bisa dilihat dari manajemen, komunikasi dan dukungan yang diterima dari organisasinya. Adapun dari segi teknologi (technology), dalam pengimplementasian teknologi informasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi yaitu dapat dilihat dari sisi kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan. Misalnya kualitas sistem adalah kemudahan penggunaan, kemudahan dipelajari, waktu respon, dan kenyaman akses. Kriteria yang dapat digunakan untuk kualitas informasi adalah informasi keakuratan, ketersediaan, kegunaan, dan mudah dipahami. Adapun kualitas layanan yang bersangkutan dengan dukungan keseluruhan yang disampaikan oleh penyedia layanan teknologi, termasuk empati dan kepastian.