Nurrohmah Hidayah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Preservasi Digital Arsip Naskah Kuno: Studi Kasus Preservasi Arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Nurrohmah Hidayah; Arina Faila Saufa
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v4i1.3146

Abstract

Penelitian ini berjudul “Preservasi Digital Arsip Naskah Kuno: studi kasus preservasi arsip di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan kegiatan preservasi arsip digital naskah kuno yang ada di Barpusda Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti adalah preservasi digital dilakukan pada koleksi mikrofilm, CD, dan hard disk eksternal. Barpusda Jateng melakukan kegiatan preservasi digital dengan 3 (tiga) strategi yaitu preservasi teknologi, penyegaran, dan migrasi. Preservasi teknologi yang dilakukan adalah dengan merawat hardware dan software yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan materi digital. Penyegaran yang dilakukan adalah memindahkan materi digital dari satu media ke media lain, yaitu yang mulanya berbentuk mikrofilm diubah ke bentuk CD, selanjutnya dipindah lagi ke hard disk eksternal. Migrasi yaitu pemindahan materi digital ke media elektronik yang lebih mutakhir, yaitu yang mulanya menggunakan software Windows harus dipindah ke software Macintosh karena menyesuaikan hardware yang disediakan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan prservasi digital ini di antaranya adalah kurangnya anggaran untuk kegiatan preservasi, tidak adanya kebijakan baku untuk pelaksanaan teknis preservasi digital sehingga mengharuskan membuat SOP sendiri, dan kurangnya Sumber Daya Manusia yang membantu sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penyelesaiannya.
Upaya Perpustakaan dalam Melestarikan Khazanah Budaya Lokal (Studi Kasus Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur) Nurrohmah Hidayah
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jipi.v3i1.1540

Abstract

 This research entitled Library Efforts In Preserving Local Culture Khazanah (Case Studies Library "HAMKA" SD Muhammadiyah Condongcatur). The purpose of this study is to determine the efforts made Library "HAMKA" SD Muhammadiyah Condongcatur in preserving the local cultural treasures. This research is a qualitative research with descriptive research type. The approach used is case study. Informant in this research is librarian of Library "HAMKA" SD Muhammadiyah Condongcaturdipilih using purposive sampling technique. Data obtained through interviews, observations, and documentation studies .. The results of the analysis show that efforts made Library "HAMKA" SD Muhammadiyah Condongcatur in reducing preserve local culture that is by way of cultural knowledge, the library as a means of pemperoleh information about culture through the library. These efforts are by making the House Literasi Cultural Culture, Display Wayang and Batik for Learning Media, Literacy Literacy Wayang and Javanese Literacy, Culture-Based Library Learning, and the addition of Cultural Collection. Penelitian ini berjudulUpaya Perpustakaan Dalam Melestarikan Khazanah Budaya Lokal (Studi Kasus Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan Perpustakaan “ HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur dalam melestarikan khazanah budaya lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus.Informan dalam penelitian ini merupakan pustakawan Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcaturdipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.. Hasil analisis menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan Perpustakaan “HAMKA” SD Muhammadiyah Condongcatur dalam mengurangi melestarikan budaya lokal yaitu dengan cara cultural knowledge, yaitu perpustakaan sebagai sarana pemperoleh informasi tentang budaya melalui perpustakaan. Upaya tersebut yaitu dengan membuatan Rumah Literasi Budaya Agraris, Display Wayang dan Batik untuk Media Pembelajaran , Tangga Literasi Wayang dan Aksara Jawa, Pembelajaran Perpustakaan Berbasis Budaya, dan penambahan Koleksi Budaya.
OPEN ACCESS DAN PERPUSTAKAAN DIGITAL: Tantangan Perpustakaan dalam Mengelola Repository di Perguruan Tinggi Arina Faula Saufa; Nurrohmah Hidayah
Pustakaloka Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.15 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v10i1.1410

Abstract

Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kegiatan open access yang dilakukan di repository perpustakaan dan menjelaskan tantangan perpustakaan dalam mengembangkan kualitas repository. Salah satu indikator kualitas repository adalah adanya implementasi open access yang diterapkan dengan baik. Namun saat ini masih banyak perpustakaan yang belum menerapkan paradigma open access dengan benar sehingga banyak perpustakaan belum berani membuka informasi secara full text. Hal ini dikarenakan masih adanya kekhawatiran dengan praktik plagiarism ketika informasi tersebut dibuka secara full text. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pustakawan untuk mengembangkan kualitas repository, diantaranya; (1) Menghimbau kepada dosen pembimbing untuk meneliti dengan serius hasil karya mahasiswa, (2) Pustakawan harus menyaring (filtering) karya-karya penelitian yang akan dimasukkan ke dalam repository terkait konten, apakah karya tersebut asli atau plagiarism, (3) Pustakawan harus membantu menyadarkan kepada para peneliti dan mahasiswa di sekitar institusi untuk mempunyai moral yang baik sehingga dapat menulis karya ilmiah sesuai dengan kaidah yang berlaku, (4) Pustakawan harus selalu mengecek isi dan konten dari karya ilmiah sebelum diterbitkan sehingga karya ilmiah yang masuk merupakan karya yang berkualitas, dan (5) Pustakawan harus membuat kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang proses penerbitan karya ilmiah ke dalam repository.
Peran Pustakawan Perguruan Tinggi dalam Pencegahan Cyber Plagiarism dalam Konteks Masyarakat Virtual Nurrohmah Hidayah
Pustakaloka Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.109 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v10i1.1307

Abstract

Di era digital seperti saat ini, masalah cyber plagiarism di dunia virtual terus berlanjut dengan memanfaatkan cyber space sebagai cara mencari sebuah ide, gagasan untuk ditulis secara instan. Oleh karena itu upaya-upaya pencegahan melalui media virtual sendiri perlu digencarkan salah satunya melalui perannya pustakawan di dunia virtual. Dalam hal ini pustakawan dapat melakukan beberapa upaya seperti : 1) pelatihan literasi informasi bagi masyarakat virtual dalam dunia nyata maupun maya, 2) Mengenalkan aplikasi pendeteksi plagiarism 3) memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, instagram maupun blog atau media cyber space lainnya  untuk menyuarakan tips dan trik mempublikasikan karya 4) Membuka diskusi dalam komunitas virtualSelain itu, agar pengguna internet mampu memanfaatkan layanan informasi yang disediakan diperlukan juga kemampuan literasi Informasi. Literasi informasi ini digunakan dalam memilih, menelusur, menggunakan dan mengevaluasi informasi yang didapatkan dengan bijak dan beretika. Diatara langkah literasi informasi yang bisa digunakan oleh pengguna meliputi; (1) identifikasi, (2) eksplorasi, (3) memilih (4) mengorganisasi, (5) menciptakan, (6) menyajikan, (7) penilaian, dan (8) penerapan. Kata kunci: cyber plagiarism, cyber crime, literasi informasi, pustakawan