Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANJEMEN STRATEGI PEMASARAN BAURAN (MARKETING MIX) PERSEPKTIF EKONOMI SYARIAH Nurhadi Nurhadi Nurhadi
HUMAN FALAH: Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam HUMAN FALAH: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 6 | No. 2 | 2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakManajemen pemasaran merupakan analisis, perencanaan pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang dirancang untuk menciptakan, membuat, dan menangani pertukaran yang menguntungkan dengan para pembeli sasaran dengan maksud agar meraih tujuan perusahaan, seperti keuntungan, laju penjualan, bagian pasar dan sebagainya. Bauran pemasaran (Marketing Mix) adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran. Hal ini berarti, bauran pemasaran merupakan kumpulan-kumpulan variabel-variabel yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. Komponen-komponen pokok bauran pemasaran adalah: 1). Tempat; 2). Produk; 3). Harga; 4). Promosi. Strategi bauran pemasaran (marketing mix), dalam Islam harus memperhatikan standar keharaman dalam Islam, baik haram dari segi zat, haram selain zat, dan tidak sahnya akad yang dilakukan. Empat aspek pemasaran dalam Islam, yaitu: 1). Aspek Produk; 2). Aspek Harga; 3). Aspek distribusi atau Tempat; 4). Aspek Promosi. Keempatnya mesti sesuai syariat Islam dan tidak  melanggar etika bisnia Islam. Kata Kunci: Manjemen, Strategi, Pemasaran Bauran, Persepktif, Ekonomi Syariah.
Sholat Tanpa Tuma'ninah Perspektif Imam Malik dan Imam Abu Hanifah Nurhadi Nurhadi Nurhadi
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 13, No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/nuansa.v13i1.1544

Abstract

Abstrak: Thuma’ninah adalah diam sebentar sekedar membaca tasbih, ini pendapat Abu Yusuf al-Hanafi, sama juga mazhab Maliki yaitu ketika rukuk, sujud, i’tidal dan duduk antara dua sujud seukuran membaca tasbih. Keduanya secara prinsip tidak mewajibkan thuma’ninah. Istinbath yang di gunakan menghukumi tidak wajibnya thuma’ninah surah al-Hajj ayat 77 dan hadis ahad riwayat Bukhari dan Muslim. Sebagian mazhab Maliki wajib thuma’ninah berdalil hadis diatas. Pendapat yang kuat thuma’ninah wajib untuk sholat wajib dan sunnat untuk sholat sunnat. Namun thuma’ninah lebih baik, karena mendekatkan kekhusukan dan meraih hikmah demi kemashlahatan hamba dalam mendapatkan ketenangan dalam sholat.Kata Kunci: Sholat, Tanpa Tuma`Ninah,  Perspektif. Abstract: Thuma'ninah is silent for a while just reading prayer beads, this is the opinion of Abu Yusuf al-Hanafi, the same as the Maliki school, namely when bowing, prostration, i’tidal and sitting between two prostrations the size of prayer beads. Both in principle do not require thuma'ninah. Istinbath which is used to punish the non-obligatory thuma'ninah surah al-Hajj verse 77 and hadith ahad history of Bukhari and Muslim. Some of the Maliki schools must be thuma'ninah based on the hadith above. The strong opinion of Thuma'ninah is obligatory for obligatory prayers and sunnat for sunat prayer. But thuma'ninah is better, because it draws closer to and attains wisdom for the benefit of the servant in getting peace in prayer.Keywords: Prayer, Without Tuma`Ninah, Perspective.