Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang mempengaruhi produksi jamur tiram; untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan bersih usahatani jamur tiram, menganalisis pendapatan usahatani, pendapatan tenaga kerja keluarga, dan pendapatan tenaga kerja jamur tiram; serta menganalisis kelayakan usahatani jamur tiram. Daerah penelitian ditentukan dengan metode purposive (sengaja) dan penarikan sampel dilakukan secara sensus. Penelitian dilakukan untuk satu kali proses produksi (6 bulan). Metode analisis yang digunakan adalah regresi non-linier Cobb-Douglass untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jamur tiram, regresi linier berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan bersih usahatani jamur tiram. Analisis pendapatan bersih usahatani, pendapatan tenaga kerja keluarga, pendapatan tenaga kerja digunakan metode tabulasi sederhana, analisis kelayakan usahatani jamur tiram digunakan analisis R/C, BEP, dan ROI. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bibit, serbuk kayu, dedak, kapur, gipsum, dan luas kumbung secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi jamur tiram sedangkan secara parsial yang berpengaruh nyata hanya serbuk kayu, dedak, dan kapur. harga bibit, harga serbuk kayu, harga dedak, produksi, dan harga output secara serempak berpengaruh nyata terhadap pendapatan bersih jamur tiram sedangkan secara parsial hanya harga dedak, produksi, dan harga output yang berpengaruh nyata. Pendapatan bersih usahatani jamur tiram per petani adalah sebesar Rp. 13.846.750,- , pendapatan tenaga kerja keluarga usahatani jamur tiram per petani sebesar Rp 15.991.125,-, pendapatan tenaga kerja usahatani jamur tiram per petani adalah sebesar 17.027.196,-. Pendapatan bersih Jamur Tiram per bulan sebesar Rp. 2.307.791,-, pendapatan tenaga kerja per bulan sebesar Rp. 2.837.866,-, pendapatan tenaga kerja keluarga per bulan adalah sebesar Rp. 2.665.187,-. Jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten Deli Serdang sebesar Rp. 1.290.000/bulan, maka dapat dikatakan pendapatan usahatani jamur tiram tergolong tinggi. Usahatani jamur tiram layak untuk diusahakan dilihat dari nilai R/C sebesar 2,75, ROI sebesar 178,02, dengan ketentuan harga jual terendah Rp 6.057,39/kg dan hasil produksi minimum 475,26 kg/ periode produksi.