Abdul Gani Jamora Nasution
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Konsep Pendidikan Islam Perspektif Hadis Abdul Gani Jamora Nasution; Abu Bakar Adnan Siregar MA
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji tentang konsep pendidikan Islam perspektif hadis, dengan menggunakan pendekatan tematik filosofis. Dengan rangkaian pengumpulan dan pengecekan literatur literatur yang otoritatif, dalam mengusung konsep pendidikan Islam perspektif Hadis. Secara terminologi kajian ilmiah meliputi aktivitas pendidikan dapat dikatakan menjadi warisan satu genersi ke generasi berikunya, yang memiliki konsepsi ta‟lim, tarbiyah, dan ta‟dib. Konsepsi universalitas pendidikan seperti pelaku (pendidik dan peserta didik), proses, dan target diperdapati dalam “matan hadist”, yang kemudian penulis memformulasikan pada pendidikan keluarga dan pendidikan profesionalitas. Kontribusi kajian, dapat digunakan sebagai penguatan pendidikan Islam dan pengembangan konsepsi yang relevan masa sekarang. Kata kunci: Konsep, Pendidikan, Hadis, Karakter
Sumber Belajar vs Pembelajaran Bersanad di Madrasah Ibtidaiyah Abdul Gani Jamora Nasution; Fachruddin Azmi
NIZHAMIYAH Vol. 11 No. 2(2021): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v11i2.1255

Abstract

Abstrak: wacana pendidikan Islam terus berkembang sesuai dengan kondisi yang dialami oleh para pelaku pendidikan. Terlepas, isu dihadapkan dengan civitas akademika yang dimunculkan dari perilaku masyarakat, ataupun memang hasil dari pengkajian serius dari kalangan dunia akademik. Urgensitas fenomena ini dapat dikaitkan sebagai terbuka lebarnya aksses seluruh lapisan masyarakat dalam membahas tentang pendidikan Islam itu sendiri, yang ultimate aimsnya dipahami sebagai percepatan peningkatan kualitas pendidikan Islam. salah satu isu yang kerap dikontrakskan adalah persolan sumber belajar dengan pembelajaran bersanad yang kemudian diafirmasi pada tataran madrasah ibtidaiyah sebagai lembaga formal tingkat dasar. Karena, wacana ini terus menggelinding yang kemudian mengharuskan sebuah kajian serius, artikel ini memberikan sebuah substansi krusial terhadap tersebut. yang pada akhirnya, bahwa sumber belajar dalam dunia pendidikan bermakna filosofis dipahami apa saja yang memberikan informasi terhadap ilmu pengetahuan. Sedangkan pembelajaran bersanad dipahami sebagai aktivitas pembelajaran yang memiliki akses ketersambungan ilmu pengetahuan. Inilah kemudian, disandingkan dengan posisi strategisnya masa pendidkan dasar yang harus dikelola dengan baik agar tidak terjebak pada shock informasi.Kata Kunci: Sumber, Pembelajaran, Bersanad
Meningkatkan Motivasi dan Menanamkan Nilai Pendidikan pada Warga tentang Kesadaran untuk Bergotong-Royong Guna Menjaga Lingkungan di Desa Sawang, Kec. Sawang, Kab. Aceh Selatan Indah Permata Saputri; Mardiana Mardiana; Yusri Fauriza; Abdul Gani Jamora Nasution
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 1 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.417 KB) | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i1.2020

Abstract

Melalui kegiatan KKN-DR kita dituntut untuk mengamalkan ilmu pengetahuan,dan juga bermanfaat bagi desa berbasis moderasi beragama dan wahdatul ulum. Kita diharapkan menjadi motivator dan fasilitator dari usaha pembangunan terutama di daerah pedesaan. Masyarakat dapat berbagi permasalahan yang ada dan mencari solusi dengan berpartisipasinya peserta KKN-DR,terjalinnya kerjasama dalam proses pembangunan di daerah setempat.Adapun tujuan atau target yang diharapkan ini dapat tercapai adalah: (1) menumbuhkan rasa solidaritas gotong royong antar warga; (2) penerapan pengajaran atau pembimbingan pengajian bagi anak-anak di Mushalla; (3) penerapan webinar/sosialisasi untuk masyarakat dan (4) menumbuhkan rasa perduli lingkungan dan ksehatan bagi masyarakat setempat. Metode pelaksanaan kegiatan KKN-DR ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan pelatihan serta kegiatan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.Beberapa hasil yang dicapai dari kegiatan KKN-DR ini adalah terciptanya lingkungan yang bersih dan nyaman,menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya ksehatan disaat pandemi, dan tersedianya obat-obat alami dari tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS IV MIS ISTIQOMAH ISLAMIC FULLDAY SCHOOL KEC. SUNGGAL KAB. DELI SERDANG Abdul Gani Jamora Nasution; Aisyah Amini HSB
NIZHAMIYAH Vol 12, No 1 (2022): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v12i1.1665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik Kelas IV MIS Istiqomah Islamic Fullday School Sri Gunting Sunggal. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif. Metodelogi penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperiment (Eksperimen Semu). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa/i kelas IV MIS Istiqomah Islamic Fullday School Sri Gunting Sunggal dan sampel yang dipilih dalam penilitian ini adalah kelas IVA (kelas kontrol dengan model konvensional) dan kelas IVB (kelas eksperimen dengan model discovery learning. Analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik yang menggunakan model discovery learning IVA lebih tinggi dari hasil kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik yang menggunakan model konvensional IVB. Kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik di kelas eksperimen dengan model discovery learning diperoleh rata-rata sebesar 74,37, sedangkan pada kelas kontrol setelah diberi perlakuan dengan menggunakan model konvensional diperoleh nilai rata-rata 73. Berdasarkan pengujian hipotesis pada kelas eksperimen IVA dengan menggunakan uji-t diperoleh thitung > ttabel yaitu 3,5476 > 2,021 dengan taraf signifikan 0,05 atau 5% yang menyatakan diterimanya Ha dan Ho maka dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik Kelas IV MIS Istiqomah Islamic Fullday School Sri Gunting Sunggal.Kata Kunci: Model Discovery Learning, Kemampuan Pemecahan  Masalah Matematika Siswa
Penguatan Moderasi Beragama Melalui Pembelajaran PKN di MIN 7 Kota Medan Naila Rahmi; Abdul Gani Jamora Nasution
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4457

Abstract

Artikel ini memiliki tujuan untuk mengungkapkan tentang perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan penguatan moderasi beragama melalui pembelajaaran PKn di MIN 7 Kota Medan. Untuk mengungkapkan dan memaksimalkan hasil yang dicapai, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian, untuk menjamin keabsahan data digunakan melalui triangulasi. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut. Pertama, perencanaan pembelajaran PKn memahamkan peserta didik dalam hal penguatan modeasi beragama yang didesain sesuai dengan kurikulum  di sekolah. Kedua, pelaksanaan pembelajaran PKn sesuai RPP dengan memasukkan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajara PKn. Ketiga penguatan moderasi beragama dalam pembelajaran PKn meliputi empat aspek yaitu faktor lingkungan, integrasi mata pelajaran PKn dengan mata pelajaran Aqidah Akhlak dan Al-quran Hadits, pengenalan kebudayaan, serta penguatan melalui kompetensi guru. Dari kajian yang dilakukan, bahwa realitas multikultural sangat mendukung dalam menjalankan konsepsi moderasi beragama. Tentu juga, dibutuhkan untuk sebuah pemahaman lebih utuh untuk inklusivitas demi tercapainnya tujuan berbangsa dan bernegara