Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepribadian Pendidik Muslim dalam Persfektif Filsafat Nur Hidayati
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tulisan ini menjelaskan tentang kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yang Muslim. Metode yang digunakan adalah analisis data dari beberapa referensi. Dengan hasil kajian bahwa pendidikan Islami, pendidik adalah orang orang yang bertugas mengingatkan dan meneguhkan kembali perjanjian suci (syahadah) yang pernah diikrarkan manusia di hadapan Tuhannya. Untuk melakukan tugas itu, maka pendidik haruslah seorang yang memiliki al-‘ilm wa al-adab, yang dengan al-‘ilm dan adab tersebut ia mampu mengantarkan dirinya pada syahadah terhadap Tuhan, sehingga ia layak menempati posisi sebagai pemelihara dan pembimbing manusia untuk mengingatkan dan meneguhkan kembali perjanjian atau syahadah primordialnya terhadap Allah Swt.
Kendala Mahasiswa dalam Mengakses Literatur Islami Digital untuk Penyusunan Karya Ilmiah: Studi Eksploratif di STAI UISU Pematangsiantar Nur Hidayati
Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : DIKLINKO JOURNALS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64464/tarbiyah.v4i1.195

Abstract

This study explores the challenges faced by students of STAI UISU Pematangsiantar in accessing Islamic digital literature for academic writing. Using a qualitative approach through interviews, observations, and document analysis, the research identifies four main categories of obstacles: accessibility, digital literacy, availability of literature, and motivation and perception. Accessibility barriers include poor internet connectivity, limited devices, and high data costs. Students’ digital literacy remains low, particularly in searching for credible sources, utilizing academic databases, and applying reference management tools. Regarding availability, relevant Islamic digital literature is still limited, while the campus repository is not yet accessible online. Although students show relatively high motivation, pragmatic perceptions and the lack of institutional support often lead them to rely on open sources with questionable credibility. The findings highlight that the students’ challenges are multidimensional, encompassing technical, financial, linguistic, and structural aspects. This study is expected to provide a foundation for strengthening Islamic digital literacy policies and facilities at STAI UISU Pematangsiantar.