Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI KADER TAMAN POSYANDU BERLATAR BELAKANG IBU RUMAH TANGGA Setasih Setiasih; Arief Budhyantoro; Alita Endah S.
Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2018): Ngayah: Majalah Aplikasi IPTEKS
Publisher : Forum Layanan IPTEKS Bagi Masyarakat (FLipMAS) Wilayah Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Posyandu merupakan bentuk PAUD yang holistik integratif dan mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kader taman Posyandu adalah ibu rumah tangga yang mempunyai kepedulian terhadap perkembangan anak dan secara sukarela memberikan layanan untuk ibu dan anak usia 0-3 tahun. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi kader Taman Posyandu, menggunakan metode partisipatif, yaitu dengan cara memberikan penyuluhan tentang tumbuh kembang anak dan workshop tentang cara untuk memberikan stimulasi dan pembuatan rancangan pembelajaran untuk anak usia 0-3 tahun. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan pemahaman kader tentang tumbuh kembang anak. Para kader mampu membuat alat permainan edukatif sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang anak, membuat program pembelajaran untuk satu semester, rancangan kegiatan pembelajaran mingguan dan rancangan kegiatan harian. Kemampuan kader perlu senantiasa ditingkatkan dengan memberikan penyuluhan atau pelatihan secara berkala.Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pendidikan tinggi atau kementrian pendidikan. Kemampuan kader Taman Posyandu meningkat setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan dalam program pemberdayaan ini. Taman Posyandu is a holistic integrative form of PAUD and get a serious attention from the government. Kader Taman Posyandu actually a housewives which care about child development, and voluntarily gives services to a woman who has a child under three years old. Aim of this activiy are to increase the competency of kader Taman Posyandu, used a participative methods, by giving a knowledge about child development and workshop about teaching design for child under three years old. Result of this activity are increased of knowledge of kader Tamn Posyandu. They can make an educational instrument that supported child’s development, also teaching of semester program, weekly teaching program and daily teaching program. Kader’s competency has to developed continously by giving a knowledge or training. This activity could be done by making a joined program with university or education ministry.
MERINTIS BRANDING “KAMPUNG JAHE MOJOKERTO (KJM)” DI DESA GADING KECAMATAN JATIREJO, KABUPATEN MOJOKERTO Arief Budhyantoro
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.537 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1043

Abstract

Desa Gading merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Desa Gading memiliki luas 2011 km2 dan terletak di kawasan ekonomi dengan perubahan karakteristik perekonomian dari kawasan agraris menuju kawasan industry atau yang disebut kawasan Siborian. Potensi utama Desa Gading adalah perkebunan tebu dan perdagangan rakyat dalam hal ini UMKM. Namun demikian perdagangan yang ada berada dalam tahap stagnan karena kurangnya produk-produk asli desa yang bernilai ekonomis. Kondisi ini berdampak pada perkembangan kesejahteraan masyarakat juga cenderung stagnan, karena tidak adanya faktor pendorong yang signifikan dibidang pertumbuhan perekonomian warga. Berdasarkan permasalahan diatas maka, pemerintah Desa Gading bermaksud membangun produk-produk unggulan Desa Gading yang bernilai ekonomis sehingga dapat mendorong pertumbuhan kesejahteraan masyarakat Desa Gading. Strategi yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibentukalah kawasan khusus yang berfungsi untuk memproduksi produk unggulan Desa Gading berupa makanan dan minuman, kawasan ini disebut Kampung Jahe Mojokerto (KJM). Hasil yang diperoleh saat ini telah terbentuk rintisan kawasan Kampung Jahe Mojokerto (KJM) dengan rintisan produk unggulan adalah minuman herbal jahe, sinom, temulawak dan kue kering jahe. Produk olahan berbasis jahe ini telah dipasarkan disekitar Desa Gading. Produk olahan berbasis jahe ini belum dipasarkan di toko-toko pusat oleh-oleh di kota Mojokerto, hal ini dikarenakan produk tersebut belum memiliki PIRT. Namun demikian produk olahan ini mendapat tanggapan yang positip dari konsumen dengan adanya hasil survey yang menyatakan bahwa produk rasanya enak sebanyak 43 komentar dan pernyataan layak jual oleh responden sebanyak 83 komentar.