RB Bambang Witjahyo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK MENIRAN (PHYLLANTHUS NIRURI L.) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GINJAL – STUDI PADA MENCIT BABL/C YANG DIINDUKSI METANIL YELLOW Fadila Amalina Ariputri; RB Bambang Witjahyo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.076 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18567

Abstract

Latar Belakang : Metanil yellow merupakan salah satu bahan pewarna tekstil yang mulai disalahgunakan sebagai pewarna makanan, padahal metanil yellow mempunyai sifat iritan dan karsinogenik pada tubuh,termasuk menyebabkan kerusakan ginjal. Untuk mengurangi efek negatif zat toksik dalam tubuh, diperlukan antioksidan yang dapat berasal dari dari alam, salah satunya adalah tumbuhan meniran (Phyllanthus niruri L.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat terhadap gambaran mikroskopis ginjal mencit Balb/C yang diinduksi metanil yellow.Metode : Penelitian true experimental dengan posttest only with control group design. Sampel sebanyak 25 ekor mencit Balb/c diadaptasi selama 7 hari, setelah itu dibagi secara simple random sampling menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol (K) hanya diberi pakan dan minum standar. P1 diberi metanil yellow peroral 63 mg dalam 0,3 ml air/hari; P2 diberi metanil yellow peroral 63 mg dalam 0,3 ml air/hari dan ekstrak meniran 1,4 mg dalam 0,3 ml air/hari; P3 diberi metanil yellow peroral 63 mg dalam 0,3 ml air/hari dan ekstrak meniran 2,8 mg dalam 0,3 ml air/hari; dan P4 diberi metanil yellow peroral 63 mg dalam 0,3 ml air/hari dan ekstrak meniran 5,6 mg dalam 0,3 ml air/hari. Setelah 30 hari, mencit dimatikan kemudian dilakukan pemeriksaan mikroskopis ginjal berupa degenerasi dan nekrosis. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel, gambar, dan analisa statistik.Hasil : Rerata degenerasi tertinggi sel epitel tubulus proksimal ginjal terdapat pada kelompok P1, sedangkan rerata nekrosis tertinggi pada kelompok P2. Pada degenerasi, terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada K-P1, K-P2, K-P3, P1-P3, P1-P4, P2-P3, P2-P4, sedangkan K-P4, P1-P2, P3-P4 tidak didapatkan perbedaan yang bermakna. Pada nekrosis, didapatkan perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada K-P1, K-P2, P1-P3, P1-P4, P2-P3, dan P2-P4, sedangkan K-P3, K-P4, P1-P2, dan P3-P4 tidak didapatkan perbedaan yang bermakna.Simpulan : Pemberian ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L.) dosis bertingkat menyebabkan terjadinya perubahan gambaran mikroskopis ginjal mencit Balb/C yang diinduksi metanil yellow.
PENGARUH EKSTRAK MENIRAN (PHYLLANTHUS NIRURI L.) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS GASTER : STUDI PADA MENCIT BALB/C YANG DIINDUKSI METANIL YELLOW Alfonsus Liguori Vincent; RB Bambang Witjahyo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.997 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18537

Abstract

Latar belakang: Penggunaan pewarna Metanil Yellow sering disalahgunakan sebagai pewarna makanan. Metanil Yellow akan diabsorbsi oleh lambung sehingga menimbulkan lesi histopatologis pada gaster. Meniran (Phyllanthus niruri L.)  adalah tanaman liar yang sering dimanfaatkan sebagai herbal. Meniran memiliki sifat gastroprotektif  sehingga dapat mengurangi lesi histopatologis pada gaster.Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak meniran (Phyllanthus niruri L.) terhadap gambaran histologis  gaster  mencit Balb/c yang diinduksi metanil yellowMetode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true eksperimental laboratorik dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel mencit Balb/c jantan, umur 2-3 bulan, berat badan 20-25 gram sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok secara random. Kelompok kontrol hanya diberi pakan dan minum standart, kelompok P1 diberi 63 mg/hari Metanil Yellow, kelompok P2 diberi 63 mg/hari Metanil Yellow dan ekstrak Meniran 1,4 mg/hari, kelompok P3 diberi 63 mg/hari Metanil Yellow dan ekstrak Meniran 2,8 mg/hari, dan kelompok P4 diberi 63 mg/hari Metanil Yellow dan ekstrak Meniran 5,6 mg/hari. Pada hari ke 31 dilakukan terminasi pada mencit dan mengambil organ gaster dan dibuat preparat histologi menggunakan pengecatan HE. Setiap preparat dibaca pada 5 lapangan pandang dan dinilai skor integritas epitel mukosanya menggunakan mikroskop.Hasil: Rerata integritas epitel mukosa gaster paling besar adalah kelompok P1 yaitu 1,11 ± 0,29 sedangkan rerata integritas epitel mukosa gaster paling kecil adalah kelompok P2 yaitu 0,34 ± 0,20. Pada uji One Way Anova didapatkan perbedaan bermakna (p = 0,000). Pada uji Post Hoc didapatkan perbedaan bermakna antara P1- P2 (p=0) , P1-P3 (p=0,009), dan P2-P4 (p=0,02), lalu perbedaan tidak bermakna antara P1-P4 (p=1,000), P2-P3 (p=0,660), dan P3-P4 (p= 0,189).Simpulan: Terdapat perbedaan gambaran histopatologis gaster mencit Balb/c pada pemberian metanil yellow dan ekstrak meniran peroral dosis bertingkat selama 30 hari.