Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perancangan Prototipe Kapal Remote Control Pemberi Pakan pada Budidaya Benih Ikan Mas Berkapasitas Muatan 2 Kg Menggunakan Metode Perbandingan dengan Skala 1:25 Kasda Kasda; Susanto Susanto; Ari Aji Bekti
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 1 (2021): Volume 16, Nomor 1, April 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i1.2109

Abstract

Pemberian pakan dengan cara ditabur secara manual oleh orang sambil berjalan mengelilingi kolam untuk mendekati gerombolan ikan, menjadi tidak efektif karena dapat menguras waktu dan tenaga terutama bagi pembudidaya yang memiliki banyak kolam. Perancangan prototipe kapal remote control pemberi pakan dilakukann untuk memberikan solusi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pemberian pakan pada benih ikan usia 11-18 hari. Sebagai tahap awal penelitian, proses perancangan dilakukan untuk menentukan ukuran utama prototipe kapal yang dapat mambawa muatan maksimum pakan sebear 2 kg dan kecepatan operasi sebesar 0,81 m/s . Dari hasil perancangan dengan metoda perbandingan (skala 1:25) dan beberapa langkah modifikasi didapat ukuran utama kapal yaitu L=0,7m, B=0,22m, H=0,1m dan T=0,05, Cb=0,66 dengan displacement sebesar 5,67 kg. Hambatan kapal dihitung menggunakan metode holtrop. Pada kecepatan operasi kapal sebesar 0,81 m/s didapat hambatan sebesar 0,337 N. Dengan demikian efektif daya (EHP) dapat ditentukan sebesar 0,237 watt.
PENELUSURAN JEJAK BANGUNAN KOLONIAL DI INDONESIA BERBASIS FAÇADE BANGUNAN MENGGUNAKAN METODE CNN ARSITEKTUR VGG16 Susanto Susanto; Ari Wibowo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.3179

Abstract

Abstract: Colonialization in Indonesia, especially that carried out by the Dutch, is one of the important historical chapters in Indonesia because it was able to change the way of thinking of architecture in the Dutch East Indies to be more modern, approaching what happened in Western countries. The influence of modernism in architecture can be seen in the façade, shape, strength, and other important parts. Broadly speaking, colonial buildings are buildings that have patterns and characteristics that other buildings do not have. Therefore, the building is capable of being recognized. One way to quickly identify and trace the Dutch colonial legacy is to use the CNN method. Using the CNN method shows that the input data used can be recognized very well. Because the level of accuracy in the training stage is 97% and the accuracy value of each input image detection is more than 90%. One example is the Maybank Surabaya building, which includes a colonial architectural style with an accuracy of 100%, the Zeiss telescope dome is included in a colonial architectural style building with an accuracy rate of 99%, and other examples of buildings.Keyword: Kata Kunci 1, Colonial Architecture 2, Architectural style detection 3, CNNAbstrak: Kolonialisasi di Indonesia terutama yang dilakukan oleh Belanda merupakan salah satu babak sejarah penting di Indonesia karena mampu merubah cara berfikir arsitektur di Hindia Belanda semakin modern mendekati yang terjadi di negara Barat. Pengaruh modernism dalam arsitektur tersebut dapat dilihat pada façade, bentuk, kekuatan, dan bagian penting lainnya. Secara garis besar bangunan colonial merupakan bangunan yang memiliki corak dan ciri khas yang tidak dimiliki oleh bangunan lain. Oleh karena itu, bangunan tersebut mampu untuk dikenali. Salah satu cara dalam mengenali maupun menelusuri jejak peninggalan colonial belanda secara cepat adalah dengan menggunakan metode CNN. Dengan menggunakan metode CNN menunjukkan bahwa data inputan yang dipakai mampu dikenali dengan sangat baik. Dikarenakan tingkat akurasi di tahap pelatihan sebesar 97% serta nilai akurasi tiap deteksi gambar inputan yang mencapai 90% lebih. Salah satu contohnya Gedung maybank Surabaya termasuk tipe gaya arsitektur colonial dengan akurasi sebesar 100%, kubah teleskop Zeiss termasuk ke dalam bangunan dengan gaya arsitektur colonial dengan tingkat akurasi sebesar 99% dan contoh bangunan lainnya.Kata Kunci: Kata Kunci 1, Arsitektur kolonial  2, Deteksi gaya arsitektur 3, CNN
ANALISIS KEEFEKTIFAN PENCAHAYAAN BUATAN DALAM RUANGAN MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING (Studi Kasus Data Sensor Lingkungan Dan Konsumsi Listrik Smart Building) Susanto Susanto; Ari Wibowo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2024
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v8i1.3828

Abstract

Abstract: Lighting in an office is an important aspect which can certainly support the performance of its use. Especially in artificial lighting, it is not uncommon if the design system does not adapt to natural daylight, of course it is not effective, and has a negative impact and causes losses periodically. Therefore, it is important to know the effectiveness of using artificial lighting in a room. In this analysis process, one method that can be used is machine learning. By using CU-BEMS based data, which is obtained from environmental sensor data and electricity consumption. This data was taken over a period of 18 months, consisting of several readings from equipment installed in each room. And from this data it is used to select the required quantities so that they can suit your needs. After that, the XGBoost algorithm can be applied and the approach process carried out produces very good accuracy. This can be proven from the results of the resulting evaluation matrix, such as the R-Squared value of 0.99, the RMSE (Root Mean Square Error) is 0.028. Then, in the data testing process, high accuracy was also obtained, for R-Squared of 0.99 and RMSE (Root Mean Square Error) of 0.092. After the training and testing process has obtained very good results, we proceed to the process of analyzing the effectiveness of artificial lighting by entering certain input values, to produce information about the effectiveness of artificial lighting in certain rooms, accompanied by the level of confidence or accuracy of each prediction result.Keyword: Artificial Lighting, Sensor data and electricity consumption, Machine Learning, XGBooAbstrak: Pencahayaan pada kantor merupakan salah satu aspek penting yang tentu dapat menunjang kinerja penggunaannya. Khususnya dalam pencahayaan buatan, tidak jarang jika sistem perancangannya tidak menyesuaikan akan pencahayaan alami siang hari, tentulah tidak efektif, dan berdampak negative dan memberikan kerugian secara berkala. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui keefektifan dari penggunaan pencahayaan buatan pada suatu ruangan. Dalam proses analisis ini salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan machine learning. Dengan menggunakan data berbasis CU-BEMS, yang diperoleh dari data sensor lingkungan dan konsumsi listrik. Data ini diambil dalam kurun waktu selama 18 bulan, yang terdiri beberapa hasil pembacaan alat yang terpasang di tiap ruangan. Dan dari data tersebut digunakan untuk menyeleksi besaran yang diperlukan sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, maka penerapan algoritma XGBoost dapat dilakukan dan dari proses pendekatan yang dilakukan, menghasilkan akurasi yang sangat baik. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil matrik evaluasi yang dihasilkan seperti nilai R-Squared sebesar 0.99, besar RMSE (Root Mean Square Error) yaitu 0.028. Kemudian  pada proses pengujian data juga diperoleh akurasi yang tinggi, untuk R-Squared sebesar 0.99 dan RMSE (Root Mean Square Error) 0.092. Setelah proses pelatihan dan pengujian didapatkan hasil yang sangat baik, maka dilanjutkan ke proses analisis keefektifan pencahayaan buatan dengan mengisikan nilai inputan tertentu, untuk menghasilkan informasi mengenai keefektifan dari pencahayaan buatan pada ruangan tertentu dengan disertai tingkat kepercayaan atau keakurasian dari setiap hasil prediksinya.Kata Kunci: Pencahayaan Buatan, Data sensor dan konsumsi listrik, Machine Learning, XGBoost.
Integrasi Gravity Model dan Indeks Kansky dalam Evaluasi Struktur Ruang Wilayah Alfa Yoseph; Ari Wibowo; Susanto Susanto
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol. 10 No. 1 (2026): Oktober (INPRESS)
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v10i1.18992

Abstract

Regional connectivity is a fundamental aspect of spatial structure planning because it influences accessibility, spatial interaction among activity centers, and the efficiency of transportation systems. Subang Regency, one of the rapidly developing regions in West Java, has experienced significant economic growth and urban expansion, resulting in disparities in regional connectivity, increasing traffic volume, and suboptimal road network performance. This study aimed to evaluate the regional spatial structure of Subang Regency by integrating the Gravity Model and the Kansky Connectivity Index as a quantitative approach to identify the level of spatial interaction among activity centers and the quality of road network connectivity. A descriptive quantitative method was employed using secondary data, including population, inter-center distances, road network length, administrative area, and road network topology covering five Local Activity Centers (PKL) and twenty-four Area Service Centers (PPK). The analysis consisted of Gravity Model calculations to measure spatial interaction, road density analysis, and the Kansky Index (β) to assess road network connectivity. The integration of the Gravity Model and the Kansky Index provided a more comprehensive framework for evaluating regional spatial structure and could support infrastructure development priorities and sustainable regional planning in Subang Regency.