Penggunanan batu bara sebagai bahan bakar PLTU menyebabkan masalah serius terhadap lingkungan. Limbah yang dihasilkan dapan berupa fly ash, bottom ash dan gipsum yang selama ini di tumpuk pada gudang limbah. Salah satu solusi penggunaan Fly ash adalah sebagai material stabilisasi sub base jalan di sekitar lokasi. Suatu struktur perkerasan jalan setelah dilaksankan akan mengalami perubahan musim pengujan dan kemarau. Pada musimpenghujan lapis sub base akan mengalami genangan air merupakan masalah yang harus diatasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan manfaat penggunaan limbah fly ash untuk sub base jalan dan pengaruh durabilitas akibat perubahan musim. Perubahan musim tersebut dapat dimodelkan dengan uji durabilitas dengan 12 siklus basah kering . Berdasarkan pengujian,sub base termasuk tanah A-2 -7 sesuai USCS,dengan nilai CBR 51% pada densitas maksimum melibihi yang dipersyaratkan yaitu sebagai sub base yaitu CBR 35 % dan nilai qu dari UCS test 22,702 kg/cm² pass the minimal requirement 22 kg/cm². Uji durabilitas menunjuk sample memberikan hasil prosentase kehilangan akibat siklus sebesar 6,43 % kurang dari 10% for A-2-7 soil type.Kata kunci :Fly ash, Sub base, Durability