Febri Hidayat Saputra
STMIK AKBA, Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja Cobit Pada PT. Biro Klasifikasi Indonesia Makassar Febri Hidayat Saputra
Inspiration: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Inspiration Volume 9 Issue 1
Publisher : STMIK AKBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35585/inspir.v9i1.2485

Abstract

PT. Biro Klasifikasi Indonesia ( Persero ) Cabang Makassar merupakan salah satu perusahaan BUMN ( Badan Usaha Milik Negara ). Sebagai perusahan yang besar PT. Biro Klasifikasi Indonesia Cabang Makassar menerapkan teknologi informasi sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan bisnis dari perusahaan tersebut. Namun masih terdapat kendala-kendala dalam pemanfaatan  teknologi informasi tersebut, sehingga tujuan dari bisnis perusahaan belum tercapai.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tata kelola teknologi informasi yang berjalan selama ini di PT. Biro Klasifikasi Indonesia (Persero ) Cabang Makassar, membantu menemukan kebutuhan manajemen yang berkaitan dengan teknologi informasi, merancang penerapan tata kelola teknologi informasi yang berpotensi dapat memecahkan, mencegah permasalahan yang ada pada proses teknologi informasi yang mengacu pada praktek terbaik dari COBIT 4.1.Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara mengetahui gambaran umum perusahaan, studi pustaka, pengumpulan data, menilai kematangan/maturity proses, menentukan tingkat kematangan/maturity, memberikan rekomendasi strategi perbaikan, dan menarik kesimpulan.Dari hasil penelitian  proses-proses TI terpilih sebanyak sepuluh proses secara mayoritas tingkat kematangan/maturity tata kelola TI PT. Biro Klasifikasi Indonesia Cabang Makassar saat ini berada pada level tiga atau Define. Target tingkat kematangan/maturity tata kelola TI yang ingin dicapai adalah pada level empat atau Manage and Measureable.Untuk mencapai tingkat kemtangan/maturity yang diinginkan, dapat direkomendasikan tiga hal yaitu harus memiliki ukuran kuantitatif yang dijadikan  sasaran kinerja proses teknologi informasi, harus mempunyai fasilitas untuk memonitor dan mengukur prosedur yang sudah berjalan yang dapat mengambil tindakan jika terdapat proses yang tidak efektif, harus diperbaiki terus menerus dan dibandingkan dengan praktek-praktek terbaik dalam tata kelola TI.