This Author published in this journals
All Journal Konversi
Isna Syauqiah
Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGOLAHAN LIMBAH DETERJEN DENGAN METODE KOAGULASI-FLOKULASI MENGGUNAKAN KOAGULAN KAPUR DAN PAC Zikri Rahimah; Heliyanur Heldawati; Isna Syauqiah
Konversi Vol 5, No 2 (2016): Oktober 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v5i2.4767

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  koagulan kapur atau PAC yang paling efektif pada proses koagulasi-flokulasi dari pengolahan limbah deterjen buatan dan limbah laundry, menentukan massa optimum dari koagulan kapur atau PAC pada pengolahan limbah deterjen buatan dan limbah laundry menggunakan proses koagulasi-flokulasi dan menentukan persen maksimum penurunan BOD dan COD pada limbah deterjen buatan dan limbah laundry menggunakan proses koagulasi-flokulasi. Pada penelitian ini, kami menggunakan metode jartest atau metode koagulasi-flokulasi dengan menggunakan koagulan kapur dan PAC. Metode yang digunakan untuk menurunkan kadar BOD dan COD ialah koagulasi yaitu dicampurkannya koagulan dengan pengadukan cepat 100 rpm selama 1 menit kemudian dengan metode flokulasi yaitu dilakukan pengadukan lambat 40 rpm selama 20 menit dan diendapkan selama 30 menit. Penentuan massa optimum dilakukan dengan cara menambahkan koagulan baik menggunkan kapur atau PAC  masing-masing sebanyak 1 gr, 2 gr, 3 gr, 4 gr, 5 gr dalam 150 ml limbah deterjen buatan maupun limbah deterjen laundry. Dari variasi massa koagulan dapat diketahui persen maksimum penurunan BOD dan COD tertinggi terdapat pada koagulan kapur sebesar 12,05% dan 75% pada limbah deterjen buatan pada massa 5 gr, sedangkan pada limbah laundry sebesar 11,57%.dan 78,57% pada massa 5 gr.   Kata kunci: koagulasi-flokulasi, limbah deterjen, COD, BOD. Abstract- This research is conducted to find out the effective koagulan lime or PAC in koagulasi-flokulasi process from preparation of waste material detergent product and waste material laundry, to determine optimum mass from koagulan lime or PAC in preparation of waste material detergent product and waste material laundry using koagulasi-flokulasi process and to determine maximum percent the decrease of BOD and COD in preparation of waste material detergent product and waste material laundry. In this research, we used jartest method or koagulasi-flokulasi method by using  koagulan lime or PAC. Methode that used to decrease the value of BOD and COD is koagulasi. Koagulasi is mixed koagulan and stir fast 100 rpm for one minute, then with flokulasi method, it is stir slow 40 rpm for 20 minutes and sediment, it for 30 minutes. Determine optimum mass done by add good koagulan using lime or PAC 1 gr, 2 gr, 3 gr ,4 gr, 5 gr, in  waste material detergent product and waste material laundry. From the various mass koagulan know that the highest decrease maximum percent of BOD and COD in koagulan kapur is 12,05% and 75% on waste material detergent product  in 5 gr mass while waste material laundry is 11,57 % and 78,57% in 5 gr mass. Keywords: koagulasi-flokulasi, waste material detergent, COD, BOD
SISTEM PENGOLAHAN AIR MINUM SEDERHANA (PORTABLE WATER TREATMENT) Isna Syauqiah; Noerhadi Wiyono; Arief Faturrahman
Konversi Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v6i1.4777

Abstract

Abstrak- Air merupakan kebutuhan yang paling utama bagi makhluk hidup. Belakangan ini timbul masalah yang sangat krusial yaitu sulit untuk mendapatkan air bersih dan layak untuk dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keefektifan alat dalam mengolah air sungai menjadi air minum dan mengetahui waktu optimum dalam pengolahan air. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama yaitu perancangan portable water treatment itu sendiri yaitu dengan membuat kolom-kolom aerasi, kolom filtrasi, kolom adsorpsi, dan kolom desinfeksi yang mana alat-alat tersebut dibuat bongkar pasang. Kedua, yaitu pengoptimasian alat-alat yang bertujuan untuk menentukan waktu dan volume optimum masing-masing alat. Sehingga akan didapatkan waktu dan volume optimum untuk alat secara keseluruhan. Ketiga, hasil analisa air sungai Martapura. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa desain alat ini kurang efektif dengan kondisi kualitas sungai air Martapura untuk diolah menjadi air minum yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat sekitar karena kualitas air minum yang dihasilkan belum mencapai standar baku mutu air minum yang ditetapkan. Waktu optimum untuk alat ini adalah 135 s dengan lama desinfeksi selama 2 menit dan volume optimum air masuk adalah sebesar 2 L Kata kunci: aerasi, filtrasi, desinfeksi  Abstract- Water is the most important thing for living. Lately it is difficult to get clean water and suitable for consumption. This research aims to knowing the tool effectiveness in processing river water into drinking water and knowing the optimum time in water treatment. This research was conducted in several stages. First is the design of portable water treatment itself is by making the columns of aeration, filtration column, adsorption column, and columns where the desinfection equipment are separated. Second, the optimizing tools that aim to determine the optimum time and volume of each instrument. So it will be obtained the optimum time and volume for whole instrument. Third, the analysis results of Martapura river. Based on research results obtained that the design of this tool is less effective with the quality of Martapura river water conditions to be processed into drinking water that is usually consumed by people around because the quality of drinking water that produced has not reached the standard of specified drinking water quality standard. Optimum time for this tool is 135 s with a desinfection time  for 2 minutes and the optimum volume of entering water amounts to 2 L Keywords: aeration, filtration, desinfection