Agus Rohman
Program Studi Pendidikan Fisika, STKIP Al Hikmah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelayakan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Berorientasi Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Tema Rambatan Gelombang Bunyi Pada Telinga Agus Rohman; Woro Setyarsih
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i3.5318

Abstract

Ketidaktersediaan perangkat pembelajaran IPA terpadu menjadikan proses pembelajaran fisika, kimia, dan biologi masih belum terintegrasi satu sama lain. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran IPA terpadu berorientasi CTL pada tema Rambatan Gelombang Bunyi pada Telinga ditinjau dari kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifannya.  Penelitian ini termasuk desain penelitian dan pengembangan dengan menggunakan subyek uji coba adalah 30 siswa kelas VIII B SMPN 1 Duduksampeyan Gresik.  Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi pakar, pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, dan tes hasil belajar (THB). Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran IPA terpadu yang dikembangkan termasuk: (1) valid, karena komponen RPP, Bahan Ajar, LKS, dan THB dalam kategori baik; (2) praktis, karena keterlaksanaan pembelajaran pada ketiga pertemuan dalam kategori baik; dan (3) efektif, karena ketuntasan hasil belajar secara klasikal sebesar 83,30%. Diperoleh simpulan bahwa perangkat pembelajaran IPA terpadu berorientasi CTL termasuk layak untuk membelajarkan tema Rambatan Gelombang Bunyi pada Telinga. The unavailability of integrated science learning tools makes the learning process of physics, chemistry, and biology still not integrated with each other. Therefore, the purpose of this study is to describe the feasibility of CTL-oriented integrated science learning devices on the theme of sound waves in the ear in terms of the criteria of validity, practicality, and effectiveness. This research includes research and development design by using trial subjects is 30 students of class VIII B of SMPN 1 Duduksampeyan Gresik. Data collection techniques use expert validation sheets, observations of the implementation of learning and its constraints, test of learning and outcomes. Data analysis techniques used qualitative and quantitative descriptive techniques. The results of the study show that the integrated science learning tools developed includes: (1) valid, because the RPP, Teaching Materials, LKS, and THB components are in good categories; (2) practical, because the implementation of learning in all three meetings is in the good / very good category; and (3) effective, because the completeness of classical learning outcomes is 83.30%. It can be concluded that the CTL-oriented integrated science learning device is feasible to teach the theme of the propagation of sound waves of the ear.
Identifikasi Keterampilan Proses Sains dan Tanggungjawab Mahasiswa Melalui Pembelajaran Pemecahan Masalah Berbasis Blended Learning Agus Rohman
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v7i3.6991

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keterampilan proses sains dan tanggungjawab mahasiswa melalui pembelajaran pemecahan masalah berbasis blended learning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan fisika STKIP Al Hikmah yang mengambil matakuliah fisika dasar tahun akademik 2018/2019. Pengumpulan data menggunakan tes keterampilan proses, angket, dan pengamatan. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil tes keterampilan proses sains dengan indikator merumuskan hipotesis, menggunakan grafik untuk menyajikan informasi (komunikasi), merencanakan percobaan, analisis data, dan menarik kesimpulan rata-rata sebesar 60,8% dengan kriteria baik. Sedangkan hasil angket sikap tanggungjawab dengan indicator partisipasi, kerjasama, dan menyampaikan pendapat rata-rata sebesar 64% dengan kriteria baik. Keterampilan proses sains dan tanggunjawab mahasiswa berkategori baik dengan menggunakan pembelajaran pemecahan masalah berbasis blended learning.