Sumartono Sumartono
Lambung Mangkurat University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Siswa melalui Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Number Head Together Sumartono Sumartono; Heza Sridevi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v4i2.2579

Abstract

Membina karakter tanggung jawab terhadap peserta didik dapat dilakukan melalui pembelajaran matematika. Pada penelitian ini peneliti menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) yang diharapkan dapat mengembangkan karakter tanggung jawab siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengembangkan karakter tanggung jawab siswa menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT), (2) hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran Number Head Together (NHT), (3) hubungan antara nilai karakter tanggung jawab siswa dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang tidak sebenarnya (Pre Experimental Design). Jenis design yang digunakan adalah One-Shot Case Study sebanyak enam kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X B Tata Niaga SMK Negeri 1 Banjarmasin tahun pelajaran 2013-2014 yang berjumlah 75 siswa, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X B Tata Niaga SMK Negeri 1 Banjarmasin yang berjumlah 23 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis persentase lalu dilanjutkan dengan analisis varians, uji tukey, uji Normalitas, uji t dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) efektif dalam mengembangkan karakter tanggung jawab siswa, (2) penerapan model pembelajaran Number Head Together (NHT) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, (3) ada hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,947 antara nilai karakter tanggung jawab siswa dengan hasil belajar matematika siswa. Adapun persamaan regresinya adalah Y = 11,441 + 0,929X dengan X menyatakan nilai karakter tanggung jawab siswa dan Y menyatakan hasil belajar siswa.
Implementasi Model Kooperatif Group Investigation dalam Pembelajaran Matematika di Kelas X SMA Serli Maliyah; Sumartono Sumartono
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v1i1.560

Abstract

Penggunaan model konvensional dalam kelas menjadikan pembelajaran terlalu berpusat pada guru. Agar pembelajaran lebih berpusat pada siswa, model kooperatif tipe group investigation bisa menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa selama mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe group investigation.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata nilai hasil evaluasi belajar siswa menggunakan model kooperatif tipe group investigation termasuk dalam kualifikasi cukup. Kata Kunci : Model group investigation, hasil belajar siswa, respon siswa.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL KNISLEY DI KELAS VIII Sumartono Sumartono; Mely Karmila
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i2.4650

Abstract

Komunikasi matematis adalah kemampuan yang harus ada karena kemam­puan komunikasi matematis membantu dalam hal penyampaian informasi serta pendapat dalam pembelajaran. Selain komunikasi matematis, kemandirian belajar adalah salah satu hal penting untuk dimiliki masing-masing individu, karena keman­dirian belajar menjadi salah satutingkat berhasil matematika seseorang. Tujuannya mengetahui bagaimana komunikais matematis dan kemandirian siwa dengan model knisley dan mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara komu­nikasi matematis dankemandirian siswa dalam pembelajaran matematika memakai model knisley di kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental memakai desaian equivalent time series sejumlah enam kali. Penelitian ini meng­gunakan populasi selurus sisa kelas VIII SMP Negeri 5Banjarmasin TA 2016/2017, dan siswa kelas VIII/F sebagai sampel. Observasi dan tes untuk pengumpulan data. Data yang didapat dianalisis memakai mean, persentase, uji korelasi spearman rank dan regresi. Hasil penelitian menunjukan dengan menggunakan model knisley ke­mam­puan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika berada dalam kualifikasi baik sekali, kemandirian siswa sudah berada pada kategori menjadi kebiasaan, dan terdapat hubungan antara kemampuan komunikasi matematis setiap siswa dengan kemandirian siswa. Kata Kunci:Kemampuan Komunikasi matematis, Kemandirian Siswa, Model Knisley
Penerapan Model Creative Problem Solving (CPS) dalam Pembelajaran Matematika di Kelas VIII SMP Sumartono Sumartono; Erik Yustari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i2.612

Abstract

Proses mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa, tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan siswa merekonstruksi sendiri pengetahuannya sehingga mampu menggunakan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu diperlukan model pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada siswa untuk dapat mengeksplorasi kemampuannya. Salah satu model yang dapat memenuhi kriteria tersebut adalah Creative Problem Solving (CPS). Menurut Karen (2004) model CPSmerupakan model pembelajaran yang berpusat pada keterampilan dalam pemecahan masalah dan diikuti dengan penguatan kreativitas, sehingga diharapkan dengan diterapkannya model Creative Problem Solving (CPS) dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan partisipasi siswa selama kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan model CPS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tamban tahun pelajaran 2013-2014. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling (sampel acak) yaitu dengan mengambil satu kelas secara acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan evaluasi. Teknis analisis yang digunakan adalah menggunakan persentase dan rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa di tiap pertemuannya, dan hasil belajar siswa di akhir kegiatan pembelajaran dengan model Creative Problem Solving (CPS) di kelas VIII SMP Negeri 4 Tamban berkualifikasi baik. Kata Kunci:Creative Problem Solving, Random Sampling, aktivitas, hasil belajar.
Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble di SMP Sumartono Sumartono; Normalina Normalina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v3i1.638

Abstract

Salah satu cara pengajaran matematika yang mampu membuat siswa aktif berpikir adalah pembelajaran dengan model kooperatif. Salah satu tipe dari model kooperatif yang digunakan adalah tipe scramble. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian tentang pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Gambut pada semester genap tahun pelajaran 2013-2014. Sedangkan objek penelitian adalah motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan aktivitas belajar siswa termasuk dalam kriteria sangat baik, motivasi belajar matematika siswa termasuk dalam kategori sangat tinggi dan hasil belajar siswa termasuk dalam kriteria amat baik. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe scramble, motivasi, hasil belajar