Indah Budiarti
PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH BERORIENTASI HOTS Siti Mawaddah; Indah Budiarti; Mahpi Aulia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i1.9750

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan dan menghasilkan perangkat pembelajaran matematika konteks lahan basah berorientasi HOTS untuk siswa SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Plomp dengan kriteria valid, praktis dan efektif untuk mengetahui terpenuhi atau tidak kriteria valid, praktis dan efektif  maka dilakukan validasi dan uji coba. Hasil uji validasi oleh dua orang validator menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika (LKPD dan THB) yang dikembangkan memenuhi kriteria valid. Hasil uji coba untuk kepraktisan perangkat pembelajaran, tingkat keterlaksanaan LKPD untuk setiap pertemuan berada pada kategori tinggi sehingga disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan adalah praktis. Untuk keefektifan, semua indikator yakni ketuntasan belajar, aktivitas siswa dan respon siswa memenuhi kriteria yang ditetapkan. Dalam hal ketuntasan belajar sekitar 84,5% siswa yang mendapatkan skor  minimal 70. Semua aktivitas siswa berada dalam kriteria keefektifan yang ditetapkan, dan respon siswa berdasarkan beberapa pertanyaan yang diberikan adalah positif. Konteks lahan basah pada perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu makanan, flora fauna, budaya, alat transportasi dan tempat wisata di Kalimantan Selatan. Kata kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran, lahan basah, HOTS Abstract: The purpose of this study was to describe the process of developing and producing HOTS-oriented wetland context mathematics learning tools for junior high school students. This development research using the Plomp development model with valid, practical and effective criteria. To determine whether valid, practical and effective criteria are met or not, validation and trials are conducted. The results of the validation test by two validators showed that the mathematics learning tools (LKPD and THB) developed met the valid criteria. The results of the trial for the practicality of learning tools, the level of implementation of the LKPD for each meeting were in the high category, so it was concluded that the LKPD developed was practical. For effectiveness, all indicators, namely learning completeness, student activities and student responses meet the established criteria. In terms of learning completeness, about 84.5% of students get a minimum score of 70. All student activities are within the effectiveness criteria set, and student responses based on some of the questions given are positive. The wetland context in the learning tools developed are food, flora and fauna, culture, transportation and tourist attractions in South Kalimantan.Keywords: Keywords: development, learning tools, wetland, HOTS.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA KONSEP GEOMETRI PADA POLA GERAK TARI TRADISIONAL BANJAR BAKSA KEMBANG Habibah Habibah; Iskandar Zulkarnain; Indah Budiarti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.14090

Abstract

Pembelajaran matematika berbasis budaya yakni bagian dari cara yang dipersepsikan bisa menciptakan pembelajaran matematika bermakna dan kontekstual yang sangat terkait dengan budaya. Kegiatan penggalian dan pemaknaan matematika melalui budaya tersebut dikenal dengan etnomatematika. Etnomatematika dipakai untuk menggali nilai-nilai matematika dan konsep geometri pada pola gerak tari Baksa Kembang. Tujuan penelitian ini guna mengetahui konsep geometri yang diterapkan dalam bermacam-macam pola gerak tari Baksa Kembang. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi mengenai gerak tari Baksa Kembang serta instrumen dalam penelitian ini terdiri dari instrumen utama yaitu peneliti sendiri dan instrumen bantu berupa pedoman wawancara dan observasi serta alat dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, untuk teknik keabsahan data yang dipakai yaitu triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada setiap pola gerak tari Baksa Kembang menerapkan konsep geometri di dalamnya. Konsep geometri berupa geometri dimensi satu tergambar dari pola lantai berbentuk garis lurus dan dimensi dua tergambar dari bentuk pola lantai berbentuk segitiga, transformasi geometri refleksi dan rotasi, serta sudut yang diterapkan yaitu sudut lancip dan sudut tumpul. Kata Kunci: Etnomatematika, gerak tari Baksa Kembang, konsep geometri. Abstract: Mathematics learning that is based on culture is one technique that is thought to be able to make mathematics learning more relevant and contextual. Ethnomathematics is the process of extracting and interpreting mathematics through culture. Ethnomathematics was utilized to study mathematical values and geometric notions in the movement patterns of the Baksa Kembang dance. The goal of this research is to understand which geometric principles are used in Baksa Kembang dance forms. This study took a qualitative method with ethnographic research as its focus. Data was collected through interviews, observations, and recording of Baksa Kembang dance motions, with the researcher serving as the primary instrument, as well as auxiliary instruments such as interview and observation guidelines, and documentation tools. Data reduction, data presentation, and conclusion drafting were the data analysis methods employed, with data validity determined using the triangulation method. Every Baksa Kembang dance movement pattern contains the concept of geometry, according to the findings of this study. The first dimension is formed from the floor pattern in the form of straight lines, while the second dimension is derived from the triangular-shaped floor pattern, the transformation of reflection and rotation geometry, and acute and obtuse angles are used. Keywords: Ethnomathematics, Baksa Kembang dance moves, geometric concepts.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Elva soraya putri salsabella; Iskandar Zulkarnain; Indah Budiarti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i1.14143

Abstract

Model pembelajaran Problem Based Learning pada Pembelajaran Matematika telah banyak dikaji, diterapkan dan dipublikasikan dalam artikel ilmiah karena mampu meningkatkan koneksi matematis siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa seberapa besar pengaruh Model PBL dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa terhadap pembelajaran matematika: 1) Secara keseluruhan, 2) Berdasarkan jenjang Pendidikan, dan 3) Berdasarkan variabel terikat. Metode penelitian yang digunakan yaitu meta analisis. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu dokumentasi pengumpulan data dan informasi berbentuk tulisan angka yang berupa laporan dan keterangan sehingga dapat mendukung penelitian. Teknik analisis data diperoleh melalui proses seleksi ketat dengan kriteria tertentu yaitu berjumlah 14 penelitian dan yang memenuhi kriteria tersebut berjumlah 7 untuk dianalisis menggunakan software Comprehensive Meta Analysis (CMA) V3.0 dan Microsoft Excel. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: (1) Secara keseluruhan model Problem Based Learning  berpengaruh pada Pembelajaran Matematika dengan ­effect size 1,118 masuk dalam kategori efek besar;(2) Berdasarkan jenjang pendidikan model pembelajaran Problem Based Learning memiliki hasil ­effect size kategori besar dan yang paling berpengaruh diterapkan di jenjang SMP;(3) Berdasarkan kelima variabel terikat yaitu kemampuan berpikir kritis, penalaran matematis, pemahaman konsep matematika, koneksi matematis, dan hasil belajar nilai ­effect size termasuk kategori besar dan yang paling berpengaruh dipakai pada kemampuan koneksi matematis. Kata kunci: Problem Based Learning, Meta Analisis, Pembelajaran Matematika Abstract: The learning model of Problem Based Learning in Mathematics Learning has been widely studied, applied and published in scientific articles because it is able to improve students' mathematical connections in learning. This study aims to analyze how much influence the PBL Model has in improving students' mathematical connection skills towards learning mathematics: 1) Overall, 2) Based on educational level, and 3) Based on the dependent variable. The research method used is meta-analysis. The data collection technique is documentation of data and information form written numbers or reports so the information can support research. Data analysis technique was obtained strict selection process with certain criteria, namely 14 studies and 7 studies to be analyzed using Comprehensive Meta Analysis (CMA) V3.0 software and Microsoft Excel. The conclusions of this study is: (1) Overall Problem Based Learning  effect size on Mathematics Learning of 1.118 included in the large effect category; (2) Based on education level, Problem Based Learning has a large effect size category and the most influential applied at the junior high school level; (3) Based on the five dependent variables, namely critical thinking skills, mathematical reasoning, understanding mathematical concepts, mathematical connections, and learning outcomes,effect size are included large category and the most influential used on mathematical connection abilities. Keywords: Problem Based Learning, Meta Analysis, Mathematics Learning
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA BERKATEGORI TINGGI MENGGUNAKAN WATSON-GLASER CRITICAL THINKING APPRAISAL DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Putri Andini Gunawan; Hidayah Ansori; Indah Budiarti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.16133

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan kemampuan yang mengarahkan seseorang untuk mengambil keputusan terhadap kesimpulan yang tepat. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kemampuan seseorang. Pengukuran tingkat kemampuan berpikir kritis matematis dapat dilakukan menggunakan instrumen tes Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). Materi yang digunakan dalam mengukur kemampuan ini adalah persamaan dan fungsi kuadrat. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas IX berkategori tinggi menggunakan Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari siswa laki-laki dan siswa perempuan yang memenuhi kategori tinggi pada nilai akademik matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kemampuan berpikir kritis matematis siswa laki-laki berkategori tinggi mencapai kategori TBK 0 atau tidak kritis, (2) kemampuan berpikir kritis matematis siswa perempuan berkategori tinggi mencapai kategori TBK 1 atau kurang kritis, dan (3) kemampuan berpikir kritis matematis siswa laki-laki berkategori tinggi sedikit lebih rendah dibandingkan dengan siswa perempuan berkategori tinggi. Kata kunci: Berpikir kritis, persamaan dan fungsi kuadrat, WGCTA, jenis kelamin Abstract: Mathematical critical thinking skills is skills that directs someone make decisions to the right conclusions. Gender is one of the factors that can distinguish someone's level skills. Measuring the level of mathematical critical thinking skills can be done by using the Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) test instrument. One of the lessons that can be used to measure these skills is quadratic equations and functions. The purpose of this research is to describe the mathematical critical thinking skills of IX-grade students by using Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA) in terms of gender. This research used a qualitative approach with the descriptive type of research. The subjects of this research consisted of male and female students who met the high category in mathematics academic scores. The data collecting techniques used were tests, interviews, and documentation. The data analysis techniques carried out were data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the research show that: (1) the critical thinking skills of male students reach TBK category of 0 or not critical, (2) the critical thinking skills of female students reach TBK category 1 or less critical, and (3) the critical thinking skills of male students are slightly lower than female students. Keywords: Critical thinking, quadratic equations and functions, WGCTA, gender