This Author published in this journals
All Journal Info-Teknik
Yuslan Irianie
PS T. Sipil FT Unlam

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbandingan Antara Metode NCSA Dan Metode Analisa Komponen Bina Marga Dalam Menentukan Tebal Perkerasan Yuslan Irianie
INFO-TEKNIK Vol 8, No 1 (2007): INFOTEKNIK VOL. 8 NO. 1 2007
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v8i1.1718

Abstract

There are some method to design flexible pavement, two of them are Bina Marga Component Analysis and NCSA method. Both of these methods really have difference. Thus, writer was interested to have a research. The aim of this research is compare both of them on the depth of pavement design.On this paper both of this method used to design Trisakti–Liang Anggang trip by A. Yani higway.On this study, NCSA method resulted  D1 = 5 cm, D2 = 10 cm, D3 = 17,5 cm and Bina Marga Component Analysis method resulted  D1 =  5 cm, D2 = 10 cm,  D3 = 27 cm.
PERBANDINGAN ANTARA METODE NCSA. DAN METODE ANALISA KOMPONEN BINA MARGA DALAM MENENTUKAN TEBAL PERKERASAN Yuslan Irianie
INFO-TEKNIK Vol 7, No 1 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 1 2006
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v7i1.1695

Abstract

There are some method to design flexible pavement, two of them are Bina Marga Component Analysis and NCSA method. Both of these methods really have difference. Thus, writer was interested to have a research. The aim of this research is compare both of them on the depth of pavement design.On this paper both of this method used to design Trisakti–Liang Anggang trip by A. Yani higway.On this study, NCSA method resulted  D1 = 5 cm, D2 = 10 cm, D3 = 17,5 cm and Bina Marga Component Analysis method resulted  D1 =  5 cm, D2 = 10 cm,  D3 = 27 cm.
Analisis Tingkat Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Bangunan Gedung Di Banjarmasin Yuslan Irianie
INFO-TEKNIK Vol 5, No 2 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 2 2004
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v5i2.1662

Abstract

Masalah poduktivitas tenaga kerja dari suatu perusahaan adalah sangat penting, karena maju mundurnya suatu perusahaan tergantung pada naik turunnya poduktivitas tenaga kerjanya.  Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja, salah satunya adalah motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan elemen-elemen motivasi kerja dengan produktivitas kerja dan elemen mana yang mempunyai pengaruh terbesar, serta perbedaan tanggapan tenaga kerja terhadap elemen-elemen motivasi kerja ditinjau dari perbedaan karakteristiknya.Pada pelaksanaan penelitian, dilakukan wawancara, observasi dan kuesioner yang dibagikan untuk 40 orang responden yang diambil dari 2 buah proyek konstruksi bangunan gedung untuk mendapatkan data pengujian. Dalam analisis digunakan beberapa metode, yaitu Analisis Korelasi, dan Regresi Linier Berganda.Berdasarkan variabel dependent produktivitas tenaga kerja (Y) dan variabel independent motivasi kerja (X) dari elemen keselamatan dan kesehatan kerja (X1), jenis pekerjaan (X2), upah (X3) dan kerjasama (X4) yang didapat, selanjutnya dari hasil Analisis Korelasi Linier Berganda didapatkan Koefisien Korelasi Linier Berganda (Multiple R) sebesar 0,90629 dan Koefisien Penentu (R. Square) sebesar 82,14 %. Dari analisis Regresi Linier Berganda didapatkan persaman Regresi sebagai berikut : Y = 1,628160 + 0,113222 x1 + 0,430850 x2 + 0,572564 x3 + 0,399506 x4. Sedangkan analisis perbedaan tanggapan terhadap elemen-elemen motivasi ditinjau dari perbedaan karakteristik responden diperoleh hasil bahwa tanggapan ditinjau dari masa kerja, posisi/jabatan dan tingkat pendidikan, rata-rata menunjukan penilaian yang memuaskan atau cukup memuaskan. Perbedaan terjadi pada tanggapan terhadap Elemen Kerjasama ditinjau dari Masa Kerja dan Posisi/Jabatan..
EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PROSES PEMBANGUNAN INDUSTRI KONSTRUKSI Yuslan Irianie
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1809

Abstract

Manajemen Konstruksi merupakan alternatif pola/sistem teknik pengelolaan dalam proses pembangunan industri konstruksi yang memadukan tahap-tahap proses pembangunan menjadi satu kesatuan/keterpaduan. Efektifitas penerapan sistem manajemen konstruksi dalam proses pembangunan dapat mengoptimalisasikan pengelolaan dan pengendalian baik ditinjau dari aspek biaya, waktu maupun kualitas dalam mencapai tujuan/target yang telah ditentukan. Penulisan ini mencoba mengkaji/menelaah sejauhmana efektifitas dan efisiensi penerapan sistem manajemen konstruksi dalam proses pembangunan industri konstruksi dan memberikan gambaran-gambaran tentang manfaat dan optimasi yang didapat dalam penerapannya ditinjau terhadap aspek biaya dan waktu. Peranan manajemen konstruksi dimulai sejak tahap perancangan sampai sesudah tahap pelaksanaan sehingga tahap pelaksanaan (construction) dapat dimulai lebih awal walaupun tahap perencanaan (design) belum selesai (overlap), sehingga  waktu penyelesaian proyek konstruksi lebih pendek/cepat jika dibandingkan dengan sistem konvensional/tradisional, dimana dengan penerapan sistem manajemen konstruksi didapat penghematan waktu proses pembangunan sebesar batasan alokasi waktu tahap pelaksanaan (construction). Terhadap aspek biaya dimana penerapan sistem manajemen konstruksi jika dibandingkan dengan sistem kontraktor utama didapat penghematan biaya pembangunan ditinjau terhadap biaya pengelolaan, pajak dan profit-profit jasa konstruksi. Dimana pada sistem kontraktor utama : investasi riel = 100 % - 42,50 % = 57,50 % ; sedangkan pada sistem manajemen konstruksi : investasi riel = 100 % - 26 % =             74 % , sehingga didapat keuntungan secara teoritis dengan sistem manajemen konstruksi =  74 % - 57,50 % = 16,50 % dari biaya proyek.
ANALISIS PENGARUH KETERSEDIAAN SUMBER DAYA TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR DALAM PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Proyek di Kabupaten Kapuas) Yuslan Irianie
INFO-TEKNIK Vol 10, No 1 (2009): INFOTEKNIK VOL. 10 NO. 1 2009
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v10i1.1763

Abstract

Kinerja yang baik umumnya sulit dicapai oleh perusahaan-perusahaan kontraktor di Kabupaten Kapuas, terutama pada proyek kualifikasi menengah keatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan memberikan penilaian dalam memilih perusahaan kontraktor yang lebih baik dari segi penyediaan sumber daya terhadap kinerja proyek yang telah dilaksanakan. Untuk ini digunakan analisis faktor untuk untuk mengetahui variable yang berpengaruh besar dalam setiap faktor sumber daya terhadap kinerja kontraktor. Kemudian dilakukan pengelompokan berdasarkan ketersediaan sumber daya yang dimiliki dengan menggunakan analisis kelompok (cluster analysis), dan selanjutnya dilakukan penilaian dan penentuan terhadap kontraktor yang lebih baik dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Procees (AHP).Dari penelitian ini berdasarkan analisis faktor dihasilkan faktor sumber daya manusia / tenaga kerja memiliki nilai variance terbesar dalam memberikan pengaruh dominan terhadap kinerja perusahaan kontraktor yaitu sebesar 53,29% diwakili oleh variable lingkungan kerja dan kualitas pelayanan. Hasil dari analisis kelompok/Cluster Analysis diperoleh perusahaan kontraktor dengan kinerja yang lebih baik (kelompok 1), yaitu: PT,Cahaya Baru Indah Persada, PT.Agratama Karya Mulia dan PT.Berkat Restu Ibu Konstruski. Sedangkan hasil dari Analytical Hierarchy Procees (AHP) diperoleh kontraktor dengan kinerja yang lebih baih baik yang memiliki bobot prioritas terbesar yaitu 52,13% atau leih dari 50% proyek yang dikerjakan dapat memenuhi standar penyelesaian dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kapuas.