This Author published in this journals
All Journal Info-Teknik
Achmad Rusdiansyah
PS T. Sipil FT Unlam

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERUBAHAN AREAL KEDAP AIR TERHADAP AIR PERMUKAAN Achmad Rusdiansyah
INFO-TEKNIK Vol 5, No 2 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 2 2004
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v5i2.1666

Abstract

Genangan air sering kita lihat dan rasakan disetiap ruas jalan di perkotaan dan dimana saja. Keadaan ini merupakan langganan tiap tahun terutama pada musim penghujan. Telah banyak pendapat yang disampaikan oleh masyarakat alasan-alasan penyebab genangan air tersebut, salah satunya adalah disebabkan berkurangnya lahan resapan akibat pembangunan perumahan, dll, sehingga volume air hujan yang jatuh dan menjadi air permukaan semakin bertambah besar. Anggapan ini akan dicoba dan dibuktikan dengan analisa rekayasa hidrologi.Hubungan perubahan volume air permukaan dengan perubahan lahan resapan  dianalisa di laboratorium dengan alat Rainfall Hydrografhs. Parameter hidrologi yang diambil dalam percobaan adalah tinggi curah hujan yang diasumsikan konstan. Parameter hidrologi lain yang ditetapkan yaitu areal/lahan kedap air yang berubah bertahap mulai kondisi awal 0,0 % , 25 %. 50%, 75 % dan sampai 100 % kedap air terhadap luas area hujan effektif.Dari percobaan-percobaan hidrograp tersebut diatas, dapat diketahui bahwa terdapat kenaikan volume air akibat pertambahan kenaikan luasan areal kedap air. Pertambahan lahan kedap air seluas 25 %  telah menaikan volume air permukaan sebesar 13,1 satuan, pertambahan lahan kedap air 50% telah menaikan volume air permukaan sebesar 14,6 satuan, pertambahan lahan kedap air 75% telah menaikan volume permukaan sebesar 19,8 satuan dan pertambahan lahan kedap 100%  menaikan volume air permukaan sebesar 18,1 satuan.Hasil analisa diatas maka pertambahan 25% areal kedap air telah menambah volume air permukaan sebesar 15,99% , penambahan lahan kedap air 50 % menambah volume air permukaan sebesar 17,82 %, penambahan lahan kedap air 75 % volume air permukaan bertambah 24,17 % dan kedap air 100 % volume air permukaan bertambah 22,10 %., dengan demikian menghasilkan suatu formula berupa garis lurus  Y = 0,0249 X + 0,1379 dimana Y adalah prosentase pertambahan volume air dan X adalah prosentase pertambahan areal kedap air. Kedua nilai tersebut dinyatakan dalam bentuk perbandingan yaitu 1 : 3.     
IDENTIFIKASI KUALITAS PERAIRAN DI SUNGAI KAHAYAN DARI KEBERADAAN SISTEM KERAMBA STUDI KASUS SUNGAI KAHAYAN KECAMATAN PAHANDUT KALIMANTAN TENGAH Rezha Setyawan; Achmad Rusdiansyah; Hafiizh Prasetia
INFO-TEKNIK Vol 13, No 2 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 2 2012
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v13i2.1836

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta mahkluk hidup lainnya. Sungai Kahayan yang berada di Kec. Pahandut Provinsi kalimantan Tengah yang merupakan salah satu sumber air berupa daerah aliran sungai  yang rentan terhadap pencemaran, khususnya dari aktivitas sistem keramba ikan yang menyebabkan penurunan kualitas air di perairan akibat dari sisa pakan dan kotoran yang apabila terdegradasi oleh mikroorganisme pengurai akan meningkatkan konsentrasi nutrient berupa nitrat dan fospat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui status kualitas air dilihat dari DO, pH, BOD, dan kandungan amoniak (NH3) yang berada di perairan Sungai Kahayan yang didukung dengan parameter kecerahan, kedalaman, dan kecepatan arus. Sampling dilakukan di 5 stasiun mulai dari Jembatan Kahayan sampai dengan Pembataan yang dipilih secara purposive. Pengukuran dan pengambilan sampel dilakukan pengukuran langsung dilapangan (in situ) dan di laboratorium (ex situ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode environment quality index (EQI). Status kualitas air diperairan Sungai Kahayan berdasarkan metode environment quality index (EQI) tergolong dalam kelas I dimana kisaran nilai KA yang rata-rata berada pada 0,21 – 0,40  yaitu tergolong buruk, menurut PP no 82 Tahun 2001 kualitas air Sungai Kahayan masih belum sesuai dengan kriteria baku mutu air kelas I. Nilai parameter DO dan pH masih mendekati ambang baku mutu yang berkisar (kisaran 4,63 mg/L -6,20 mg/L), dan (5,06-6,09)  namun NH3 dan BOD masih jauh dalam baku mutu air minum yaitu (0,62 mg/L -1,02 mg/L), dan (4,20-12,62 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem keramba yang ada di Sungai Kahayan menyebabkan penurunan kualitas air, khususnya meningkatkan  parameter BOD, dan kandungan amoniak (NH3).
POLA ARUS DI KOLAM PASANG SURUT AKIBAT PENGARUH ANGIN Achmad Rusdiansyah
INFO-TEKNIK Vol 7, No 1 (2006): INFOTEKNIK VOL. 7 NO. 1 2006
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v7i1.1693

Abstract

The Characteristics of water quality in shallow water of the pool of the rise and fall of the tides depend on the movement of stream flow.  Thus, on the first stage is the analysis of stream pattern and velocity.  The stream in pool of the rise and fall of the tides is influenced by the tides movement, besides, it can happened because of the side effect of winds blow.  The influence of the winds blow with a velocity will give forces on the water surface such as shearing force, and for the result, it push the water mass so the stream movement happen, witch is stated in the continuity and momentum equations.The stream pattern flow and velocity result can be examined by making a two dimensional (2-D) hydrodynamic of numerical model. The model is based on the numerical solution of continuity and momentum equations, which are solved with finite different method, the explicit of Mac Cormack method.The validity of model is tested with model experiment, 1-D stream flow and 2-D stream flow simulations with rectangle stream pattern.  The experiment is done in the pool of the rice and fall of the tides.  The results of the study had given satisfactory result.