This Author published in this journals
All Journal Info-Teknik
Robertus Chandrawijaja
PS. Teknik Sipil Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Air Segar Untuk Penduduk di Daerah Rawa Dengan Metode Menara Berlipat Robertus Chandrawijaja
INFO-TEKNIK Vol 2, No 1 (2001): INFOTEKNIK VOL. 2 NO. 1 2001
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v2i1.444

Abstract

Kalimantan selatan memiliki luas daerah rawa kurang lebih 700.000 ha, baik yang dipengaruhi oleh pasang surut maupun tidak. Sebagaimana dikatakan diatas bahwa jumlah penduduk semakin bertambah maka tentu saja kebutuhan akan pangan juga semakin meningkat. Karena lahan-lahan kering sudah makin terbatas maka lahan-lahan basah atau rawa menjadi semakin penting.Persoalan penting dari perkembangan lahan pertanian ke daerah rawa adalah bahwa para petani  penggarap tentu saja membutuhkan air bersih untuk diminum. Padahal lain pihak kualitas air didaerah rawa  mengandung pH yang tinggi dengan, yaitu 3-4  dan derajat keasaman ini lebih tinggi pada musim kemarau dan pada waktu air surut dibandingkan musim penghujan dan pada waktu pasang. Kandungan besi (Fe) bervariasi antara 1 – 36,375 mg/L, alumunium (Al) bervariasi 6 – 86 ppm, Mn berkisar antara 0,915 – 2,188 ppm dan kandungan sulfat yang tinggi terutama di musim kemarau. Hal ini disebabkan oleh adanya oksidasi pyrit yang terdapat pada lapisan tanah (sulfat masam).Plastik gelombang merupakan bahan yang relatif murah dan banyak dijumpai di pasaran. Bahan ini dapat dirancang menjadi suatu konstruksi aerator yang dapat diperguankan untuk keperluan pembuangan atau pengurangan kandungan besi dari dalam air.Proses pembuangan besi dengan konstruksi menara berlipat sebagai akibat adanya oksigen yang terserap ke dalam air selama mengalir melewati permukaan plastik gelombang. Selanjutnya oksigen akan mengoksidasi unsur besi terlarut menjadi unsur besi tak terlarut yang dapat mengendap sehingga mudah dipisahkan dari dalam air.Studi ini dilakukan dengan mengambil air rawa yang menunjukkan kandungan besi (Fe) berkisar antara 3,208-5,820 mg/l dan kandungan manganese (Mn) berkisar antara 0,330-0,347 mg/l. setelah melewati konstruksi menara berlipat diperoleh hasil sebagai berikut : kandungan besi (Fe) berkisar antara 2,551 – 1,009 mg/L dan kandugnan Manganese (Mn) berksiar antara 0,27 – 0,02 mg/L. hasil studi dengan metode menara berlipat (dengan enam lipatan) ini dapat mereduksi kandungan besi dari dalam air dengan efisiensi yang bervariasi antara 61,91%-80,94 % sedangkan peningkatan efisiensi antara 0,43 % sampai 11,74% untuk setiap penambahan plat.