Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISA ANTRIAN DI TERMINAL KEBERANGKATAN BANDARA SYAMSUDIN NOOR BANJARMASIN Muhammad Arsyad; Yaula Stellamaris
INFO-TEKNIK Vol 13, No 2 (2012): INFOTEKNIK VOL. 13 NO. 2 2012
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v13i2.1833

Abstract

Peningkatan jumlah penumpang pesawat yang terus menerus  mengakibatkan terjadinya kepadatan di bandara. Salah satu dampak kepadatan di bandara adalah terpengaruhnya tingkat pelayanan di terminal keberangkatan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui berapa jumlah loket pelayanan X-Ray dan Check-in di Terminal Keberangkatan minimal harus dibuka dan bagaimana kinerja proses antrian yang terjadi, dan berapa jumlah loket pelayanan minimal harus dibuka agar memenuhi standar Level of Service . Agar memenuhi standar Level of Service, jumlah counter pelayanan X-Ray  yaitu minimal 2 buah counter.
ANALISIS BENTUK MODE TRANSPORTASI SUNGAI DI BANJARMASIN Yaula Stellamaris
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 6 No 01 (2017): Vol 06 No. 01
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.958 KB)

Abstract

Pada masa lalu kegiatan transportasi di sungai-sungai di seluruh wilayah kota Banjarmasin sangat ramai. Hampir semua bagian wilayah kota terhubung dengan sungai dan dapat dicapai dengan alat transportasi air yang populer disebut jukung yaitu sampan yang dijalankan menggunakan tenaga manusia. Selain itu ada yang disebut klotok atau taksi air yaitu perahu kecil yang menggunakan mesin tempel. Klotok saat ini masih menjadi andalan bagi transportasi masyarakat pinggiran sungai di Banjarmasin, meskipun saat ini keberadaannya mulai terancam oleh populasi sepeda motor. Klotok lebih jarang dijumpai dibanding angkutan lain seperti taksi kuning dan ojek. Motor getek/klotok sangat terlihat jelas dalam 10 tahun terakhir mengalami penurunan, yaitu pada tahun 1997 berjumlah 271 buah kemudian pada tahun-tahun berikutnya mengalami naik-turun hingga pada tahun 2006 hanya ada 37 buah. Hal ini juga terjadi pada jenis kapal motor, kapal tunda dan speedboat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria-kriteria yang mempengaruhi pemilihan angkutan sungai, bobot dan prioritas dari masing-masing kriteria dan prioritas dari tipe angkutan sungai yang ditawarkan. Penelitian dilakukan dengan kuesioner. Metode analytical hierarchy process (AHP) digunakan untuk mendapatkan bobot dan prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kriteria yang berpengaruh dalam pemilihan angkutan sungai adalah faktor operasional (66,67%) dimana faktor pelayanan adalah faktor dominan (66,67%). Sedangkan faktor kelaikan kapal (61,44%) lebih dipilih dibanding faktor fasilitas dermaga (26,84%) dan fasilitas darat (11,72%). Kriteria yang dipilih adalah keselamatan (10,94%), keamanan (7,96%), tarif yang terjangkau (7,78%), serta stabilitas kapal (6,08%). Angkutan sungai yang dipilih adalah jenis kapal cepat panjang (longboat)