This Author published in this journals
All Journal Sulesana
Hamzah Junaid
Pendidikan Agama Islam

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Kritis Akulturasi Islam Dengan Budaya Lokal Hamzah Junaid
Sulesana Vol 8 No 1 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i1.1271

Abstract

Keuniversalan Islarn berarti kehadirannya tidak hanya diperuntukkan pada satu etnis, golongan. dan ras tertentu, tetapi diperuntukkan untuk semua manusia, dengan demikian, lslam memiliki daya jangkau dan daya jelajah melampaui batas ruang dan waktu tertentu. Sebagai konsekuensi dari karakteristiknya yang universal tersebut, Islam meniscayakan sebuah kemampuan akulturatif terhadap lokalitas masyarakat di mana ia diterirna. Amat sulit dibayangkan ketika lslam hadir pada suatu komunitas lokal tertentu, kemudian merombak semua tatanan nilai, kebiasaan, budaya, dan tradisi yang mereka anut. Harus ditegaskan bahwa arti akulturasi di sini tidaklah berarti Islam dan budaya lokal dipandang sebagai dua variabel yang benar-benar sejajar, tetapi harus dipandang sebagai hubungan yang dinamis, dalam arti di dalamnya sangat memungkinkan terjadi pengkoreksian. Hal itu dapat terjadi jika bentuk-bentuk kearifan lokal tersebut benar-benar bertentangan dengan nilai-nilai lslam yang paling asasi. Namun demikian, tidak dapat diasumsikan sebaliknya. dalam arti bahwa budaya atau kearifan lokal mengoreksi nilai-nilai Islam.
Pergerakan Kelompok Terorisme dalam Perspektif Barat dan Islam Hamzah Junaid
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1285

Abstract

Terorisme adalah sebuah faham yang berpendapat bahwa penggunaan cara-cara kekerasan, intimidasi dan semacamnya yang menimbulkan kecemasan dan   ketakutan, bahkan tejadinya korban jiwa dan harta,  untuk mencapai tujuan, baik secara individu maupu secara berkelompok atau dalam sebuah organisasi, yang mempunyai jaringan yang luas, baik berskala nasional maupun  internasioanal. Secara akademisi, terorisme dikategorikan sebagai ”kejahatan luar biasa” dan dikategorikan pula sebagai ”kejahatan terhadap kemanusiaan”, yang tidak berprikemanusiaan. Mengingat kategori yang demikian itu, maka pemberantasannya tentulah tidak dapat menggunakan cara-cara yang biasa sebagaimana menangani tindak pidana biasa seperti pencurian, pembunuhan atau penganiayaan. Gerakan-gerakan terorisme selalu menggunakan ancaman atau tindak kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa dan harta  tanpa memilih-milih siapa yang akan menjadi korbannya. Terorisme memiliki sejarah yang panjang dan perkembangannya mengikuti perkembangan kehidupan manusia dengan situasi yang mendukungnya, sehingga semakin canggih teknologi yang dimiliki oleh manusia, maka jaringan dan tindakan criminal teroris akan semakin mudah melakukan teror dimanapun dan kapanpun, dan  terror dimasa sekarang ini fenomenanya berubah-ubah dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat luas. Apalagi dengan berkembangnya persaingan ekonomi, perdagangan dan industeri ditambah dengan teknologi informasi yang semakin modern, memberi banyak   peluang kepada negara-negara besar dalam menancapkan pengaruhnya, yang melahirkan  proses globalisasi dan modernisasi, yang pada akhirnya  menjadi lahan subur bagi perkembangan terorisme. Kemudahan menciptakan ketakutan dengan teknologi tinggi dan liputan media yang luas membuat jaringan dan tindakan teror semakin dapat mencapai tujuannya.
SUMBER, AZAS DAN LANDASAN PENDIDIKAN (Kajian Fungsionalisasi secara makro dan mikro terhadap rumusan kebijakan pendidikan nasional) Hamzah Junaid
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1380

Abstract

Pendidikan adalah sebuah proses pemartabatan manusia menuju puncak optimasi potensi kognitif, afektif, dan psikotomorik yang dimilikinya, dan pendidikan juga merupakan proses membimbing, melatih, memandu manusia agar terhindar dari kebodohan dan pembodohan, pendidikan juga dapat dijadikan sebagai proses elevasi yang dilakukan secara nondiskriminasi, dinamis dan intensif menuju kedewasaan individu, yang dilakukan secara kontinyu dengan sifat yang adaptif dan nirlimit atau tiada akhir. Tugas dan fungsi utama pendidikan adalah membangun manusia yang beriman, cerdas dan kompetitif. Selain  itu, fungsi pendidikan harus menanamkan keyakinan kepeda peserta didik bahwa untuk mencapai kemajuan bangsa yang lebih baik dimasa yang akan datang haruslah dengan ilmu pengetahuan. Secara teknis  dan kelembagaan, pendidikan berfungsi untuk memfasilitasi proses pembelajaran bagi peserta didik, sehingga ia mampu mentransmisi pengetahuan yang diperolehnya dengan baik dan efektif. Tujuan pendidikan adalah untuk mengmbangnkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab.