This Author published in this journals
All Journal Sulesana
wahyuni wahyuni
Jurusan Filsafat dan Ushuluddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT KAJANG wahyuni wahyuni
Sulesana Vol 7 No 2 (2012)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1389

Abstract

Masyarakat Kajang  masih sepenuhnya berpegang teguh kepada adat Ammatowa. Mereka mempraktekkan cara hidup sangat sederhana dengan menolak segala sesuatu yang berbau teknologi. Bagi mereka, benda-benda teknologi dapat membawa dampak negatif  bagi kehidupan mereka, karena bersifat merusak kelestarian sumber daya alam. Komunitas yang selalu mengenakan pakaian serba hitam inilah yang kemudian disebut sebagai masyarakat adat Ammatowa. Masyarakat  Ammatowa mempraktekkan suatu agama adat yang disebut dengan Patuntung.  kata dalam bahasa Makassar yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “mencari sumber kebenaran”(to inquiri into or to investigate the truth). Ajaran Patuntung mengajarkan bahwa jika manusia ingin mendapatkan sumber kebenaran tersebut, maka ia harus menyandarkan diri pada tiga pilar utama, yaitu menghormati Turiek Ara’na (Tuhan), tanah yang diberikan Turiek Ara’na, dan nenek moyang. 
Perubahan Sistem Nilai dan Budaya dalam Pembangunan wahyuni wahyuni
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1417

Abstract

Nilai-nilai di dalam masyarakat diperlukan untuk menentukan tindakan atau sikap yang dianggap baik. untuk dapat mengerti tentang sistem nilai maka diketahui tentang fungsi nilai dalam kehidupan masyarakat. berdasarkan atas nilai-nilai maka di susun norma-norma yang menyatakan mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap kurang baik. Demikian pula berdasarkan nilai-nilai timbul kepercayaan-kepercayaan. Dalam pelaksanaan pembangunan banyak terjadi perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk perubahan sistem nilai dan budaya. Perubahan masyarakat adalah suatu proses diferensiasi dan integrasi yang berlangsung terus-menerus melalui tahap tertentu. Faktor individu sebagai penyebab perubahan sosial yakni berupa nilai-nilai yang dimiliki oleh warga masyarakat.