This Author published in this journals
All Journal Sulesana
Abdullah Abdullah
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EPISTEMOLOGI TEOLOGI KESELAMATAN (Perspektif Hans Kung dan Sayyid Hosein Nashr) Abdullah Abdullah
Sulesana Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v13i1.9947

Abstract

Studi epistemologi teologi keselamatan dalam Islam dan katolik sangat langka dilakukan oleh orang atau kelompok akademisi, sebab mencari epistemologi dari kedua agama ini sangat sulit dan ada kesan seseorang harus ekstra hati-hati agar tidak mendatangkan misinterpretasi yang jauh dari pesan oral ontologis islam dan Katolik, juga rawan mendapat tanggapan yang tajam yang mengarah kepada perbedaan bahkan berujung konflik. Namun penulis memberanikan diri untuk mengkaji perihal tersebut yakni menmbandingkan pandangan teolog katolik yakni Hans Kung dengan teolog muslim yakni Sayyed Hosein Nashr. Epistemologi teologi keselamatan atau selvation  dalam Islam dan katolik menuut kedua tokoh tersebut memiliki akar historis yang sama yakni dari kata salom. Namun dalam perkembangannya kedua tokoh tersebut mengenmbangkan dengan bentuk dan penjabaran yang berbeda sesuai dengan pesan dan substansi dari agamanya masing-masing. Menuut Hans Kung bahwa epistemologi teologi keselamatan mengandung makna yang terdalam yakni dalam agama-agama terdapat nilai-nilai bersama yang dengannya seluruh agama beserta syariat dan ritual-ritual peribadatannya berada dalam satu kata. Semua agama pasti menganjurkan untuk mencintai sesama, menghormati tetangga, berbelas-kasih pada orang lemah dan orang miskin, dan menyerukan amar-ma’r­f (mengajak pada kebaikan) nahy³ m­nkar (mencegah kemungkaran). Di samping itu, agama-agama pastinya juga melarang pembunuhan, bohong, hasut, fitnah dan perbuatan-perbuatan tercela lainnya. Nilai-nilai idealis ini, meski dipaparkan dengan beragam cara, menurutnya dengan mudah bisa dilacak dalam kitab Alkitab, Alqur’an, Hadits Nabi, Taurat, dan prinsip-prinsip dasar keagamaan Hindu, Budha, dan Konfusianisme. Semuanya mengungkapkan akan satu hal yang sama, tetapi tentu saja dengan cara yang beranekaragam atau ungkapan-ungkapan bahasa yang berbeda. Sedangkan menurut Sayyed Hosein Nashr bahwa epistemologi teologi keselamatan menjadi realitas  ontologi pada persoalan Wujud keselamatan dan keselamatan humanis tidak hanya pada batas intern umat beragama, tapi antar umat beragama. Keselamatan ini disebut dengan keselamatan horisontal. Untuk mencapai hubungan keselamatan antar umat beragama khususnya perjumpaan Islam dengan Kristen, Shcuon mengatakan sangat tergantung kepada masalah bagaimana penerimaan manusia terhadap pesan Ilahi guna  mewujudkan sikap inklusifisme dalam hidup beragama dan bernegara. Dengan sikap seperti ini, seseorang akan dapat menangkap nilai-nilai kebenaran yang ada pada setiap agama.