Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HIRARKI RUANG PERMUKIMAN DENGAN KEGIATAN WISATA DI KAMPUNG LUAR BATANG, JAKARTA UTARA Kasman, Tamiya Miftau Sa'ada
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i1.1954

Abstract

Tulisan ini menjelaskan penelitian yang bertujuan untuk memahami tatanan ruang permukiman dengan kegiatan wisata. Penelitian dilakukan dengan cara mengidentifikasi hirarki ruang dari salah satu kampung kota di Jakarta. Kampung Luar Batang dan Kawasan Pasar Ikan Penjaringan, Jakarta Utara, merupakan permukiman yang dikenal sebagai heritage tourism destination dengan tatanan ruang yang unik. Penelitian dilakukan sebelum terjadinya penggusuran Pasar Ikan yaitu pada bulan Agustus 2015 hingga Maret 2016. Variabel-variabel dianalisis dengan menggunakan: 1). Metode kualitatif-kuantitatif; 2). Metode space syntax. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang permukiman yang memiliki hirarki tertinggi adalah Masjid Luar Batang, dengan nilai integrasi sebesar 1.512 yang merupakan nilai tertinggi berdasarkan hasil space syntax kawasan. Dengan demikian, semakin tinggi hirarki ruang, semakin besar nilai integrasi ruang tersebut.
HUBUNGAN KONFIGURASI RUANG DAN KARAKTERISTIK KAMPUNG WISATA (Studi Kasus: Kampung Luar Batang dan Kampung Akuarium, Jakarta Utara) Tamiya Miftau Saada Kasman
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2022.v21i2.7358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan konfigurasi ruang dan karakteristik permukiman dengan kegiatan wisata yang membentuk tatanan ruang khas sebuah kampung wisata. Kampung Luar Batang dan Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, sebagai destinasi wisata budaya religi, tentunya memiliki tatanan ruang yang berbeda sehingga hal ini menarik untuk diteliti. Penelitian dilakukan sejak tahun 2015 hingga tahun 2016, sebelum terjadinya penggusuran Kampung Akuarium. Variabel penelitian dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Konfigurasi ruang dalam penelitian ini dilihat dari konektivitas dan integrasi ruang yang dianalisis dengan space syntax, menggunakan aplikasi depthmapX.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konfigurasi ruang dengan beberapa variabel dari karakteristik kampung wisata. Variabel atraktor, fasilitas, keberadaan akses, dan aktivitas penghuni, memiliki hubungan yang signifikan dengan konfigurasi ruang. Namun, variabel aktivitas pengunjung dan klasifikasi akses/jalan tidak memiliki hubungan dengan konfigurasi ruang. Selain itu, hasil space syntax juga menunjukkan bahwa ruang yang paling terintegrasi adalah area Masjid Jami Keramat Luar Batang, hal ini sesuai dengan ciri khas kampung wisata religi.
IDENTIFIKASI KRITERIA EVALUASI PERANCANGAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK (RPTRA) DKI JAKARTA Tamiya Miftau Saada Kasman; Ita Roihanah
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2023.v13i1.004

Abstract

One of the DKI Jakarta Provincial Government's programs, Child-Friendly Integrated Public Spaces (RPTRA), which began in 2015 has been successfully constructed in 324 places. This is the government's attempt to create kid-friendly public area amenities, which previously received little attention. However, as time goes by, several flaws are discovered, including design elements unsuitable for children, unkempt facilities, damaged play equipment, and uneven distribution of RPTRA locations. In 2016, the government has compiled regulation about Space Utilization in RPTRA. However, until now there are no guidelines for evaluating the RPTRA program which has been running for eight years. In order for RPTRAs to continue serving the requirements of the community and to be adequately maintained in accordance with public space standards that are ideal for children, mothers, the elderly, and people with disabilities, this study aims to establish the criteria that must be met in the RPTRA design. It is anticipated that based on the findings of the theoretical study, it will be possible to suggest several criteria for the development and design of the next RPTRA. The research methode is qualitative that involves gathering secondary data from both prior studies and theories concerning the design of public open space that children friendly, and the guidelines from UN Habitat. Then observations were also carried out at an RPTRA to see the condition of facilities that comply with government standart. From the identification, several criteria that must be considered when doing the evaluation, there are spatial and user aspects. Spacial analysis including accessibility, security, safety, facility, vegetation, and health. User characteristic and behavior in RPTRA including comfort, pleasure, and hospitality, are needed to evaluate the design of RPTRA.
RELEVANSI PEMIKIRAN IRIGARAY TERHADAP ARSITEKTUR Nurhijrah, Nurhijrah; Kasman, Tamiya M. S; Akbar, Boyke M.
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 5 No 2 (2018): Nature
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v5i2a7

Abstract

Abstrak_ Teori arsitektur terlahir dari beberapa pemikiran filosof yang membahas tentang hubungan manusia dengan ruang. Pemikiran para filosof tersebut, menjelaskan bagaimana memahami manusia sebagai pengguna produk arsitektur. Berbagai pemikiran tersebut kemudian diterjemahkan oleh para praktisi dan mahasiswa arsitektur ke dalam konsep perancangan yang lebih humanis. Tulisan ini bertujuan mendiskripsikan pemikiran salah satu filosof yang berkontribusi pada perkembangan teori arsitektur, yaitu Luce Irigaray. Pemikiran Irigaray mengenai feminisme akan dijelaskan bagaimana relevansinya terhadap konsep desain arsitektur. Tulisan ini disusun dengan metode kajian literatur dengan mengkaji dua pemikiran Irigaray yaitu mengenai konsep fluiditas dan persepsi melalui sentuhan. Adapun hasil kajian dari kedua konsep hasil pemikiran Irigaray, yaitu fluiditas dan persepsi melalui sentuhan, keduanya menjelaskan bagaimana perbedaan gender dalam suatu ruang menentukan bentukan dari suatu produk arsitektur. Apabila arsitek telah dapat mewadahi perbedaan kebutuhan antar gender, maka karya tersebut telah mengakui kedua gender sebagai subyek yang diwadahi dalam suatu produk arsitektural, bukanlah lagi sebagai objek. Sehingga tercipta suatu karya arsitektur yang lebih humanis.Kata kunci: Irigaray; Feminisme; Teori Arsitektur. Abstract_ Architectural theory was born from several philosophical thoughts which discussed the relationship between humans and space. The thought of the philosophers explained how to understand humans as users of architectural products. These various thoughts were then translated by architectural practitioners and students into more humanistic design concepts. This paper aims to describe the thoughts of one of the philosophers who contributed to the development of architectural theory, Luce Irigaray. Irigaray thinking about feminism will explain how relevant it is to architectural design concepts. This paper is compiled with a literature review method by examining two irrational thoughts, the concept of fluidity and perception through touch. The results of the study of the two concepts of Irigaray's thinking, fluidity and perception through touch, both explain how gender differences in a space determine the formation of an architectural product. If the architect has been able to accommodate differences in needs between genders, then the work has recognized the two genders as subjects that are contained in an architectural product, no longer as objects. Thus creating a more humanistic architectural work.Keywords:  Irigaray; Feminism; Architecture Theory.