Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih jauh tradisi songkabala, khususnya dalamlingkungan masyarakat Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto. Untukmaksud itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif , dengan pendekatan indepthinterview kepada tokoh-tokoh kunci yang terlibat dalam ritual dan prosesi songkabala, sepertipinati, aparat pemerintahan lokal, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dari hasil penelitianyang mengedepankan perspekti “antropologi-agama” ini, menyimpulkan bahwa dalam tradisisongkabala terkandung 4 nilai dasar: spiritual, moral, intelektual dan ritual dengan inti pesan:pentingnya ”keinsafan diri” bahwa manusia dan alam semesta sejatinya adalah dua makhlukTuhan yang ”bersaudara” di mana satu dengan lainnya saling mengokohkan dalam ”tatananhukum keseimbangan kosmik”. Hal ini mengandung pengertian bahwa, akar penyebab darihampir seluruh bencana alam—termasuk dalam hal ini bencana sosial—adalah jika”hukum keseimbangan kosmik” tersebut terganggu dan mengalami guncangan. Karenaitu, songkabala dalam konteks ini mencoba mempertahankan ”keseimbangan” itudengan menghadirkan anyaman elok antara pesan tradisi di satu sisi dan teologi ,khususnya pesan Islam, di sisi lain. Tidak mengherankan jika seluruh prosesi songkabala,sepenuhnya bersifat ontologis-metafisik, dan karena itu menampilkan tak sedikit ekspresispiritual-intelektual-moral-ritual yang sangat simbolik dan sarat dengan sistem ”tanda”.Kedalaman makna ”sistem tanda” (sign) yang ditampilkan tradisi songkabala, dengansendirinya, hanya bisa ”ditangkap” secara cemerlang oleh mereka yang menggunakanperspektif ontologis-metafisik di samping memiliki cita rasa dan apresiasi terhadap kearifan lokalyang tinggi: yakni mereka yang dapat menembus makna di balik “tanda” dan tidak berhentipada simbol.