The emergence of unilateral claims on ZEE Indonesia in Natuna as a place of traditional fishing by China, has led to conflicts between the two countries. This research is about what is the root of traditional conflict and strategy of formulating its solution strategy. The use of military and non-military forces is the most appropriate choice within the framework of conflict resolution. The method used in research on Indonesian government strategy in solving conflicts of traditional fishing ground claim by China on ZEE Indonesia in Natuna waters using descriptive qualitative research method. The results show that the state as the determinant of the fulfillment of China's national interests, uses its power by expanding on the basis of resource needs, population explosions, and prestige as a great nation that does not want to show its weakness to a country that has the same claim in the South China Sea the root of territorial claims conflicts, the formulation of future strategies utilizing the Strategic Partnership between the two countries in the economic, political and socio-cultural fields, diplomacy with bilateral and multilateral forums.AbstrakMunculnya klaim sepihak pada ZEE Indonesia di Natuna sebagai wilayah tradisional fishing ground oleh Tiongkok, telah menimbulkan konflik diantara kedua negara. Penelitian ini berupaya menjawab tentang apa yang menjadi akar konflik klaim tradisional fishing ground dan merumuskan strategi penyelesaiannya. Penggunaan pendekatan keamanan nasional yang menggunakan kekuatan militer dan nirmiliter dianggap menjadi pilihan paling tepat dalam rangka penyelesaian konflik. Metode yang digunakan dalam penelitian tentang strategi pemerintah Indonesia dalam penyelesaian konflik klaim tradisional fishing ground oleh Tiongkok pada ZEE Indonesia di perairan Natuna menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, negara sebagai aktor penentu terpenuhinya kepentingan nasional Tiongkok, menggunakan kekuasaannya dengan melakukan ekspansi atas dasar kebutuhan akan sumber daya, ledakan penduduk, serta gengsi sebagai bangsa yang besar yang tidak ingin menunjukkan kelemahannya kepada negara yang mempunyai klaim yang sama di Laut Tiongkok Selatan menjadi akar konflik klaim wilayah, perumusan strategi ke depan memanfaatkan Kemitraan Strategis kedua negara dalam bidang ekonomi, politik dan sosial budaya, diplomasi dengan pemanfaatan forum bilateral dan multilateral.