Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Permukiman Tradisional Masyarakat Tanimbar Kei Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 1 No. 1 Agustus 2005
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v1i1.17

Abstract

No Abstract
Studi Keruangan dalam Arkeologi, Prospek Penelitiannya di Maluku dan Maluku Utara Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 2 No. 2 Juli 2006
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v2i2.30

Abstract

No Abstract
Sistem Pertahanan di Maluku Abad XVII-XIX (Kajian Terhadap Pola Sebaran Benteng) Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 2 No. 3 November 2006
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v2i3.37

Abstract

No Abstract
Sumbangan Penelitian Arkeologi Bagi Pembangunan Daerah Maluku Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Edisi Khusus, Mei 2007
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v0i0.50

Abstract

No Abstract
Peninggalan Arkeologis di Kepulauan Bacan Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 3 No. 4 Juli 2007
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v3i4.61

Abstract

History of Sultanate of Bacan early from association group of traditional society is called boldan led by a kolano. In kronik Bacan mentioned by that center of governance initially reside in Makian island, residing in northside island Bacan. As one part of from Moluco Kie Raha, Sultanate of Bacan own important role in this region. This matter, pursuant to with refer toing result of research which have been in this area. Island of Makian and its surroundings as location of early center of governance of Moluco Boldan Kie-Besi (The early beginning of Sultanate of Bacan), known to own to omit Prehistoric archaeology. Omit other;dissimilar archaeology come from a period of Islam and Colonial influence. This article try to give picture of cultural history in region of Archipelago of Bacan of pursuant to with refer toing result of research which have been done.
Kajian Awal Fungsi Gua dan Wilayah Sebaran Situs Gua di Maluku dan Maluku Utara Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 3 No. 5 November 2007
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v3i5.68

Abstract

Cave Exploiting tradition have been started since a period Plestocen For till A period of Holocen. In Indonesia, cave sites present cultural footstep in the form of rock art, appliance petrify, kitchen garbage, construct human being, pottery and ceramic. The Cave sites of quite a lot found in North Moluccas and Moluccas presentedly is very finding vary. Data presented by each site give indication of early about function of cave. That way things of distribution map around. This article try to give picture of early function of cave pursuant to its finding and regional map distribution and also early asessment whereas cultural current, both for coming from Asia (west) and  also from Australian or Pacifik (East).
Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi untuk Pariwisata Berkelanjutan (Pengembangan Wisata Benteng di Pulau Ambon) Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Edisi Khusus, Mei 2008
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v0i0.85

Abstract

Pemerintah Pusat melalui Departemen Kebudayaan dan Pariwisata telah menetapkan tahun 2008 sebagai “Visit Indonesian Year”. Salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk mendukung program ini adalah wisata arkeologi khususnya wisata benteng yang jumlahnya cukup banyak dan tersebar dihampir seluruh pulau di Maluku. Wisata benteng di Maluku yang saat ini masih mengandalkan benteng sebagai satu-satunya daya tarik menunjukkan belum optimalnya Pemerintah Daerah mengembangkan wisata ini. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan mengemas berbagai atraksi wisata sebagai tambahan daya tarik bagi wisatawan yang akan berkunjung. Makalah ini mencoba  memaparkan prospek wisata benteng di Pulau Ambon dengan menawarkan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam upaya pengembangan wisata yang  lebih optimal.
Kajian Awal Karakteristik Museum Situs Banda Neira Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 5 No. 8 Juli 2009
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v5i8.112

Abstract

No Abstract
Museum Negeri: Sebuah Upaya Melestarikan Memori Kolektif Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 6 No. 11 November 2010
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v6i11.143

Abstract

No Abstract
Tinggalan Perang Dunia II di Ambon: Tinjauan atas Sarana Pertahanan dan Konteks Sejarahnya Syahruddin Mansyur
Kapata Arkeologi Vol. 7 No. 12 Juli 2011
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v7i12.157

Abstract

No Abstract