Y. Dinarianasari
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jln. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang, 50239, Telp/Fax: (024)7460058

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN MEMBRAN MIKROFILTRASI UNTUK PEMBUATAN REFINED CARRAGEENAN DARI RUMPUT LAUT JENIS Euchema cottonii Novianto D K; Y. Dinarianasari; Aji Prasetyaningrum
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA DAN INDUSTRI Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.637 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rumput laut terbesar di dunia. Hal ini merupakan satu potensi ekonomi yang sangat besar karena pengolahan rumput laut menjadi tepung karaginan murni mampu menaikkan nilai tambah rumput laut. Karaginan merupakan senyawa hidrokoloid dari rumput laut merah (Rhodophyceae). Salah satu rumput laut merah penghasil karaginan adalah Euchema cottonii. Namun teknologi pasca panen yang ada masih kurang baik sehingga mutu karaginan Indonesia dinilai masih kurang memenuhi standar yang ada. Proses yang digunakan oleh industri secara umum adalah filtrasi dengan bantuan filter aid. Proses ini mempunyai kelemahan karena mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi yang berpengaruh pada proses filtrasi dan membandingkan produk karaginan hasil mikrofiltrasi. Metode yang digunakan antara lain ekstraksi alkali panas dan proses mikrofiltrasi. Berdasarkan hasil penelitian, filter dengan ukuran pori 2,5 mikron fluks paling baik diperoleh pada konsentrasi 0.3 % berat dan filter dengan ukuran pori 20 mikron fluks paling baik pada konsentrasi 0.2 % berat yang nilainya masing-masing sebesar 2.085 ml/cm2.s dan 4.0662 ml/cm2.s. Hasil uji karakterisasi yang  meliputi uji viskositas, kadar sulfat dan kekuatan gel menunjukkan bahwa karaginan murni proses mikrofiltrasi dengan ukuran pori filter 2,5 mikron memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan karaginan murni dari proses mikrofiltrasi dengan ukuran pori filter 20 mikron.