Kemala Amita
Syiah KualaUniversity

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN HISTOPATOLOGI PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (Mus musculus) MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) (Histophatological Finding of The Vulnus Incisivum Healing in Mice (Mus musculus) using Anredera cordifolia Leaf Extract) Kemala Amita
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.11 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.4143

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat gambaran histopatologi penyembuhan luka sayat pada mencit menggunakan ekstrak daun binahong. Hewan yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) dengan berat 20-50 gram berumur 2-3 bulan dan berjenis kelamin jantan sebanyak 12 ekor. Mencit dibagi ke dalam  4 kelompok  perlakuan dengan 3 kali pengulangan.  Kelompok  pertama (K1) sebagai kontrol hanya diberikan  akuades.  Kelompok  dua (K2) yaitu diberikan perlakuan ekstrak daun binahong  5%. Kelompok  tiga  (K3) diberikan perlakuan ekstrak daun binahong 10%. Kelompok empat (K4) yaitu diberikan perlakuan ekstrak daun binahong 15% selama 14 hari.Pengambilan sampel jaringan kulit dilakukan setelah 14 hari, mencit di euthanasi dengan larutan eter. Bagian kulit yang dibuat luka sayat diinsisi, lalu difiksasi dengan larutan NBF 10% selama 2x24 jam. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji statistik menunjukkan jumlah proliferasi sel fibroblas pada K1; K2; K3; K4 masing-masing 8,11 ± 7,23; 12,89 ± 4,04; 6,89 ± 2,89; 6,78 ± 5,77 berbeda sangat nyata (P0,01). Hasil uji skoring kerapatan kolagen pada K1; K2; K3; K4 masing-masing 1,86 ± 0,27; 1,77 ± 0,17; 2,03 ± 0,14; 2,12 ± 0,00 tidak berbeda nyata (P0,05) pada masing-masing perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan pemberian ekstrak daun binahong 15% lebih baik dibandingkan pemberian akuades, ekstrak daun binahong 5%, dan 10% penyembuhan luka sayat pada mencit.(This research is aimed to determine histopathology finding of the Vulnus Incisivum healing in mice using Anredera cordifolia leaf extract. Animals used were mice (Mus musculus) weighing 20-50 grams aged 2-3 months and 12 male. Mice were divided into 4 treatment groups with 3 repetitions. Group one (K1) as control is given aquadest. Group two (K2) is only given Anredera cordifolia leaf extract 5%. Group of three (K3) given Anredera cordifolia leaf extract 10%. Group of four (K4) that is given Anredera cordifolia leaf extract 15%. Skin tissue sampling was performed after 14 days, mice in euthanation with eter solution. The skin part of the Vulnus incisivum is cut, then fixed with 10% NBF solution for 2x24 hours. The data of the research were analyzed by using Variant Analysis (ANAVA) followed by Duncan test. Statistical test results on increasing the number of fibroblast cell proliferation in K1; K2; K3; K4 respectively 8.11 ± 7.23; 12.89 ± 4.04; 6.89 ± 2.89; 6.78 ± 5.77 is very significant (P 0.01). Results of statistical test of collagen density scores on K1; K2; K3; K4 respectively 1.86 ± 0.27; 1.77 ± 0.17; 2.03 ± 0.14; 2.12 ± 0.00 was not significantly different (P 0.05). Based on the results of the research can be concluded giving 15% binahong leaf extract better than giving aquadest, binahong leaf extract 5%, and 10%  of wound healing in mice).