Sri Intan Rahayuningsih
Bagian Keilmuan Keperawatan Anak, Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 6-24 BULAN YANG TIDAK MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF sefriani erlisa; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asupan gizi melalui ASI dapat menunjang proses tumbuh kembang anak yang lebih optimal. Namun untuk saat ini masih kurangnya perhatian ibu dalam pemberian ASI eksklusif. Instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dapat digunakan untuk deteksi dini perkembangan anak, sehingga bisa diketahui seberapa jauh pengaruh ASI pada proses perkembangan anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran pertumbuhan berat badan, panjang badan, lingkar kepala dan perkembangan anak usia 6-24 bulan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif di Puskesmas Darussalam Aceh Besar. Jenis penelitian descriptive dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel yaitu proportional random sampling dengan jumlah populasi 198 anak. Sampel berjumlah 73 anak usia 6-24 bulan yang tidak ASI eksklusif. Pengumpulan data dilakukan tanggal 10-26 Mei 2017 dengan menggunakan timbangan bayi, pita meteran dan lembar KPSP. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan berat badan pada kategori gizi baik (90,4%), panjang badan pada kategori normal (61,6%), lingkar kepala pada kategori normal (100%) dan perkembangan anak berada pada kategori sesuai (57,5%). Melihat banyaknya ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif, disarankan untuk Puskesmas agar melakukan pendidikan kesehatan secara kontinyu tentang ASI eksklusif dan meninjau kembali kasus gangguan gizi, stunting yang dialami anak dibawah usia 2 tahun, sehingga kemungkinan meningkatnya gangguan gizi pada anak dapat dicegah sedini mungkin.
GEJALA UMUM PADA ANAK PENDERITA KANKER YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANG PEDIATRIC ONCOLOGY CENTER Dwi Yulisna Prisani; Sri Intan Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intervensi untuk mengurangi gejala pada anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi telah sering diimplementasikan namun gejala tersebut masih dirasakan atau dikeluhkan. Terdapat 6 gejala umum yang paling sering dirasakan anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi antara lain fatigue, gangguan tidur-bangun, nyeri, mual, gangguan mood, dan perubahan penampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran lebih lanjut tentang gejala umum pada anak penderita kanker yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif untuk melihat gambaran gejala umum pada anak menderita kanker yang menjalani kemoterapi dengan desain penelitian cross sectional study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah quota sampling sebanyak 30 responden. Metode analisa data menggunakan analisis univariat. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara menggunakan kuesioner dalam bentuk skala Likert terdiri dari 20 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan anak kanker mengalami gejala fatigue pada kategori berat (60%), mengalami gejala gangguan tidur-bangun pada kategori berat (56,7%),mengalami gejala nyeri pada kategori berat (60%), mengalami mual pada kategori ringan (53,3%), mengalami gangguan mood pada kategori ringan (53,3%), mengalami perubahan-penampilan pada kategori berat (53,3%). Peneliti menyarankan agar perawat meningkatkan intervensi Symptoms Management (manajemen gejala) terutama pada fatigue dan nyeri.